Edukasi
25 Ide Bisnis Modal Kecil Paling Diminati Milenial & Gen Z di 2026
/index.php
Edukasi - Diposting pada 20 January 2026 Waktu baca 5 menit
Hampir semua orang mendambakan masa pensiun yang nyaman dan berkecukupan secara finansial. Investor legendaris dunia sekaligus CEO Berkshire Hathaway, Warren Buffett, membagikan pandangannya tentang bagaimana menikmati kehidupan setelah pensiun. Ia menekankan bahwa pensiun sebaiknya tidak dipahami sebagai akhir dari aktivitas produktif, melainkan sebagai babak baru dalam hidup.
รย
Umumnya, masa pensiun kerap diiringi penurunan kesehatan yang berdampak pada kualitas hidup dan usia harapan hidup. Namun, hal tersebut tidak tercermin pada Buffett. Meski telah berusia 92 tahun, ia masih aktif memimpin perusahaannya dan tetap menunjukkan semangat kerja tinggi, bahkan dengan kebiasaan konsumsi makanan cepat saji seperti cheeseburger, es krim, dan minuman bersoda yang telah lama dikenal publik.
รย
Buffett juga mengingatkan para pensiunan agar memprioritaskan kestabilan keuangan pribadi. Ia menyarankan agar tidak sepenuhnya menggantungkan kesejahteraan pada keluarga, serta berhati-hati dalam memberikan dukungan finansial berlebihan kepada kerabat karena dapat menimbulkan masalah keuangan, terutama ketika sudah tidak memiliki penghasilan tetap.
รย
Soal jumlah dana pensiun ideal, Buffett tidak menyebutkan angka pasti. Dalam bukunya Tap Dancing to Work: Warren Buffett on Practically Everything, 1966รขโฌโ2013, ia menyatakan bahwa dana pensiun seharusnya cukup untuk melakukan apa pun yang diinginkan, tetapi tidak berlebihan hingga membuat seseorang kehilangan dorongan untuk beraktivitas.
รย
Dalam hal investasi, Buffett merekomendasikan pendekatan sederhana, yakni menanamkan dana pada indeks S&P 500 berbiaya rendah. Ia bahkan menyarankan agar sekitar 90% portofolio investasi tetap dialokasikan ke dana indeks tersebut, termasuk setelah dirinya wafat. Menurutnya, strategi ini efektif untuk menekan biaya yang dapat menggerus hasil investasi dalam jangka panjang.
รย
Meski sejumlah penasihat menilai porsi 90% terlalu besar bagi pensiunan, Buffett berpendapat bahwa banyak penasihat justru diuntungkan dengan membuat investasi tampak rumit. Ia menilai, jika orang menyadari betapa sederhananya investasi, sebagian besar pendapatan penasihat keuangan akan menghilang. Bahkan, dalam satu kesempatan, Buffett menyindir bahwa ia lebih percaya pada monyet yang melempar anak panah secara acak ke saham dibandingkan pada penasihat keuangan setelah memperhitungkan biaya manajemen.
รย
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.