Berita Terkini
Kim Jong Un Awasi Uji Coba Sistem Roket Serangan Baru, Ancaman Regional Meningkat
/index.php
Crypto News - Diposting pada 31 December 2025 Waktu baca 5 menit
Menjelang penutupan tahun 2025, pasar kripto global memperlihatkan ketahanan yang cukup kuat meskipun aktivitas perdagangan menurun akibat periode libur akhir tahun. Pada hari perdagangan terakhir tahun ini, Rabu (31/12/2025), Bitcoin (BTC) mampu menjaga tren positif dengan pergerakan stabil di area penguatan serta bertahan di atas level psikologis $88.000.
Performa harga di akhir tahun ini menjadi indikator penting bagi pelaku pasar. Konsistensi Bitcoin di level tinggi menunjukkan bahwa partisipasi investor institusional masih solid, walaupun pasar minim sentimen dari berita besar sepanjang pekan terakhir.
Berikut ulasan komprehensif mengenai dinamika pasar kripto saat menutup tahun 2025.
Secara umum, mayoritas aset kripto utama mencatatkan pergerakan positif dalam 24 jam terakhir. Bitcoin, Ethereum, BNB, XRP, dan Solana masih berada di zona hijau, sementara beberapa aset seperti Dogecoin dan Cardano mengalami tekanan mingguan. Hyperliquid (HYPE) mencuri perhatian dengan lonjakan mingguan tertinggi di jajaran sepuluh besar aset non-stablecoin.
Berdasarkan data terbaru, Bitcoin diperdagangkan di kisaran $88.523 dengan kenaikan harian sebesar 1,68% dan penguatan mingguan 1,26%. Ketahanan harga di area ini mengonfirmasi secara teknikal bahwa rentang $85.000–$88.000 kini berfungsi sebagai support yang kokoh. Pelaku pasar kini menunggu apakah dorongan ini cukup kuat untuk kembali menguji resistance $90.000 pada awal Januari.
Sementara itu, Ethereum masih tertinggal secara kinerja. ETH berada di level $2.975, mencatatkan kenaikan harian 1,57% namun hanya menguat 0,67% dalam tujuh hari terakhir. Perbedaan performa ini semakin menegaskan tren sepanjang 2025, di mana Bitcoin lebih dominan sebagai aset lindung nilai, sedangkan Ethereum menghadapi persaingan yang semakin ketat di sektor infrastruktur smart contract.
Sorotan utama di pekan terakhir tahun ini datang dari Hyperliquid (HYPE). Token yang berperan penting dalam ekosistem decentralized derivatives (Perp DEX) ini sukses masuk jajaran sepuluh besar aset kripto non-stablecoin dengan performa terbaik.
HYPE melonjak 7,79% dalam sepekan ke level $26,01, didorong oleh meningkatnya volume transaksi on-chain yang dalam beberapa metrik bahkan melampaui bursa terpusat. Tren positif ini juga diikuti oleh Bitcoin Cash yang naik 3,21% secara mingguan, serta Solana dan BNB yang masing-masing menguat sekitar 2,03%.
Stabilnya kinerja aset Layer-1 menunjukkan bahwa investor institusi masih memberikan kepercayaan pada proyek dengan fondasi jaringan yang kuat.
Berbeda dengan sektor infrastruktur, aset berbasis komunitas dan memecoin justru mengalami tekanan. Dogecoin menjadi yang terlemah di kelompok aset utama dengan penurunan mingguan 4,96% ke level $0,1231.
Kondisi ini mencerminkan pergeseran strategi investor menuju pendekatan yang lebih defensif. Menjelang pergantian tahun, investor ritel cenderung melepas aset spekulatif untuk mengamankan keuntungan atau melakukan tax loss harvesting. Cardano juga mengalami pelemahan sebesar 2,76%, gagal mengikuti sentimen positif pasar secara keseluruhan.
Secara keseluruhan, pasar kripto menutup tahun 2025 dengan optimisme yang terukur. Stabilitas Bitcoin di atas $88.000 menjadi fondasi yang cukup kuat, namun tantangan utama akan muncul di awal 2026.
Pasar akan menantikan kembalinya volume institusional serta arus masuk dana ke produk ETF Spot setelah musim liburan. Selain itu, dinamika makroekonomi global—terutama kebijakan suku bunga The Fed dan Bank of Japan—diperkirakan kembali menjadi faktor utama penggerak volatilitas.
Pada penutupan candle tahunan hari ini, Bitcoin diharapkan mampu melanjutkan pola tiga candle hijau diikuti satu candle merah. Namun, kebijakan quantitative tightening (QT) The Fed tampaknya memberikan pengaruh besar terhadap peluang penutupan tahun ini serta proyeksi tahun depan.
Bitcoin memiliki korelasi kuat dengan kondisi likuiditas pasar. Dengan adanya kebijakan quantitative easing (QE) yang telah diterapkan oleh The Fed, diharapkan terdapat dorongan positif bagi harga Bitcoin di tahun mendatang, selama tidak terjadi gangguan sistemik pada perekonomian global.
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.