Kim Jong Un Awasi Uji Coba Sistem Roket Serangan Baru, Ancaman Regional Meningkat

Berita Terkini - Diposting pada 28 January 2026 Waktu baca 5 menit

Foto yang diambil pada 18 Maret 2024 menunjukkan peluncuran roket salvo dalam uji coba yang dilakukan oleh militer Korea Utara. (Foto: KCNA via KNS/AFP)

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, memantau uji coba sistem roket multi-peluncur kaliber besar yang telah ditingkatkan dan dirancang untuk menyerang sasaran tertentu. Langkah ini merupakan bagian dari upaya negara tersebut memperkuat kemampuan pencegahannya terhadap potensi perang nuklir, menurut laporan media pemerintah pada Rabu.

 

Kim menyatakan bahwa peningkatan sistem senjata ini memungkinkan Korea Utara “menggunakan kekuatan terbesarnya dengan cara paling tepat dan efektif, sehingga dapat diterapkan pada serangan spesifik,” menurut Kantor Berita Pusat Korea (KCNA). Ia tidak menjelaskan secara rinci jenis serangan yang ditujukan oleh roket tersebut.

 

Sehari sebelumnya, Korea Selatan dan Jepang melaporkan beberapa rudal balistik jarak pendek ditembakkan dari wilayah utara Pyongyang menuju perairan di timur laut. Korea Utara mengonfirmasi empat roket yang berhasil mengenai target pada jarak 358,5 kilometer dari titik peluncuran.

 

“Semua parameter telah ditingkatkan untuk memaksimalkan kemampuan serangan, termasuk mobilitas, intelijen, dan akurasi tembakan roket,” kata Kim seperti dikutip KCNA.

 

Laporan tidak menjelaskan detail teknologi yang ditingkatkan, namun menyebut senjata ini memiliki “sistem penerbangan berpemandu presisi mandiri yang mampu mengabaikan intervensi eksternal.”

 

“Seperti yang selalu saya tekankan, semua aktivitas ini bertujuan meningkatkan kemampuan pencegahan kami terhadap perang nuklir,” tegas Kim.

 

Langkah ini dilakukan menjelang kongres partai yang akan berlangsung beberapa minggu ke depan, di mana Kim biasanya memaparkan arah kebijakan lima tahunan. Pada kongres terakhir tahun 2021, Partai Buruh yang berkuasa menyoroti produksi kapal selam nuklir sebagai proyek senjata utama.

 

Kim menegaskan ia akan “menguraikan langkah berikutnya untuk lebih memperkuat pencegahan perang nuklir negara ini” pada pertemuan partai mendatang.

 

Pengerahan kekuatan terbaru ini juga terjadi setelah Wakil Menteri Pertahanan AS untuk Kebijakan, Elbridge Colby, mengunjungi Seoul awal pekan ini dan memuji Korea Selatan sebagai sekutu yang siap memainkan peran lebih besar dalam pertahanan nasional.

 

Strategi Pertahanan Nasional AS yang dirilis pekan lalu mendorong Korea Selatan mengambil peran utama dalam menahan ancaman Korea Utara, karena fokus pemerintahan Trump diprioritaskan untuk melindungi wilayah AS.

 

Ini merupakan peluncuran rudal balistik kedua Korea Utara tahun ini, setelah sebelumnya menuduh Korea Selatan melanggar wilayah udaranya dengan drone awal bulan ini. Pemerintah Korea Selatan membantah tuduhan tersebut dan menyelidiki kemungkinan drone dikirim oleh warga sipil. Setelah peluncuran pertama pada awal Januari, Korea Utara menyatakan telah menguji rudal hipersonik.

Sumber: bloombergtechnoz.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.