Maduro Terancam Penjara Seumur Hidup, Bakal Jalani Sidang di AS: Apa Saja Dakwaan Beratnya?

Berita Terkini - Diposting pada 05 January 2026 Waktu baca 5 menit

Presiden AS Donald Trump klaim Pasukan Delta AS tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya. Foto/X/@usanewshq

Presiden Venezuela Nicolás Maduro dijadwalkan menghadapi sidang pertamanya di pengadilan federal Manhattan, Amerika Serikat, pada Senin (5/1/2026) waktu setempat. Persidangan ini berlangsung hanya beberapa hari setelah penangkapannya dalam operasi militer Amerika Serikat, yang memicu ketidakpastian besar terhadap masa depan Venezuela sebagai negara kaya minyak di Amerika Selatan.

 

Menurut laporan Reuters, Maduro yang berusia 63 tahun bersama istrinya, Cilia Flores, saat ini ditahan di penjara Brooklyn setelah ditangkap oleh pasukan AS dalam operasi di Caracas pada Sabtu (3/1/2026). Keduanya dijadwalkan hadir dalam sidang yang dimulai pukul 12.00 waktu setempat dan dipimpin oleh Hakim Distrik AS Alvin K. Hellerstein. Hingga saat ini, belum ada kepastian apakah mereka telah menunjuk kuasa hukum maupun sikap pembelaan yang akan diambil.

 

Pemerintah Amerika Serikat sejak lama tidak mengakui Maduro sebagai pemimpin sah Venezuela sejak pemilu 2018 yang dinilai sarat kecurangan. Penangkapannya dianggap sebagai intervensi AS paling kontroversial di Amerika Latin sejak invasi ke Panama pada 1989.

 

Jaksa federal menuduh Maduro sebagai tokoh utama dalam jaringan narkoba internasional yang melibatkan elite politik dan militer Venezuela. Jaringan tersebut dituding selama puluhan tahun bekerja sama dengan kelompok penyelundup narkotika dan organisasi teroris untuk memasok kokain ke Amerika Serikat. Meski pertama kali didakwa pada 2020, dakwaan terbaru yang dibuka pekan lalu menyebut Maduro secara langsung mengendalikan perdagangan kokain yang didukung negara.

 

Jaksa menyatakan jaringan tersebut bermitra dengan kartel-kartel paling kejam di dunia, seperti Kartel Sinaloa dan Los Zetas dari Meksiko, kelompok FARC dari Kolombia, serta geng Venezuela Tren de Aragua. Dalam dakwaan Kejaksaan Distrik Selatan New York disebutkan bahwa sebagai presiden dan penguasa de facto, Maduro membiarkan korupsi berbasis narkoba berkembang demi kepentingan pribadi, keluarganya, dan rezimnya.

 

Maduro menghadapi berbagai dakwaan berat, termasuk narkoterorisme, konspirasi impor kokain, kepemilikan senjata otomatis dan bahan peledak, serta konspirasi kepemilikan senjata pemusnah. Jika dinyatakan bersalah, ia terancam hukuman puluhan tahun hingga penjara seumur hidup untuk setiap tuduhan.

 

Jaksa juga mengungkap bahwa dugaan keterlibatan Maduro dalam perdagangan narkoba telah berlangsung sejak ia menjadi anggota Majelis Nasional pada 2000, menjabat Menteri Luar Negeri pada 2006–2013, hingga menjabat presiden pada 2013 setelah wafatnya Hugo Chávez. Saat menjadi menlu, ia diduga menjual paspor diplomatik kepada bandar narkoba dan memberikan perlindungan diplomatik bagi penerbangan yang mengangkut narkotika dari Meksiko ke Venezuela.

 

Operasi penangkapan ini disebut sebagai puncak dari kampanye tekanan selama berbulan-bulan oleh Presiden AS Donald Trump, termasuk penyitaan kapal tanker minyak Venezuela yang terkena sanksi serta serangan terhadap kapal-kapal kecil yang dituding membawa narkoba. Namun, langkah tersebut menuai kritik luas, dengan sejumlah pakar hukum internasional mempertanyakan legalitasnya dan menilai AS telah melanggar tatanan hukum internasional berbasis aturan.

 

Dewan Keamanan PBB dijadwalkan menggelar pertemuan darurat untuk membahas serangan AS ke Venezuela. Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyebut operasi tersebut sebagai preseden yang berbahaya. Rusia dan China, sebagai sekutu utama Venezuela, juga secara terbuka mengecam tindakan Amerika Serikat. Penangkapan dan persidangan Maduro kini menjadi perhatian dunia, dengan dampak besar terhadap stabilitas politik, ekonomi, dan geopolitik Amerika Latin.

Sumber: kompas.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.