Edukasi
25 Ide Bisnis Modal Kecil Paling Diminati Milenial & Gen Z di 2026
/index.php
Saham News - Diposting pada 20 January 2026 Waktu baca 5 menit
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak dalam fase konsolidasi pada periode 19–23 Januari 2026. Sejumlah saham seperti JPFA, BBRI, dan AADI dinilai menarik untuk dicermati. Analis Ekuitas Indo Premier Sekuritas, Imam Gunadi, menyampaikan bahwa IHSG mencatat kinerja positif sepanjang pekan lalu dengan kenaikan 1,55% dan ditutup di level 9.075 pada Kamis (15/1/2026). Dalam periode yang sama, investor asing membukukan pembelian bersih senilai Rp3,2 triliun.
Menurutnya, kembalinya aliran dana asing mencerminkan respons positif pasar terhadap stabilitas makroekonomi domestik di tengah ketidakpastian global. Memasuki pekan 19–23 Januari 2026, perhatian pelaku pasar akan tertuju pada berbagai rilis data ekonomi serta keputusan kebijakan, baik dari dalam maupun luar negeri. Oleh karena itu, pergerakan IHSG diperkirakan cenderung terbatas dengan level support di kisaran 9.000 dan resistance di sekitar 9.200.
Dari China, fokus utama pasar adalah rilis pertumbuhan ekonomi kuartal IV/2025 yang diperkirakan tumbuh 4,4% secara tahunan, sebagai tolok ukur daya tahan ekonomi di tengah stimulus moneter yang berlanjut. Selain itu, data penjualan ritel dan tingkat pengangguran Desember juga akan diamati guna menilai kekuatan konsumsi dan kondisi pasar tenaga kerja. Keputusan Loan Prime Rate (LPR) tenor 1 tahun dan 5 tahun turut menjadi perhatian, meskipun konsensus memperkirakan suku bunga tetap.
Dari dalam negeri, keputusan suku bunga Bank Indonesia menjadi sorotan utama, dengan ekspektasi BI mempertahankan suku bunga di level 4,75% demi menjaga stabilitas nilai tukar. Sementara itu, dari Amerika Serikat, rilis Core PCE Price Index yang diperkirakan tumbuh 2,7% secara tahunan akan menjadi indikator inflasi penting sebagai acuan kebijakan The Fed.
Indo Premier merekomendasikan saham JPFA dengan level masuk di Rp2.700, target harga Rp2.880, dan batas kerugian di bawah Rp2.610. Sentimen positif JPFA didorong oleh lonjakan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2026 menjadi Rp335 triliun, meningkat tajam dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp51,5 triliun. Sebagai pemain utama di industri perunggasan terintegrasi, JPFA dinilai berada pada posisi strategis untuk memenuhi peningkatan permintaan protein hewani.
Rekomendasi berikutnya adalah BBRI dengan strategi buy on breakout, entry di Rp3.860, target Rp4.060, dan stop loss di bawah Rp3.760. Sentimen utama berasal dari arus masuk dana asing, di mana dalam sepekan terakhir investor asing mencatat pembelian bersih sebesar Rp575,7 miliar, mencerminkan kembali meningkatnya kepercayaan terhadap sektor perbankan nasional.
Saham terakhir yang direkomendasikan adalah AADI dengan strategi buy on breakout pada level Rp7.725, target Rp8.300, dan stop loss di bawah Rp7.450. Rekomendasi ini sejalan dengan penguatan harga batu bara yang mendekati US$110 per ton, seiring rencana China membangun lebih dari 100 pembangkit listrik tenaga batu bara baru.
Disclaimer: Informasi ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Seluruh keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Sumber: bisnis.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.