Berita Terkini
Siap - Siap! Pemerintah Siapkan Insentif Lebaran Rp13 Triliun, Ini Rinciannya
/index.php
Crypto News - Diposting pada 04 January 2025 Waktu baca 5 menit
Harga Ripple Melonjak 14%, Kapitalisasi Pasar Mencapai Posisi Ketiga Terbesar
DIGIVESTASI - Harga Ripple Labs (XRP) melonjak lebih dari 14% ke level US$ 2,43 (sekitar Rp 39.378) pada Kamis (2/1), setelah Bitcoin mencapai rekor baru di atas US$ 97.000 (sekitar Rp 1,57 miliar). Valuasi Ripple pun meroket menjadi US$ 240 miliar (sekitar Rp 3.889,3 triliun).
Kenaikan ini menempatkan Ripple sebagai mata uang kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ketiga, menggeser posisi Tether. Pada hari yang sama, kapitalisasi pasar Ripple tercatat mencapai US$ 138,56 miliar (sekitar Rp 2.245,4 triliun), terpaut hanya US$ 400 juta (sekitar Rp 6,48 triliun) dari Tether.
Pemulihan harga Ripple dari level support penting di atas US$ 2 (sekitar Rp 32.410) menunjukkan potensi kenaikan menuju rekor tertinggi baru dalam waktu dekat. Selama empat minggu terakhir, Ripple berhasil menguji kembali penembusan bullish dari level tertinggi sepanjang masa tahun 2021.
Dari sisi analisis teknikal, Ripple membentuk pola segitiga turun simetris, yang biasanya mengindikasikan pergerakan bullish. Dalam kerangka mingguan, indikator Relative Strength Index (RSI) Ripple telah berada di atas 70% sejak awal November 2024. Dengan altcoin ini rebound dari Moving Average (MA) 50-hari, penutupan harga yang konsisten di atas tren logaritmik yang menurun dapat membuka jalan bagi Ripple untuk mencapai level harga berikutnya.
Faktor Pendorong Kenaikan Harga Ripple
Menurut laporan Coinspeaker, lonjakan harga Ripple sebagian besar didorong oleh terpilihnya kembali Donald Trump, yang dikenal pro-kripto, sebagai salah satu pemimpin Amerika Serikat. Trump telah mengisyaratkan bahwa AS akan memimpin industri mata uang digital melalui regulasi yang lebih jelas dan ramah terhadap kripto.
Selain itu, pencalonan Paul Atkins sebagai Ketua SEC yang baru untuk menggantikan Gary Gensler menimbulkan optimisme di kalangan komunitas Ripple. Mereka berharap kasus hukum yang sedang berlangsung terhadap Ripple akan segera dihentikan.
Keputusan pengadilan yang menyatakan bahwa penjualan Ripple di bursa kripto bukanlah kontrak investasi dan bukan merupakan sekuritas juga memperkuat sentimen positif. Dalam dua bulan terakhir, Ripple menarik minat besar dari investor institusional dan paus yang berusaha mendiversifikasi portofolio mereka di sektor kripto.
Sumber: Coinspeaker
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.