Bisnis | Ekonomi
Prabowo Sentil Kritik Harga Beras Mahal: Tanam Padi Sendiri!
/index.php
Saham News - Diposting pada 17 July 2026 Waktu baca 5 menit
JAKARTA — Peta aliran modal asing ke Indonesia mengalami perubahan pada periode April–Juni 2026. Hong Kong naik ke posisi teratas sebagai sumber investasi asing terbesar pada kuartal II-2026, mengakhiri dominasi Singapura yang telah berlangsung selama satu dekade.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Rosan Roeslani mengatakan perubahan tersebut tidak terlepas dari semakin agresifnya investasi perusahaan-perusahaan asal Tiongkok yang disalurkan melalui Hong Kong.
Pada kuartal II-2026, nilai investasi yang tercatat berasal dari Hong Kong mencapai US$5 miliar. Singapura berada di posisi kedua dengan US$4,2 miliar, disusul Tiongkok sebesar US$1,7 miliar, Jepang US$0,9 miliar, dan Malaysia US$0,7 miliar.
| Peringkat | Sumber investasi | Nilai |
|---|---|---|
| 1 | Hong Kong | US$5 miliar |
| 2 | Singapura | US$4,2 miliar |
| 3 | Tiongkok | US$1,7 miliar |
| 4 | Jepang | US$0,9 miliar |
| 5 | Malaysia | US$0,7 miliar |
Kelima sumber tersebut menyumbang sekitar 79,6% dari keseluruhan investasi asing yang masuk ke Indonesia selama kuartal kedua. Korea Selatan dan Belanda berada di belakang lima besar bersama sejumlah negara lainnya.
Naiknya posisi Hong Kong tidak serta-merta berarti seluruh modal tersebut berasal dari perusahaan lokal Hong Kong. Pemerintah melihat sebagian besar investasi itu berkaitan dengan perusahaan atau pemilik modal dari Tiongkok yang menggunakan Hong Kong sebagai jalur penanaman modal.
Investasi tersebut banyak diarahkan pada kegiatan hilirisasi, terutama proyek yang berhubungan dengan pengolahan mineral. Karena itu, data berdasarkan negara atau wilayah asal pencatatan belum tentu sepenuhnya menggambarkan negara asal pemilik modal sebenarnya.
Fenomena serupa juga terjadi pada investasi yang dicatat berasal dari Singapura atau Malaysia. Sebuah perusahaan dari negara lain dapat mendirikan entitas, mengelola pembiayaan, atau menyalurkan investasinya melalui pusat bisnis regional tersebut sebelum modal masuk ke Indonesia.
Dengan demikian, peringkat negara atau wilayah investor lebih tepat dibaca sebagai gambaran jalur langsung masuknya modal, bukan selalu sebagai identitas akhir pemilik dana.
Meskipun kehilangan posisi pertama pada kuartal kedua, Singapura masih menjadi sumber investasi terbesar secara kumulatif selama Januari–Juni 2026.
Investasi yang tercatat berasal dari Singapura sepanjang semester I-2026 mencapai US$8,8 miliar. Hong Kong mengikuti dengan US$7,6 miliar, sehingga terdapat selisih US$1,2 miliar di antara keduanya.
Tiongkok berada di peringkat ketiga dengan US$3,9 miliar. Jepang menempati posisi keempat dengan US$1,9 miliar, sedangkan Amerika Serikat melengkapi lima besar dengan US$1,7 miliar.
| Peringkat | Sumber investasi | Semester I-2026 |
|---|---|---|
| 1 | Singapura | US$8,8 miliar |
| 2 | Hong Kong | US$7,6 miliar |
| 3 | Tiongkok | US$3,9 miliar |
| 4 | Jepang | US$1,9 miliar |
| 5 | Amerika Serikat | US$1,7 miliar |
Data tersebut menunjukkan bahwa perubahan pada kuartal II belum cukup untuk menggeser Singapura dari posisi puncak secara semesteran. Namun, pertumbuhan investasi melalui Hong Kong mempersempit jarak dan memperlihatkan perubahan dalam jalur masuk modal asing ke Indonesia.
Secara keseluruhan, realisasi investasi Indonesia pada kuartal II-2026 mencapai Rp511,8 triliun. Investasi tersebut menyerap 742.293 tenaga kerja, meningkat 5,1% dibandingkan periode pembanding yang digunakan pemerintah.
Komposisi investasi domestik dan asing relatif seimbang. Penanaman Modal Dalam Negeri menyumbang 49,6%, sedangkan Penanaman Modal Asing berkontribusi 50,4%.
Dari sisi sektor, industri logam dasar, barang logam bukan mesin, dan peralatan mencatat realisasi terbesar senilai Rp81 triliun atau sekitar 15,8% dari total investasi kuartal kedua.
Sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi menyusul dengan Rp57,3 triliun. Pertambangan membukukan investasi Rp53,1 triliun, sedangkan perdagangan dan reparasi mencapai Rp40,8 triliun.
Besarnya kontribusi industri logam dan pertambangan sejalan dengan penjelasan pemerintah bahwa modal dari Tiongkok yang masuk melalui Hong Kong banyak berkaitan dengan agenda hilirisasi mineral.
Sepanjang semester I-2026, total investasi yang direalisasikan di Indonesia mencapai Rp1.010,6 triliun. Jumlah tersebut tumbuh 7,2% secara tahunan dan setara dengan 49,5% dari target investasi 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun.
Penanaman Modal Asing mencapai Rp507,6 triliun, sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri tercatat Rp502,9 triliun. Investasi selama enam bulan pertama 2026 juga menyerap hampir 1,45 juta tenaga kerja.
Perubahan posisi antara Hong Kong dan Singapura menjadi sinyal bahwa jalur masuk modal asing ke Indonesia semakin beragam. Singapura tetap berperan sebagai pusat investasi regional terbesar secara kumulatif, tetapi Hong Kong kini semakin penting sebagai pintu masuk modal Tiongkok, terutama untuk proyek hilirisasi dan industri berbasis mineral.
Tantangan selanjutnya tidak hanya mempertahankan besarnya investasi, tetapi juga memastikan modal tersebut menghasilkan kegiatan industri bernilai tambah, memperluas lapangan kerja, memperkuat keterlibatan pelaku usaha lokal, dan memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi daerah tempat proyek dijalankan.
Sumber: detik.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.