Bisnis | Ekonomi
'Sell America!' Menggema, Dolar AS Anjlok Terburuk dalam 5 Bulan
/index.php
Saham News - Diposting pada 21 January 2026 Waktu baca 5 menit
Pasar saham Asia-Pasifik dibuka di zona merah pada Rabu, mengikuti pelemahan tajam Wall Street pada sesi sebelumnya. Sentimen negatif dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperkeras pernyataannya mengenai Greenland, termasuk ancaman pengenaan tarif baru terhadap negara-negara yang menolak rencana pengalihan wilayah Denmark tersebut ke AS.
Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong tercatat di level 26.341, lebih rendah dibandingkan penutupan terakhir indeks acuannya di 26.487,51.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 melemah 1,28% dan Topix turun 1,09%. Pasar Korea Selatan juga tertekan, dengan indeks Kospi turun 1,09%, sementara Kosdaq yang didominasi saham berkapitalisasi kecil merosot lebih dalam sebesar 2,2%.
Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia mengawali perdagangan dengan penurunan 0,32%.
Trump sebelumnya menyatakan pada Sabtu bahwa ekspor dari delapan negara Eropa akan dikenakan tarif sebesar 10% mulai 1 Februari. Tarif tersebut berpotensi meningkat menjadi 25% pada 1 Juni apabila perundingan gagal menghasilkan kendali Amerika Serikat atas Greenland yang kaya sumber daya mineral.
Selain itu, Trump mengancam akan memberlakukan tarif hingga 200% terhadap anggur dan sampanye asal Prancis, menyusul laporan bahwa Presiden Prancis Emmanuel Macron menolak bergabung dengan “Dewan Perdamaian” yang diusulkannya. Ia juga melontarkan kritik keras terhadap Inggris, menyebut rencana pengalihan kedaulatan Kepulauan Chagos—lokasi pangkalan militer gabungan Inggris-AS—kepada Mauritius sebagai “langkah yang sangat bodoh.” Trump menilai isu tersebut sebagai alasan tambahan untuk mengakuisisi Greenland atas dasar kepentingan keamanan nasional.
Para pemimpin Eropa menilai ancaman tarif terbaru Trump sebagai tindakan yang tidak dapat diterima dan dilaporkan tengah mempertimbangkan langkah balasan. Prancis disebut mendorong Uni Eropa untuk mengaktifkan mekanisme respons ekonomi terkuatnya, yaitu Instrumen Anti-Koersi.
Di sisi lain, kontrak berjangka saham Amerika Serikat bergerak sedikit menguat pada awal perdagangan Asia, setelah indeks-indeks utama Wall Street mencatat penurunan terdalam dalam tiga bulan terakhir.
Pada perdagangan sebelumnya di AS, Dow Jones Industrial Average anjlok 870,74 poin atau 1,76% dan ditutup di level 48.488,59. Indeks S&P 500 turun 2,06% ke 6.796,86, sementara Nasdaq Composite merosot 2,39% dan berakhir di 22.954,32. Ketiga indeks utama tersebut mencatatkan kinerja terburuk sejak Oktober. Imbal hasil obligasi pemerintah AS melonjak, sementara dolar AS melemah, seiring meningkatnya aksi keluar dari aset-aset Amerika akibat ancaman kebijakan Trump.
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.