Berita Terkini
Kim Jong Un Awasi Uji Coba Sistem Roket Serangan Baru, Ancaman Regional Meningkat
/index.php
Crypto News - Diposting pada 31 December 2025 Waktu baca 5 menit
Reli Bitcoin yang sebelumnya terdorong oleh kuatnya minat investor institusional pada Oktober lalu mulai kehilangan momentum menjelang penutupan tahun 2025. Optimisme pasar terhadap potensi penurunan suku bunga acuan oleh Federal Reserve semakin memudar, sehingga menekan sentimen investor.
Dengan kondisi tersebut, Bitcoin diperkirakan akan menutup tahun di wilayah negatif, dengan level harga di sekitar US$86.000. Pada perdagangan Selasa (30/12/2025) pukul 12.40 WIB, Bitcoin terlihat berfluktuasi di kisaran US$87.095. Posisi ini mencerminkan penurunan sekitar 30% dari puncak harga tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di level US$126.080 yang tercapai pada Oktober lalu.
Memudarnya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh bank sentral AS telah meredam spekulasi di pasar kripto. Dampaknya, hampir seluruh aset kripto utama bergerak serempak di zona merah menjelang akhir tahun, termasuk Solana, XRP, dan Ethereum yang mencatatkan koreksi cukup tajam. Bahkan, ketiga aset tersebut membukukan penurunan dua digit sepanjang 2025.
Berdasarkan data CoinMarketCap per Selasa, aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar kompak mengalami pelemahan. Tekanan terdalam dialami Solana (SOL) yang turun 4,76% dalam 24 jam terakhir dan anjlok 36,76% sepanjang 2025 ke level US$122,66.
Bitcoin (BTC) juga masih tertahan di area negatif dengan penurunan 3,19% dalam 24 jam terakhir dan melemah 6,55% sepanjang tahun ini. Saat ini, harga Bitcoin berada di kisaran US$87.095 atau setara Rp1,46 miliar.
Secara teknikal, pergerakan harga Bitcoin masih membuka peluang pelemahan lanjutan dalam jangka pendek. Hal tersebut terlihat pada grafik 30 menit yang menunjukkan pola lower low dan lower high. Dalam rentang waktu bulanan, Bitcoin diperkirakan bergerak dalam kisaran sempit dengan area support di sekitar US$86.000 dan resistance kuat di level US$90.000.
Mengacu pada ulasan Pintu, menjelang akhir 2025 Bitcoin menghadapi tantangan besar untuk menutup tahun dengan kinerja positif. Kondisi ini menjadi perhatian khusus karena berpotensi menjadi pertama kalinya Bitcoin berakhir di zona merah setelah peristiwa halving.
Sepanjang 2025, Federal Reserve telah memangkas suku bunga sebanyak tiga kali, masing-masing sebesar 25 basis poin. Namun, ketidakjelasan arah kebijakan ke depan masih membayangi pasar, terutama setelah Ketua The Fed Jerome Powell menyampaikan panduan yang dinilai ambigu. Keputusan kebijakan moneter selanjutnya dipandang akan sangat menentukan arah pasar kripto global.
Tekanan juga datang dari aksi ambil untung yang dilakukan investor setelah Bitcoin mencetak rekor tertinggi. Fenomena profit taking ini menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pelemahan harga menjelang pergantian tahun. Selain itu, sikap The Fed yang cenderung kurang dovish, dengan sinyal bahwa pemangkasan suku bunga pada 2026 akan sangat terbatas, turut memperburuk sentimen.
Meski demikian, peluang pemulihan masih terbuka. Jika Bitcoin mampu bertahan dan memantul dari area support di US$85.000–US$86.000 menjelang akhir 2025, harga berpotensi kembali menguji resistance di atas US$90.000. Apabila level tersebut berhasil ditembus, Bitcoin berpeluang melanjutkan penguatan menuju area US$100.000.
Sumber: bloombergtechnoz.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.