Teknologi Terkini
Krisis Global Hantam RI, Harga HP Murah Terancam Jadi Mahal
/index.php
Edukasi - Diposting pada 20 January 2026 Waktu baca 5 menit
Di tengah pergerakan ekonomi yang terus berubah, semakin banyak Milenial dan Generasi Z yang memilih jalur wirausaha. Kemajuan teknologi, kebebasan dalam mengatur waktu kerja, serta terbatasnya peluang kerja formal mendorong generasi ini untuk mencari alternatif penghasilan di luar jalur konvensional.
Usaha bermodal kecil menjadi pilihan favorit, khususnya yang terhubung dengan ekosistem digital. Berikut rangkuman mengenai kecenderungan, karakter perilaku, dan kumpulan ide bisnis bermodal rendah yang diproyeksikan terus berkembang hingga tahun 2026.
Milenial (kelahiran 1981–1996) dan Gen Z (kelahiran 1997–2012) dikenal akrab dengan teknologi digital, media sosial, serta sistem kerja yang fleksibel. Sejumlah survei internal lembaga menunjukkan dua kecenderungan utama, yakni meningkatnya ketertarikan pada bisnis digital serta preferensi memperoleh pendapatan dari lebih dari satu sumber.
Model usaha berbasis digital memungkinkan keduanya memulai bisnis dengan biaya awal rendah tanpa memerlukan lokasi fisik, sekaligus membuka peluang ekspansi hingga skala nasional dan global.
Lonjakan minat terhadap wirausaha ini dipicu oleh beberapa faktor, seperti rendahnya biaya awal karena ponsel dan internet dapat berfungsi sebagai sarana kerja utama, kemudahan distribusi melalui marketplace dan platform live commerce, terbukanya akses pembelajaran bisnis secara daring, serta perubahan perilaku konsumen yang semakin terbiasa berbelanja secara online.
Dalam konteks tersebut, platform digital menjadi ruang subur bagi lahirnya berbagai peluang usaha baru. Berikut 25 ide bisnis modal kecil yang diminati Milenial dan Gen Z.
Manajer Media Sosial UMKM
Banyak UMKM membutuhkan pengelolaan konten digital yang profesional. Tugasnya meliputi perencanaan konten, penjadwalan unggahan, dan analisis performa.
Editor Video Pendek
Lonjakan popularitas video pendek melahirkan kebutuhan akan editor video berbasis perangkat mobile.
Micro-Influencer Spesifik Niche
Akun dengan jumlah pengikut menengah sering memiliki interaksi audiens yang lebih tinggi dibanding influencer besar.
Print-on-Demand Merchandise
Produk dibuat berdasarkan pesanan sehingga tidak memerlukan stok barang.
Dropshipping Produk Fesyen
Model penjualan tanpa penyimpanan barang yang masih relevan di marketplace lokal.
Afiliasi Marketplace
Penghasilan diperoleh dari komisi penjualan melalui tautan afiliasi.
Freelance Penulis Konten dan Copywriting
Permintaan artikel SEO dan materi pemasaran digital terus meningkat.
Jasa Foto Produk
Visual produk yang menarik berpengaruh besar pada konversi penjualan.
Produksi Frozen Food Rumahan
Makanan beku rumahan diminati karena praktis dan memiliki pasar setia.
Catering Harian dan Meal Prep
Menu sehat dan paket makan kerja menjadi kebutuhan masyarakat urban.
Jasa Titip (Jastip)
Membantu konsumen memperoleh produk tertentu tanpa harus datang langsung.
Layanan Proofreading dan Editing
Kebutuhan koreksi naskah bersifat konsisten sepanjang tahun.
Manajemen Micro-Influencer
Menjadi penghubung antara brand dan influencer skala kecil.
Spesialis Iklan Digital
Keahlian mengelola iklan berbayar di berbagai platform semakin dicari.
Web Designer No-Code
Membangun situs tanpa kemampuan pemrograman teknis.
Virtual Assistant
Menangani pekerjaan administratif jarak jauh untuk klien global.
Desain Logo dan Brand Kit
Identitas visual menjadi kebutuhan utama UMKM.
Jasa Tur Lokal
Menawarkan pengalaman wisata berbasis budaya dan aktivitas lokal.
Bisnis Tanaman Hias dan Terrarium
Dekorasi tanaman indoor masih memiliki pasar yang stabil.
Pet Grooming Rumahan
Layanan grooming panggilan diminati pemilik hewan urban.
Podcast Edukasi dan Hiburan
Konten audio mudah dikonsumsi oleh generasi muda.
Kursus Keterampilan Digital
Pelatihan daring menjadi solusi peningkatan skill.
Kanal YouTube Edukasi dan Review
Konten informatif ringan memiliki pertumbuhan penonton tinggi.
Konsultan Keuangan Pemula
Membantu generasi muda mengatur anggaran dan keuangan pribadi.
Milenial dan Gen Z cenderung memilih bisnis berdasarkan keterampilan yang dimiliki, minat pribadi, permintaan pasar, biaya masuk rendah, serta fleksibilitas waktu. Pola ini berbeda dengan generasi sebelumnya yang lebih berorientasi pada aset fisik dan modal besar.
Saluran utama pemasaran meliputi media sosial berbasis visual, marketplace dengan sistem logistik terintegrasi, serta komunitas digital yang bersifat organik.
Tantangan utama meliputi tingginya persaingan digital, ketergantungan pada algoritma platform, kesulitan membangun loyalitas pelanggan, serta pengelolaan waktu bagi pelaku usaha yang masih bekerja penuh waktu. Meski demikian, fleksibilitas dan potensi pasar tetap menjadi daya tarik utama bagi generasi muda.
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.