Berita Terkini
Siap - Siap! Pemerintah Siapkan Insentif Lebaran Rp13 Triliun, Ini Rinciannya
/index.php
Saham News - Diposting pada 02 February 2026 Waktu baca 5 menit
Mayoritas saham yang berafiliasi dengan konglomerat nasional tampil melemah pada perdagangan intraday Senin (2/2/2026). Sejumlah saham yang sempat mencatat kinerja cemerlang tahun lalu, seperti CBDK, ADMR, hingga RATU, kini mengalami tekanan signifikan. Mengacu pada data Bursa Efek Indonesia (BEI) pukul 11.14 WIB, pelemahan tajam terlihat pada saham-saham milik konglomerat Happy Hapsoro. Saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) merosot 14,92% ke Rp1.055, PT Sanurhasta Mitra Tbk. (MINA) turun 14,81% ke Rp322, PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) anjlok 14,81% ke Rp3.680, serta PT Raharja Energi Cepu Tbk. (RATU) melemah 14,76% ke Rp4.880.
Tekanan serupa juga menimpa saham-saham yang terafiliasi dengan Aguan. PT Bangun Kosambi Sukses Tbk. (CBDK) terpuruk 14,51% ke Rp4.980, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) terkoreksi 12,37% ke Rp8.150, PT Primadaya Plastisindo Tbk. (PDPP) turun 6,92% ke Rp296, dan PT Jakarta International Hotels & Development Tbk. (JIHD) melemah 5,45% ke Rp520. Saham-saham milik Anthoni Salim juga bergerak negatif, dengan PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) turun 0,74% ke Rp6.750, PT PP London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP) melemah 2,59% ke Rp1.130, serta PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP) terkoreksi 3,51% ke Rp550. Di sisi lain, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) justru mencatat kenaikan 2,83% ke Rp8.175.
Kinerja negatif juga membayangi saham-saham Prajogo Pangestu. PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) terkoreksi 6,16% ke Rp8.000, PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) anjlok 14,12% ke Rp1.855, PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) turun 13,62% ke Rp1.015, serta PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) melemah 10,47% ke Rp5.775.
Tekanan berlanjut pada saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) yang ambles 12,22% ke Rp1.580 dan PT Petrosea Tbk. (PTRO) yang turun 14,89% ke Rp6.000. Saham-saham Grup Sinar Mas pun tak luput dari tekanan, dengan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) anjlok 13,96% ke Rp85.175, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) terkoreksi 7,14% ke Rp8.450, PT Sinar Mas Agro Resources Tbk. (SMAR) merosot 12,35% ke Rp5.500, PT Sinar Mas Multiartha Tbk. (SMMA) melemah 2,31% ke Rp12.700, dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. (TKIM) turun 9,59% ke Rp6.600.
Seiring dengan tekanan pada saham-saham konglomerat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ikut melemah 5,16% ke level 7.899,75, dengan posisi tertinggi harian hanya mencapai 8.313,06. Berdasarkan catatan cepat MNC Sekuritas, tekanan jual meluas hampir ke seluruh sektor, dengan pelemahan terdalam terjadi pada sektor industri dasar yang turun 9,51%, diikuti sektor energi yang terkoreksi 7,39%, serta sektor siklikal yang melemah 7,13%. MNC Sekuritas menilai ketidakpastian terkait status Indonesia dalam indeks MSCI menjadi pemicu utama kepanikan investor. Pelaku pasar saat ini menunggu kejelasan dari otoritas bursa mengenai aturan transparansi data free float yang sebelumnya menjadi sorotan MSCI. “Pasar cenderung bersikap wait and see menjelang komunikasi resmi Bursa Efek Indonesia dengan MSCI terkait transparansi data free float,” tulis MNC Sekuritas dalam risetnya.
Sumber: bisnis.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.