Bisnis | Ekonomi
Stok Beras Bulog Semarang 81.600 Ton, Diproyeksi Cukup hingga Maret 2027
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 31 October 2026 Waktu baca 5 menit
Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan belanja negara 2026 bertambah sekitar Rp300 triliun untuk merespons bencana dan kenaikan harga energi dunia. Pemerintah menyebut penanganan bencana di Sumatra serta kebakaran hutan dan lahan menjadi bagian dari kebutuhan tambahan, sementara APBN juga menanggung subsidi Pertalite dan Solar.
Dari tambahan tersebut, pemerintah menyiapkan sekitar Rp60 triliun untuk penanganan bencana. Suahasil menyampaikan angka kenaikan belanja itu dalam Rapimnas Kadin Indonesia di Jakarta pada Jumat, 30 Oktober 2026.
Proyeksi belanja dan penerimaan berubah
Anggaran belanja negara semula ditetapkan Rp3.843 triliun. Pada pertengahan tahun, proyeksi belanja dinaikkan menjadi Rp3.942 triliun, atau naik bersih sekitar Rp99 triliun dari anggaran awal. Angka kenaikan total sekitar Rp300 triliun yang disebut Suahasil mencakup tekanan belanja yang perlu dikelola, sedangkan perubahan proyeksi bersih yang diberitakan adalah Rp99 triliun.
Untuk menopang kebutuhan anggaran, pemerintah menaikkan target penerimaan negara sekitar Rp54 triliun, dari Rp3.154 triliun menjadi Rp3.208 triliun. Selain itu, Kementerian Keuangan melakukan realokasi dan refocusing; Suahasil menyebut hampir Rp200 triliun belanja telah digeser ke pos lain.
Defisit diproyeksikan melebar
Target awal defisit APBN 2026 sebesar Rp689,1 triliun atau 2,68% terhadap produk domestik bruto (PDB). Proyeksi terbaru yang disebut dalam pemberitaan naik Rp45,2 triliun menjadi Rp734,3 triliun atau 2,85% PDB. Pemerintah menyatakan penyesuaian penerimaan dan realokasi dilakukan untuk mengelola tekanan tersebut.
Rincian ini merupakan penjelasan pemerintah yang disampaikan Suahasil, bukan hasil audit independen atas seluruh kebutuhan belanja.
Sumber: https://ekonomi.bisnis.com/read/20261031/10/2017105/belanja-apbn-2026-sudah-bengkak-rp300-triliun-karena-tangani-bencana-hingga-subsidi-bbm
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.