Saham Paling Cuan & Boncos di Hari Terakhir Perdagangan BEI 2025

Saham News - Diposting pada 31 December 2025 Waktu baca 5 menit

Pergerakan saham pada hari terakhir perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2025 menunjukkan kinerja yang beragam. Sejumlah saham mencatat lonjakan harga dan masuk daftar top gainers, sementara sebagian lainnya justru mengalami tekanan dan tergolong top losers. Saham PT Chitose International Tbk. (CINT) menjadi yang mencatat kenaikan paling menonjol pada penutupan perdagangan, dengan lonjakan sebesar 34,81% ke level Rp244 per saham. Di posisi berikutnya, saham PT PP Presisi Tbk. (PPRE) menguat 25,36%, disusul PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk. (RMKO) yang naik 24,73% ke Rp464 per saham.

 

Kenaikan signifikan juga dialami PT Polychem Indonesia Tbk. (ADMG) yang melonjak 21,55%, PT Golden Flower Tbk. (POLU) yang menguat 19,90%, serta PT RMK Energy Tbk. (RMKE) yang naik 18,50%. Selain itu, saham PT Nusatama Berkah Tbk. (NTBK) terapresiasi 17,76%, PT Arkora Hydro Tbk. (ARKO) meningkat 17,24%, PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk. (NSSS) naik 14,91%, dan PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk. (MBSS) bertambah 14,65%.

 

Sebaliknya, saham PT Ulima Nitra Tbk. (UNIQ) memimpin daftar saham dengan penurunan terdalam setelah terkoreksi 14,83% ke Rp356 per saham. Di belakangnya, saham PT Mustika Ratu Tbk. (MRAT) melemah 14,78%, sementara PT Pudjiadi Prestige Tbk. (PUDP) turun 14,29%. Tekanan jual juga menimpa PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk. (OPMS) yang anjlok 13,46%, PT Eka Sari Lorena Transport Tbk. (LRNA) yang turun 11,63%, PT Victoria Care Indonesia Tbk. (VICI) yang terkoreksi 11,11%, serta PT Pacific Strategic Financial Tbk. (APIC) yang melemah 8,75%.

 

Adapun tiga saham lain yang masuk jajaran top losers adalah PT Bank Capital Indonesia Tbk. (BACA) yang turun 7,14%, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) yang melemah 6,94%, serta PT Estetika Tata Tiara Tbk. (BEEF) yang juga turun 6,94%. Meski demikian, secara keseluruhan kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang 2025 terbilang impresif dengan penguatan 22,13% secara year to date (ytd). Sepanjang tahun ini, IHSG juga mencatat berbagai rekor baru.

 

Direktur Utama BEI, Iman Rachman, menyampaikan bahwa rekor tertinggi sepanjang sejarah BEI tercapai pada 8 Desember 2025 di level 8.711. Ia juga mengungkapkan bahwa kapitalisasi pasar BEI telah melampaui Rp16.000 triliun. Menurutnya, sepanjang tahun 2025 IHSG mencetak rekor all time high sebanyak 24 kali, yang merupakan hasil kerja bersama OJK, SRO, BEI, serta seluruh pemangku kepentingan pasar modal.

 

Meski mencatat kinerja gemilang, IHSG belum berhasil menembus level psikologis 9.000 yang sebelumnya diproyeksikan tercapai. Sebelumnya, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan keyakinannya bahwa IHSG mampu menembus level 9.000 hingga akhir kuartal IV/2025, dengan menilai bahwa fundamental pasar saham domestik masih berada dalam kondisi yang solid dan indeks tetap bertahan di kisaran psikologis 8.000.

Sumber: bisnis.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.