Harga Bitcoin Rebound, Analis Proyeksikan BTC Tembus Level Kunci

Crypto News - Diposting pada 05 January 2026 Waktu baca 5 menit

Harga Bitcoin (BTC) mencatat kenaikan signifikan di awal tahun 2026, didorong oleh sentimen positif pasar serta derasnya aliran dana ke produk exchange-traded fund (ETF) spot.

 

Penguatan Bitcoin tetap berlanjut meskipun ketegangan geopolitik meningkat menyusul serangan Amerika Serikat terhadap Venezuela.

 

Mengutip laporan BeInCrypto, pasar kripto menunjukkan daya tahan yang kuat, menandakan bahwa pelaku pasar saat ini lebih menaruh perhatian pada faktor likuiditas dan minat institusional ketimbang ketidakpastian makroekonomi jangka pendek.

 

Dalam 24 jam terakhir, pola perilaku investor besar atau whale mengalami perubahan yang cukup signifikan. Alamat dompet yang menyimpan antara 10.000 hingga 100.000 BTC tercatat melepas sekitar 50.000 BTC selama periode 29 Desember hingga 3 Januari.

 

Fase distribusi tersebut mencerminkan sikap waspada para pelaku besar saat Bitcoin bergerak konsolidatif di bawah area resistance utama.

 

Namun, dalam satu hari terakhir, kelompok whale yang sama justru kembali masuk ke pasar dengan melakukan akumulasi. Mereka membeli sekitar 10.000 BTC, setara dengan nilai sekitar US$912 juta, setelah harga Bitcoin berhasil menembus level US$90.000.

 

Aksi beli terbaru ini mengindikasikan meningkatnya kepercayaan dari pemegang besar dan berpotensi meredam tekanan jual dalam jangka pendek.

 

Dari sisi teknikal, Bitcoin berhasil menembus pola descending wedge yang terbentuk selama enam pekan terakhir dalam kurun 24 jam, dengan harga bergerak mendekati US$92.000 saat laporan ini disusun. Breakout tersebut menjadi sinyal awal membaiknya momentum pasar.

 

Agar penguatan ini berlanjut, Bitcoin perlu mempertahankan level US$92.031 sebagai area support, yang selanjutnya dapat membuka peluang kenaikan menuju target US$95.000.

 

Untuk mengonfirmasi skenario bullish yang lebih kuat, harga juga perlu kembali berada di atas beberapa exponential moving average (EMA) penting. Saat ini, EMA 50-hari di kisaran US$91.554 dan EMA 365-hari sekitar US$97.403 masih berperan sebagai area resistance.

 

Apabila level-level tersebut berhasil ditembus dan berubah menjadi support, potensi pembalikan tren akan semakin solid dan peluang Bitcoin kembali menembus level US$100.000 akan terbuka lebih lebar.

 

Meski demikian, risiko jangka pendek tetap berasal dari dinamika ekonomi makro global. Pasar keuangan dunia masih akan mencermati respons terhadap aksi militer Amerika Serikat di Venezuela.

 

Jika sentimen risk-off kembali mendominasi, harga Bitcoin berpotensi mengalami tekanan dan turun kembali ke area US$90.000 atau bahkan lebih rendah, sehingga menggagalkan prospek bullish dalam waktu dekat.

Sumber: investor.id

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.