Bisnis | Ekonomi
'Sell America!' Menggema, Dolar AS Anjlok Terburuk dalam 5 Bulan
/index.php
Saham News - Diposting pada 21 January 2026 Waktu baca 5 menit
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Selasa (20/1) nyaris tanpa perubahan, menguat tipis 0,01% ke posisi 9.134,70. Pergerakan indeks ditopang oleh sejumlah saham berkapitalisasi menengah dan kecil, dengan BRMS melonjak 6,50%, EMAS melesat 18,18%, serta RISE naik 17,94% sebagai kontributor utama. Sebaliknya, tekanan datang dari DSSA yang turun 10,59%, disusul BBCA melemah 1,54% dan ASII terkoreksi 1,69%.
Dari sisi transaksi, investor asing mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp6,50 miliar di pasar reguler. Namun secara agregat di seluruh pasar, asing masih membukukan penjualan bersih senilai Rp98,18 miliar.
Secara sektoral, mayoritas sektor bergerak positif dengan 9 dari 11 sektor ditutup menguat. Sektor transportasi menjadi yang terlemah setelah turun 0,63%, sementara sektor industri dasar mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 2,49%.
Dari kabar emiten, Kencana Energi Lestari (KEEN) melalui anak usahanya, Energi Surya Halmahera, berhasil memperoleh kontrak Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) dengan PLN. Perseroan akan membangun dan mengelola PLTS Tobelo berkapasitas 10 MW yang dilengkapi sistem baterai 8,4 MWh.
Nilai proyek tersebut diperkirakan mencapai sekitar US$25 juta dengan masa penjualan listrik selama 20 tahun sejak mulai beroperasi. Pembangunan direncanakan dimulai pada 2026 dan ditargetkan beroperasi komersial pada kuartal I 2027, dengan potensi pendapatan konstruksi sebesar US$13,8 juta serta tambahan pendapatan tahunan sekitar US$1,6 juta dari penjualan listrik.
Sementara itu, Bukit Uluwatu Villa (BUVA) berencana melakukan penambahan modal melalui skema hak memesan efek terlebih dahulu dengan menerbitkan hingga 50 miliar saham baru, atau setara maksimal 203,11% dari jumlah saham beredar saat ini.
Aksi tersebut bertujuan memperkuat struktur permodalan serta mendukung ekspansi usaha dan pemenuhan kewajiban perusahaan. Rencana ini masih menunggu persetujuan RUPSLB yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Februari. Pemegang saham yang tidak mengeksekusi haknya berpotensi mengalami dilusi hingga 67,01%.
Langkah ini melanjutkan aksi PMHMETD I pada 2025 senilai Rp603,98 miliar yang digunakan untuk akuisisi Bukit Permai Properti dari grup Summarecon serta pengembangan lahan di kawasan Pecatu, Bali. Dari sisi teknikal, saham BUVA masih memiliki peluang penguatan hingga area rasio tertentu.
Rekomendasi Saham Hari Ini:
BRMS
Buy 1300–1320 | TP 1370–1420 | SL 1225
BUVA
Buy 2110–2130 | TP 2200–2250 | SL 1990
PSAB
Buy 650–660 | TP 685–710 | SL 615
JATI
Buy 142–145 | TP 150–157 | SL 134
IMPC
Buy 3460–3480 | TP 3580–3700 | SL 3270
Disclaimer: Seluruh analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini disajikan untuk tujuan informasi dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan masing-masing. Berinvestasilah secara bijak.
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.