SoftBank Siap Perbesar Investasi di OpenAI hingga Rp504 Triliun, Apa Dampaknya?

Investasi Digital - Diposting pada 28 January 2026 Waktu baca 5 menit

SoftBank. Bloomberg

SoftBank Group Corp. tengah mempertimbangkan investasi tambahan senilai US$30 miliar (sekitar Rp504,24 triliun) di OpenAI, menurut sumber yang mengetahui rencana ini.

 

Perusahaan Jepang itu merupakan salah satu investor terbesar di startup di balik ChatGPT, teknologi AI paling populer saat ini.

 

Rencana investasi baru ini mencerminkan ambisi pendiri Masayoshi Son untuk memainkan peran penting dalam perkembangan kecerdasan buatan di tingkat global.

 

Sumber anonim menyatakan bahwa pembicaraan masih fleksibel dan jumlah investasi bisa berubah. Saham SoftBank melonjak 5,8% di Tokyo pada hari Rabu.

 

Masayoshi Son melepas beberapa kepemilikan untuk menambah porsi saham di OpenAI sekaligus menyiapkan dana bagi investasi besar yang bertujuan mengintegrasikan AI ke berbagai perangkat.

 

Ia menjual saham di Nvidia Corp. dan menunda akuisisi operator pusat data AS, Switch Inc. Saat ini, SoftBank memiliki 11% saham di OpenAI setelah menyuntikkan US$22,5 miliar bulan lalu.

 

Perwakilan SoftBank menolak memberikan komentar. Laporan pertama kali dipublikasikan oleh The Wall Street Journal.

 

CEO OpenAI, Sam Altman, bertemu dengan investor besar di Timur Tengah untuk mendukung putaran pendanaan baru yang ditargetkan minimal US$50 miliar.

 

OpenAI berharap mengumpulkan US$50 miliar atau lebih dengan valuasi antara US$750 miliar hingga US$830 miliar. Pembicaraan masih awal dan angka ini dapat berubah.

 

Meskipun menjadi investor awal di AI, SoftBank tertinggal dalam perlombaan global membangun chip, server, dan perangkat keras pendukung machine learning, dengan banyak dana mengalir ke Nvidia dan TSMC.

 

Selama setahun terakhir, SoftBank membeli Ampere Computing seharga US$6,5 miliar dan unit robotika ABB seharga US$5,4 miliar. Di sisi lain, perusahaan melepas saham di T-Mobile US, menjual seluruh saham di Nvidia, dan menambah pinjaman margin menggunakan saham Arm.

 

Investasi besar SoftBank di AI, ditambah turunnya nilai saham Arm akhir tahun lalu, menimbulkan tekanan signifikan terhadap kelayakan kredit perusahaan, menurut S&P Global Ratings.

Sumber: bloombergtechnoz.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.