Berita Terkini
Kim Jong Un Awasi Uji Coba Sistem Roket Serangan Baru, Ancaman Regional Meningkat
/index.php
Berita Terkini - Diposting pada 29 December 2025 Waktu baca 5 menit
Transportasi massal berbasis rel kini memegang peranan krusial dalam menopang aktivitas ekonomi di kota-kota megapolitan dunia. Di tengah lonjakan jumlah penduduk dan kepadatan lalu lintas jalan, kereta api muncul sebagai moda mobilitas paling efektif dan andal.
Seiring perkembangan tersebut, fungsi stasiun kereta pun mengalami perubahan signifikan. Stasiun modern tidak lagi hanya menjadi titik naik-turun penumpang, melainkan berkembang menjadi kawasan multifungsi yang menyerupai “kota mini”, lengkap dengan pusat perbelanjaan, gedung perkantoran, serta area kuliner dan hiburan.
Berdasarkan laporan terbaru dari Times of India, peta stasiun kereta tersibuk di dunia ternyata didominasi negara Asia. Jepang dan India justru mengungguli negara-negara Barat seperti Amerika Serikat dan Inggris dalam hal volume pergerakan penumpang.
Hingga kini, Stasiun Shinjuku di Tokyo masih mempertahankan posisinya sebagai stasiun dengan arus manusia paling padat di dunia.
Berikut daftar sepuluh stasiun kereta api tersibuk di dunia berdasarkan jumlah penumpang per tahun:
Stasiun Shinjuku (Tokyo, Jepang)
Pemegang Rekor Dunia Guinness ini melayani sekitar 1,16 miliar penumpang setiap tahun. Shinjuku merupakan simpul utama yang menghubungkan pusat Tokyo dengan wilayah barat. Kompleksnya sangat luas, memiliki lebih dari 200 gerbang tiket dan terintegrasi dengan berbagai gedung pencakar langit.
Stasiun Shibuya (Tokyo, Jepang)
Terkenal secara global lewat persimpangan pejalan kaki ikoniknya, Stasiun Shibuya melayani lebih dari 1 miliar penumpang per tahun. Kawasan ini menjadi pusat budaya pop dan mode anak muda Jepang, serta terus mengalami modernisasi untuk menampung lonjakan arus penumpang.
Stasiun Ikebukuro (Tokyo, Jepang)
Dengan sekitar 843 juta penumpang per tahun, Ikebukuro menjadi pintu utama komuter dari wilayah utara Tokyo, khususnya Prefektur Saitama. Stasiun ini juga dikenal sebagai destinasi belanja besar karena terhubung langsung dengan dua pusat perbelanjaan raksasa.
Stasiun Osaka–Umeda (Osaka, Jepang)
Sebagai stasiun tersibuk di Jepang bagian barat, Osaka–Umeda mencatat sekitar 750 juta penumpang per tahun. Kawasan ini sejatinya merupakan gabungan beberapa stasiun yang membentuk jaringan besar di pusat bisnis Umeda.
Stasiun Yokohama (Yokohama, Jepang)
Berada di selatan Tokyo, Stasiun Yokohama melayani sekitar 711 juta penumpang per tahun. Stasiun ini berperan penting sebagai titik transit utama bagi jutaan pekerja yang setiap hari bepergian dari Prefektur Kanagawa ke Tokyo.
Stasiun Howrah (Kolkata, India)
Sebagai stasiun tersibuk di Asia Selatan, Howrah melayani sekitar 547 juta penumpang per tahun. Beroperasi sejak 1854, stasiun bersejarah di tepi Sungai Hooghly ini menjadi pusat jaringan kereta wilayah timur India.
Stasiun Kita-Senju (Tokyo, Jepang)
Meski kurang populer di kalangan wisatawan, Kita-Senju mencatat aktivitas luar biasa dengan sekitar 507 juta penumpang per tahun. Stasiun ini berfungsi sebagai simpul penting yang menghubungkan wilayah pinggiran utara dengan pusat bisnis Tokyo.
Stasiun Sealdah (Kolkata, India)
Stasiun ini melayani sekitar 438 juta penumpang per tahun dan menjadi tulang punggung sistem kereta komuter suburban Kolkata, mengangkut jutaan pekerja setiap harinya.
Stasiun Tokyo (Tokyo, Jepang)
Sebagai titik awal jaringan perkeretaapian Jepang, Stasiun Tokyo melayani sekitar 433 juta penumpang per tahun. Selain menjadi terminal utama Shinkansen, stasiun ini juga dikenal sebagai ikon arsitektur bersejarah dengan bangunan bata merah klasik.
Stasiun Nagoya (Nagoya, Jepang)
Menutup daftar sepuluh besar, Stasiun Nagoya melayani sekitar 423 juta penumpang per tahun. Kompleks JR Central Towers yang ikonik menjadikannya salah satu gedung stasiun terbesar di dunia.
Dominasi Jepang dan India dalam daftar ini memberikan gambaran jelas tentang arah pembangunan kota global. Di Jepang, stasiun kereta telah berkembang menjadi pusat integrasi antara transportasi, bisnis, dan gaya hidup. Sementara di India, stasiun menjadi urat nadi mobilitas massal yang menopang kehidupan ratusan juta penduduk.
Fenomena ini menjadi refleksi penting bagi negara berkembang lainnya, termasuk Indonesia. Data tersebut menegaskan bahwa pembangunan sistem perkeretaapian terpadu bukan lagi pilihan tambahan, melainkan fondasi utama untuk menjaga keberlanjutan ekonomi kota megapolitan di masa depan.
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.