Berita Terkini
Siap - Siap! Pemerintah Siapkan Insentif Lebaran Rp13 Triliun, Ini Rinciannya
/index.php
Berita Terkini - Diposting pada 05 January 2025 Waktu baca 5 menit
Kemenperin Siapkan Pertemuan dengan Petinggi Apple Bahas Kelanjutan Investasi
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa Kementerian Perindustrian akan mengadakan pertemuan dengan jajaran petinggi Apple untuk membahas kelanjutan investasi perusahaan tersebut di Indonesia. Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 7 hingga 8 Januari 2025.
Agus menjelaskan bahwa Apple masih memiliki kewajiban untuk menyelesaikan utang investasi sebesar USD 10 juta atau sekitar Rp 162,49 miliar (dengan kurs Rp 16.204), yang merupakan bagian dari komitmen investasi mereka dalam periode 2020-2023.
“Apple masih harus menyelesaikan komitmen utang sebesar 10 juta dolar dalam siklus 2020-2023, meskipun mereka telah menyampaikan proposal komitmen, Kemenperin masih menunggu implementasinya,” ujar Agus dalam keterangan resmi, Jumat (3/1/2025).
Ia juga menambahkan bahwa meskipun Apple telah menyampaikan usulan melalui pihak lain, hingga kini Kemenperin belum menerima proposal resmi dari perusahaan tersebut.
“Melalui pihak lain, Apple sudah menyampaikan wacana mengenai apa yang mereka usulkan. Namun, karena hanya berupa wacana dan tidak disampaikan langsung kepada kami, kami tidak bisa menganggap itu sebagai proposal, apalagi proposal resmi,” jelas Agus.
Sebagai langkah selanjutnya, Agus mengatakan Kemenperin telah memberikan dua opsi kepada Apple jika ingin melanjutkan investasinya di Indonesia. Opsi pertama adalah mengikuti skema 1, yaitu membangun fasilitas produksi di Indonesia, yang dapat dinegosiasikan melalui Kementerian Investasi.
Opsi kedua adalah skema 3, yang fokus pada inovasi dengan syarat Apple harus menyerahkan proposal setiap tiga tahun. Negosiasi untuk opsi ini akan dilakukan melalui Kementerian Perindustrian.
“Pemerintah mendorong Apple untuk memilih skema 1, yakni investasi fasilitas produksi/pabrik. Namun, Kemenperin mengingatkan bahwa komitmen untuk membangun pabrik tidak dapat disamakan dengan Global Value Chain,” pungkas Agus.
Sumber: tirto.id
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.