Terungkap! Ini Biang Kerok UMKM RI Sulit Naik Kelas & Tembus Pasar Besar

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 20 January 2026 Waktu baca 5 menit

Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia masih dihadapkan pada berbagai tantangan serius. Bank Indonesia (BI) mengidentifikasi tiga kendala utama yang membuat UMKM sulit berkembang ke level yang lebih tinggi, mulai dari penyaluran kredit, tingkat digitalisasi, hingga kesiapan menembus pasar global.

 

Berdasarkan unggahan resmi Instagram @bank_indonesia, penyaluran kredit UMKM tercatat mengalami kontraksi sebesar 0,64% secara tahunan hingga November 2025. Dari sisi tata kelola usaha, baru sekitar 39,4% UMKM yang telah memanfaatkan sistem digital. Di sisi lain, kemampuan UMKM untuk melakukan ekspor juga masih terbatas, baik dari aspek kapasitas produksi, manajemen usaha, maupun akses pasar.

 

Bank Indonesia menjelaskan bahwa banyak pelaku UMKM memiliki keinginan untuk berkembang lebih jauh, namun sering terhambat oleh persoalan mendasar, seperti pencatatan keuangan yang belum tertata, data usaha yang tidak terdokumentasi dengan baik, serta sistem pembayaran yang belum efisien. Oleh karena itu, BI menyiapkan berbagai strategi agar UMKM dapat naik kelas dan terus memberikan kontribusi nyata bagi keberlanjutan perekonomian nasional.

 

Padahal, UMKM memiliki peran yang sangat besar dengan kontribusi sekitar 60% terhadap perekonomian nasional, serta pertumbuhan kontribusi ekspor yang mencapai 15,7%. Untuk itu, Bank Indonesia mendorong peningkatan kapasitas UMKM melalui pendampingan yang dilakukan oleh 46 kantor perwakilan BI di berbagai daerah.

 

BI menegaskan komitmennya untuk mendampingi UMKM agar menjadi lebih berdaya saing, memberikan dampak ekonomi yang luas, dan mampu tumbuh secara berkelanjutan. Sejumlah strategi pun diterapkan untuk memperluas pasar, antara lain melalui pemanfaatan market intelligence, kurasi dan promosi produk, kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, serta fasilitasi business matching.

 

Selain itu, BI juga mendorong penguatan UMKM melalui standarisasi dan sertifikasi produk, optimalisasi platform digital, perluasan akses pembiayaan perbankan, serta sinergi dengan kementerian dan lembaga terkait. BI menegaskan bahwa UMKM yang tangguh merupakan fondasi penting bagi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, sehingga penguatan ekosistem UMKM akan terus menjadi prioritas.

Sumber: detik.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.