IHSG Diprediksi Menguat, Cermati 5 Saham Berpeluang Cuan Hari Ini

Saham News - Diposting pada 17 July 2026 Waktu baca 5 menit

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan masih memiliki ruang untuk melanjutkan kenaikan pada perdagangan Jumat, 17 Juli 2026. Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak dengan level penopang di 6.080, titik pivot 6.125, dan resistance terdekat di 6.175.

 

Prospek tersebut muncul setelah indeks mencatat kenaikan kuat pada sesi sebelumnya. Pada Kamis, 16 Juli 2026, IHSG ditutup menguat 1,10% ke posisi 6.108,21.

 

Masuknya kembali dana asing turut memperkuat pergerakan pasar. Investor asing membukukan pembelian bersih senilai Rp283,41 miliar di pasar reguler. Pada saat yang sama, rupiah menguat 0,46% dan ditutup di posisi Rp17.986 per dolar Amerika Serikat.

 

Momentum Teknikal Masih Terjaga

Dari sisi teknikal, Phintraco melihat IHSG masih bertahan di atas rata-rata pergerakan lima hari atau MA5 dan rata-rata pergerakan 20 hari atau MA20.

 

Posisi tersebut mengindikasikan bahwa pergerakan jangka pendek indeks masih berada dalam jalur positif. Indikator Moving Average Convergence Divergence atau MACD juga mulai menunjukkan pelebaran kemiringan positif.

 

Kombinasi kedua indikator itu dinilai menjaga peluang IHSG untuk bergerak menuju area 6.125–6.175. Meski demikian, level tersebut sekaligus menjadi zona yang perlu ditembus agar penguatan dapat berkembang menjadi tren lanjutan yang lebih meyakinkan.

 

Area 6.080 menjadi batas bawah terdekat yang perlu diperhatikan. Selama indeks mampu bertahan di atas level tersebut, skenario penguatan masih relatif terjaga. Namun, kegagalan mempertahankan support dapat membuka peluang konsolidasi setelah lonjakan pada sesi sebelumnya.

 

Aliran Dana Asing Kembali Memberikan Dukungan

Pembelian bersih asing di pasar reguler menjadi salah satu perubahan penting dalam perdagangan terakhir. Sebelumnya, arus dana investor global sempat menjadi faktor yang membatasi kenaikan IHSG.

 

Kembalinya net foreign buy dapat membantu meningkatkan permintaan terhadap saham-saham berkapitalisasi besar. Emiten perbankan, telekomunikasi, barang konsumsi, kertas, dan semen pun berpotensi mendapat perhatian apabila arus modal asing bertahan.

 

Meski demikian, satu hari pembelian bersih belum cukup untuk memastikan terjadinya perubahan tren arus modal. Investor tetap perlu mengamati konsistensi transaksi asing dan kemampuan indeks bertahan di atas level psikologis 6.000.

 

Investasi Nasional Menjadi Sentimen Domestik

Selain faktor teknikal dan aliran modal asing, pasar juga mendapat dukungan dari laporan investasi nasional.

 

Realisasi investasi Indonesia pada kuartal II-2026 mencapai Rp511,8 triliun. Nilai tersebut tumbuh 7,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan setara dengan 25,1% dari target investasi nasional 2026.

 

Komposisi investasi asing dan domestik relatif seimbang. Penanaman Modal Asing menyumbang 50,4% dari realisasi kuartal kedua, sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri berkontribusi 49,6%.

 

Penyebaran investasi antara Jawa dan luar Jawa juga hampir berimbang. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa aktivitas penanaman modal tidak hanya berpusat pada wilayah ekonomi utama di Pulau Jawa.

 

Pemerintah menilai komitmen jangka panjang investor dari Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, dan sejumlah mitra lainnya masih kuat. Kepastian perizinan dan perbaikan iklim usaha menjadi faktor yang terus didorong untuk mempertahankan kepercayaan tersebut.

 

FDI Kuartal II Mencetak Rekor

Investasi asing langsung, tidak termasuk sektor keuangan serta minyak dan gas, meningkat 27,4% secara tahunan menjadi Rp257,7 triliun pada kuartal II-2026.

 

Pertumbuhan tersebut jauh lebih cepat dibandingkan kenaikan 8,5% pada kuartal pertama dan menjadi laju pertumbuhan tertinggi sejak kuartal IV-2024.

 

Industri logam dasar menjadi penerima investasi asing terbesar, disusul sektor jasa lainnya dan pertambangan. Besarnya investasi pada industri tersebut mencerminkan peran hilirisasi mineral dalam menarik modal luar negeri.

 

Sepanjang semester I-2026, PMA secara resmi mencapai Rp507,6 triliun. Angka tersebut merupakan bagian dari total investasi nasional sebesar Rp1.010,6 triliun. Singapura masih menjadi sumber investasi asing terbesar secara kumulatif, diikuti Hong Kong, Tiongkok, Jepang, dan Amerika Serikat.

 

Kenaikan investasi asing memberikan sinyal positif bagi aktivitas produksi, pembangunan fasilitas baru, dan prospek pertumbuhan ekonomi. Namun, konsentrasi modal pada sektor komoditas juga menciptakan risiko apabila harga mineral dunia melemah atau permintaan global mengalami perlambatan.

 

Lima Saham Pilihan Phintraco

Sejalan dengan proyeksi penguatan IHSG, Phintraco Sekuritas memasukkan lima saham ke dalam daftar yang perlu dicermati pada perdagangan Jumat.

Kode Nama emiten Sektor utama
BBCA PT Bank Central Asia Tbk. Perbankan
ICBP PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Barang konsumsi
EXCL PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. Telekomunikasi
TKIM PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. Kertas dan pulp
SMGR PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Material dasar

Kelima saham tersebut berasal dari sektor yang berbeda sehingga menawarkan tema perdagangan yang beragam. BBCA mewakili sektor perbankan, sedangkan ICBP berkaitan dengan konsumsi domestik. EXCL menawarkan eksposur pada bisnis telekomunikasi, TKIM pada industri kertas, dan SMGR pada kebutuhan semen serta pembangunan infrastruktur.

 

Rekomendasi tersebut tetap perlu disesuaikan dengan pergerakan harga, volume perdagangan, dan toleransi risiko masing-masing investor. Kenaikan IHSG menuju resistance juga dapat memicu aksi ambil untung, terutama pada saham yang telah mencatat penguatan besar.

 

Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi. Seluruh analisis, proyeksi teknikal, dan daftar saham bukan merupakan rekomendasi personal atau ajakan untuk membeli maupun menjual efek tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor.

Sumber: investor.id

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.