Berita Terkini
Berapa Cangkir Kopi Aman Sehari? Ahli Ungkap Batas 400 mg Kafein
/index.php
Berita Terkini - Diposting pada 29 August 2026 Waktu baca 5 menit
Punya rumah sendiri dengan cicilan sekitar Rp1 jutaan per bulan ternyata masih bisa ditemukan di tengah harga properti yang semakin sulit dijangkau generasi muda.
Danantara Housing Expo 2026 yang berlangsung di NICE PIK 2, Tangerang, pada 27–30 Agustus menghadirkan sejumlah pilihan hunian dengan skema pembayaran ringan, mulai dari rumah subsidi seharga Rp166 juta hingga rumah komersial sekitar Rp400 jutaan.
Salah satu penawaran yang mencuri perhatian datang dari Pondok Banten Indah di Serang, Banten.
Rumah subsidi tipe 30/60 tersebut dibanderol Rp166 juta dengan estimasi cicilan mulai sekitar Rp1.072.200 per bulan.
Namun, calon pembeli tetap perlu melihat detail skemanya. Sebab, angka cicilan Rp1 jutaan sangat bergantung pada tenor, bunga, jenis KPR, dan promo yang digunakan.
Data resmi SiKumbang BP Tapera mencatat Pondok Banten Indah II berada di Kota Serang, Banten.
Proyek tersebut menawarkan rumah subsidi tipe 30/60, yang berarti luas bangunan 30 meter persegi di atas lahan 60 meter persegi.
Harga yang tercantum adalah Rp166 juta, dengan dua kamar tidur dan satu kamar mandi.
Harga Rp166 juta juga sesuai dengan batas harga rumah subsidi untuk wilayah Jawa di luar Jabodetabek yang selama ini digunakan dalam program FLPP. BP Tapera sebelumnya mencatat rumah subsidi di Jawa dan Sumatra tertentu berada di kisaran tersebut.
Jadi, angka Rp166 juta dalam penawaran ini bukan sekadar harga promo yang dibuat khusus selama pameran.
Harga rumahnya memang masuk dalam segmen rumah subsidi.
Dalam penawaran Danantara Housing Expo, Marketing Pondok Banten Indah, Ma'ruf, menyebut cicilan sekitar Rp1,07 juta per bulan berlaku untuk tenor 20 tahun.
Untuk tenor 15 tahun, cicilan berada di kisaran Rp1,3 jutaan.
Sementara tenor 10 tahun menghasilkan angsuran sekitar Rp1,7 jutaan per bulan.
Secara sederhana, semakin panjang tenor KPR, semakin rendah beban cicilan bulanan.
Namun konsekuensinya adalah periode pembayaran menjadi lebih panjang.
Itulah sebabnya pembeli sebaiknya tidak hanya bertanya:
“Cicilannya berapa?”
Tetapi juga:
“Bayar selama berapa tahun?”
Pondok Banten Indah juga memberikan promo khusus selama Danantara Housing Expo.
Uang tanda jadi atau booking fee yang biasanya Rp500 ribu dipangkas menjadi Rp100 ribu selama periode event.
Booking fee perlu dibedakan dari uang muka atau DP.
Uang tanda jadi biasanya merupakan pembayaran awal untuk memesan unit, sedangkan DP merupakan bagian dari harga rumah yang harus dipenuhi dalam proses pembiayaan.
Karena itu, melihat tulisan “booking fee Rp100 ribu” bukan berarti pembeli cukup mengeluarkan Rp100 ribu sampai akad.
Syarat KPR, DP, verifikasi penghasilan, serta proses bank tetap berlaku.
Pondok Banten Indah tercatat berada di kawasan Jalan Raya Serang–Pandeglang.
Menurut informasi pemasaran yang dihimpun selama pameran, area tersebut berada dekat sejumlah fasilitas kesehatan seperti Rumah Sakit Andalucia dan Rumah Sakit Arafiq.
Peminatnya juga diklaim tidak hanya berasal dari Serang.
Pihak pemasaran menyebut terdapat calon pembeli dari Tangerang, dan sekitar 80 tanda jadi telah dihimpun selama dua hari pertama pameran dari lokasi expo maupun proyek.
Angka tersebut merupakan klaim pemasaran selama event dan bukan data penjualan final yang telah diaudit.
Jika Pondok Banten Indah bermain di segmen subsidi, Perumnas menghadirkan alternatif berbeda melalui Samesta Parayasa di Parung Panjang, Kabupaten Bogor.
Samesta Parayasa merupakan proyek resmi Perumnas dengan konsep kawasan hunian seluas sekitar 200 hektare.
Perumnas mencantumkan harga rumah di kawasan tersebut mulai dari Rp300 jutaan, dengan tipe antara lain 27/72, 36/72, dan tipe yang lebih besar.
Salah satu unit tipe 27/72 yang dipasarkan selama expo disebut memiliki harga sekitar Rp412 juta.
Meski bukan rumah subsidi, cicilan awal yang ditawarkan mencapai sekitar Rp1,8 juta per bulan.
Sekilas terlihat hampir sama murah dengan cicilan rumah subsidi.
Namun ada perbedaan besar.
Skema Samesta Parayasa menggunakan bunga khusus sekitar 2,75% pada tiga tahun pertama.
Setelah 36 bulan, bunga akan meningkat secara bertahap menjadi 6,75%, kemudian 8,75%, 10,25%, hingga maksimum sekitar 12,5%, berdasarkan skema yang dijelaskan pihak pemasaran selama expo.
Artinya, angka Rp1,8 juta adalah cicilan awal, bukan jaminan cicilan tetap selama tenor KPR.
Ini menjadi salah satu bagian paling penting yang perlu dipahami calon pembeli.
Rumah dengan harga Rp412 juta jelas mempunyai struktur pembiayaan berbeda dibanding rumah subsidi Rp166 juta.
Bunga rendah pada awal tenor dapat membuat angsurannya terlihat sangat terjangkau, tetapi calon pembeli perlu melakukan simulasi ketika tingkat bunga sudah naik.
Misalnya seseorang mampu membayar Rp1,8 juta per bulan sekarang.
Pertanyaannya adalah apakah kondisi keuangannya juga mampu menanggung cicilan setelah bunga meningkat beberapa tahun kemudian.
Apabila penghasilan tidak naik secepat cicilan, beban rumah bisa mengambil porsi lebih besar dari pendapatan.
Karena itu, skema step-up atau bunga berjenjang sebaiknya dihitung berdasarkan angsuran masa depan, bukan hanya angka promosi saat akad.
Calon pembeli sebaiknya meminta simulasi tertulis dari bank yang menunjukkan:
angsuran tiga tahun pertama;
angsuran setelah bunga naik;
periode masing-masing tingkat bunga;
total tenor;
total estimasi pembayaran;
dan apakah setelah periode tertentu berlaku bunga floating.
Informasi seperti ini jauh lebih penting daripada hanya terpikat tulisan “cicilan Rp1,8 juta”.
Secara resmi, Danantara Indonesia mengumumkan Danantara Housing Expo menawarkan skema pembiayaan dengan suku bunga mulai 2,75%, DP mulai 1%, dan tenor hingga 30 tahun sesuai syarat dan ketentuan.
Jadi bunga 2,75% bukan klaim yang muncul tanpa konteks.
Namun, kata yang perlu diperhatikan adalah “mulai”.
Tidak semua unit, semua pembeli, semua tenor, dan seluruh masa kredit otomatis mendapatkan bunga 2,75%.
Setiap bank dan produk memiliki syarat sendiri.
Selain skema pembayaran, Perumnas menonjolkan konektivitas sebagai daya tarik proyek.
Samesta Parayasa berada di Parung Panjang dan menurut situs resmi Perumnas berjarak sekitar lima menit dari Stasiun KRL Parung Panjang, sekitar 10 menit dari Exit Tol Legok, dan sekitar 15 menit menuju BSD City berdasarkan estimasi pengembang.
Kawasan ini juga dirancang memiliki rencana akses menuju Stasiun Lumpang Parayasa di dalam pengembangan kawasan.
Bagi pekerja Jakarta, akses transportasi publik menjadi faktor penting.
Rumah dengan cicilan murah tetapi membutuhkan ongkos dan waktu perjalanan sangat besar belum tentu menghasilkan biaya hidup yang rendah secara keseluruhan.
Selama expo, pihak pemasaran juga menawarkan sejumlah fasilitas promosi.
Informasi yang dihimpun dari event mencakup bonus AC, kanopi, kitchen set serta pembebasan sejumlah biaya seperti PPN, BPHTB dan proses akad pada skema tertentu.
Booking fee disebut turun dari sekitar Rp5 juta menjadi Rp2 juta selama pameran.
Karena merupakan promo event dan dapat memiliki syarat tertentu, calon pembeli sebaiknya meminta rincian tertulis sebelum melakukan pembayaran.
Pastikan juga apa yang dimaksud “gratis” benar-benar tercantum dalam surat pemesanan atau dokumen resmi.
Kedua pilihan sebenarnya menyasar kebutuhan berbeda.
Harga sekitar Rp166 juta.
Tipe 30/60.
Rumah subsidi.
Cicilan sekitar Rp1,07 juta untuk tenor 20 tahun berdasarkan simulasi expo.
Booking fee promo Rp100 ribu.
Lokasi Serang, Banten.
Harga tipe tertentu sekitar Rp412 juta saat penawaran event.
Tipe 27/72.
Rumah komersial.
Cicilan awal sekitar Rp1,8 juta.
Bunga awal 2,75%, kemudian naik bertahap.
Lokasi Parung Panjang, Bogor.
Jadi, kesamaan “cicilan Rp1 jutaan” tidak berarti kedua rumah memiliki beban pembiayaan yang sama.
Harga rumah, tenor, struktur bunga dan total pembayaran jauh berbeda.
Rumah subsidi menggunakan dukungan pemerintah melalui skema seperti FLPP.
Tujuannya adalah membuat kelompok masyarakat yang memenuhi persyaratan dapat memperoleh rumah pertama dengan biaya pembiayaan yang lebih terjangkau.
BP Tapera sebelumnya menjelaskan rumah subsidi dapat menggunakan uang muka mulai sekitar 1%, tenor panjang, serta fasilitas pembiayaan yang membuat cicilan berada di kisaran Rp1 jutaan.
Sebaliknya, rumah komersial tidak memiliki struktur subsidi yang sama.
Karena itu, developer dan bank biasanya menggunakan promosi seperti DP rendah, bunga fixed rendah pada awal tenor, diskon biaya, atau skema step-up untuk menekan cicilan awal.
Harga rumah murah tidak otomatis berarti semua orang bisa membelinya.
Bank tetap akan menilai kemampuan pembayaran.
Beberapa faktor yang biasanya diperiksa meliputi penghasilan, status pekerjaan, kewajiban cicilan lain, riwayat kredit, usia, dan dokumen pendukung.
Untuk rumah subsidi, calon pembeli juga harus memenuhi ketentuan program yang berlaku.
Karena itu, langkah terbaik bukan langsung membayar booking fee hanya karena cicilannya terlihat murah.
Lakukan simulasi terlebih dahulu.
Rumah Rp166 juta di Serang bisa memiliki cicilan lebih rendah.
Tetapi bagi pekerja yang setiap hari harus masuk Jakarta, biaya transportasi dan waktu perjalanan bisa menjadi pertimbangan besar.
Hal yang sama berlaku untuk rumah di Parung Panjang.
Meski memiliki akses KRL dan tol, calon pembeli tetap perlu menghitung waktu perjalanan dari rumah ke stasiun, ongkos KRL, transportasi lanjutan, parkir, hingga biaya kendaraan apabila menggunakannya.
Harga rumah adalah salah satu komponen.
Total cost of living jauh lebih penting.
Danantara Housing Expo 2026 berlangsung hingga 30 Agustus 2026 di NICE PIK 2, Tangerang.
Danantara menyebut expo tersebut menghadirkan lebih dari 130 pengembang BUMN maupun swasta dan ratusan ribu unit properti dari berbagai wilayah Indonesia.
Artinya, Pondok Banten Indah dan Samesta Parayasa hanya dua contoh dari banyak pilihan yang tersedia.
Bagi calon pembeli, pameran seperti ini justru bisa digunakan untuk membandingkan beberapa developer dan bank sekaligus sebelum mengambil keputusan.
Rumah dengan cicilan Rp1 jutaan memang tersedia di Danantara Housing Expo 2026.
Pondok Banten Indah di Serang menawarkan rumah subsidi tipe 30/60 senilai Rp166 juta dengan estimasi cicilan sekitar Rp1,07 juta per bulan untuk tenor 20 tahun.
Samesta Parayasa di Parung Panjang menawarkan alternatif rumah komersial sekitar Rp412 juta dengan cicilan awal Rp1,8 juta melalui skema bunga 2,75% pada tiga tahun pertama.
Namun, kedua penawaran tidak bisa dibandingkan hanya dari nominal angsuran awal.
Rumah subsidi memiliki struktur pembiayaan berbeda, sedangkan cicilan rumah komersial dapat meningkat ketika masa bunga promo berakhir.
Karena itu, calon pembeli perlu melihat harga total, bunga, tenor, kenaikan cicilan, lokasi, biaya transportasi, dan kemampuan keuangan jangka panjang.
Cicilan Rp1 jutaan bisa menjadi pintu masuk untuk memiliki rumah.
Tetapi angka yang paling penting bukan hanya cicilan bulan pertama—melainkan apakah cicilan tersebut tetap bisa dibayar dengan nyaman sampai kredit selesai.
Disclaimer: Informasi ini bersifat edukatif dan bukan rekomendasi finansial personal. Persetujuan KPR, cicilan, bunga, promo, dan biaya akhir mengikuti kebijakan bank dan pengembang.
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.