Berita Terkini
BGN Bakal Angkat 32.000 Petugas MBG Jadi PPPK pada Februari
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 21 January 2026 Waktu baca 5 menit
Amerika Serikat tengah menghadapi tekanan signifikan dari pasar keuangan global, yang tercermin dari pelemahan tajam indeks dolar AS (DXY). Indeks ini mengukur kinerja dolar terhadap enam mata uang utama dunia, yaitu euro, yen Jepang, poundsterling Inggris, dolar Kanada, krona Swedia, dan franc Swiss. Penurunan tersebut terjadi di tengah kembali menguatnya sentimen “sell America” di pasar global.
Berdasarkan data Refinitiv, indeks dolar AS ditutup melemah 0,76% ke level 98,641 pada perdagangan Selasa (20/1/2026). Penurunan ini merupakan yang terdalam sejak 1 Agustus 2025, ketika DXY anjlok 0,83% dalam satu hari.
Tekanan terhadap dolar berlanjut pada perdagangan Rabu (21/1/2026). Hingga pukul 09.07 WIB, DXY masih berada di zona negatif dengan penurunan 0,15% di posisi 98,945.
Sentimen Sell America Kembali Menguat
Pelemahan dolar kali ini sejalan dengan meningkatnya sikap risk-off di pasar global. Sejumlah pelaku pasar menilai pergerakan tersebut mencerminkan kembalinya narasi “sell America”, yang ditandai dengan aksi pelepasan dolar AS dan obligasi pemerintah AS, sementara permintaan terhadap aset lindung nilai seperti emas meningkat.
Salah satu faktor pemicu memburuknya sentimen adalah meningkatnya ketegangan politik antara Amerika Serikat dan Eropa terkait isu Greenland. Ancaman dari Gedung Putih terhadap negara-negara Eropa mengenai masa depan wilayah tersebut memicu aksi jual luas pada aset AS, termasuk saham dan obligasi pemerintah. Situasi ini turut mendorong penguatan mata uang Eropa, dengan euro dan poundsterling Inggris bergerak naik terhadap dolar AS.
Pasar menilai eskalasi ini berpotensi memperpanjang ketidakpastian kebijakan serta meningkatkan premi risiko aset-aset AS, sehingga investor memilih mengurangi eksposur atau melakukan lindung nilai.
Analis pasar IG, Tony Sycamore, menyebut investor melepas aset berdenominasi dolar karena kekhawatiran terhadap ketidakpastian yang berlarut-larut, memburuknya hubungan aliansi, menurunnya kepercayaan pada kepemimpinan AS, potensi aksi balasan, serta percepatan tren de-dolarisasi.
Pandangan serupa disampaikan Krishna Guha, Head of Global Policy and Central Banking Strategy Evercore ISI, yang dikutip CNBC International. Ia menilai tekanan tersebut menandakan kembalinya fenomena sell America dalam kerangka risk-off yang lebih luas.
Dinamika ini memicu gejolak lintas aset. Harga obligasi pemerintah AS melemah sehingga imbal hasil meningkat, pasar saham AS tertekan, dan volatilitas naik. Sebaliknya, harga emas dan perak menguat, mencerminkan pergeseran minat investor ke aset yang dianggap lebih aman di tengah meningkatnya ketidakpastian.
Meski demikian, sebagian pelaku pasar menilai dampak sell America berpotensi bersifat sementara. Beberapa analis menilai ancaman tarif dalam jangka pendek memang membebani dolar, terutama ketika posisi pasar masih overweight pada mata uang tersebut. Namun, jika eskalasi meluas ke isu yang lebih sensitif, khususnya terkait keamanan, risiko terhadap Eropa juga dapat meningkat dan mengubah arah respons pasar.
Secara lebih luas, fenomena sell America mencerminkan fase ketika investor global menetapkan premi risiko yang lebih tinggi terhadap investasi di Amerika Serikat, terutama saat ketidakpastian kebijakan meningkat dan kepercayaan terhadap arah kebijakan ekonomi melemah. Kondisi ini berpotensi menekan dolar sekaligus mendorong diversifikasi investasi ke aset dan wilayah lain.
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.