Teknologi Terkini
Bos DCII: RI Bisa Jadi Hub AI Asia, Listrik Jadi Kunci Utama
/index.php
Saham News - Diposting pada 27 August 2026 Waktu baca 5 menit
Indeks Harga Saham Gabungan memasuki perdagangan Kamis, 27 Agustus 2026 dengan ruang pergerakan yang masih cukup volatil.
Setelah ditutup anjlok 1,48% atau 95,98 poin ke 6.405,69 pada Rabu, sejumlah analis masih melihat risiko koreksi lanjutan. Namun, peluang rebound belum sepenuhnya tertutup apabila tekanan jual mereda dan indeks mampu kembali mempertahankan area support penting.
MNC Sekuritas menempatkan empat saham dalam radar perdagangan hari ini, yakni ADRO, BUVA, DSNG, dan MAPA.
Pada Rabu, IHSG ditutup di 6.405,69 setelah kehilangan hampir 96 poin.
Seluruh sektor berakhir di zona merah, dengan sektor transportasi dan logistik mencatat penurunan terdalam sekitar 4,15%, disusul properti sekitar 2,71%.
Menariknya, koreksi indeks terjadi ketika investor asing secara keseluruhan masih mencatat net buy sekitar Rp1,37 triliun di seluruh pasar.
Namun, di Pasar Reguler justru terjadi net sell sekitar Rp201,1 miliar. Pembelian besar di pasar tunai dan negosiasi membuat angka seluruh pasar tetap positif.
Artinya, pelemahan Rabu tidak bisa hanya dijelaskan dari foreign flow.
Tekanan juga datang dari aksi ambil untung pada saham-saham berkapitalisasi besar serta meningkatnya kehati-hatian investor terhadap risiko domestik. MNC Sekuritas menyoroti kekhawatiran terhadap stabilitas keamanan menjelang demonstrasi di depan DPR/MPR pada 27 Agustus.
Secara teknikal, MNC Sekuritas memperkirakan IHSG sedang berada pada bagian wave iv dari wave (c).
Area koreksi yang perlu dicermati berada pada rentang 6.290–6.394.
Namun, apabila indeks mampu berbalik menguat, MNC melihat ruang pengujian menuju sekitar 6.666.
Level teknikal yang digunakan MNC adalah:
Support: 6.373 dan 6.272
Resistance: 6.599 dan 6.705.
Pandangan ini menunjukkan indeks masih mempunyai risiko turun dalam jangka pendek meskipun skenario penguatan belum dibatalkan.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset terbaru 27 Agustus juga belum memberikan outlook bullish penuh.
Sekuritas tersebut memproyeksikan IHSG bergerak mixed to negative, dengan support di kisaran 6.340–6.300 dan resistance 6.455–6.550.
Secara teknikal, BRI Danareksa melihat IHSG membentuk pola Evening Star setelah gagal melewati resistance trendline.
Kondisi itu membuka potensi indeks menguji moving average 20 hari di sekitar 6.340.
Ini merupakan pembaruan penting dari riset 26 Agustus yang sebelumnya masih menggunakan skenario mixed to positive dan support 6.455–6.400.
Jadi, untuk artikel bertanggal 27 Agustus, outlook terbaru yang lebih tepat adalah mixed to negative, bukan mixed to positive.
Saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk atau ADRO ditutup turun 0,76% ke Rp2.610 pada perdagangan sebelumnya.
Tekanan jual mulai terlihat, tetapi MNC Sekuritas memperkirakan struktur pergerakannya berada pada bagian wave iii dari wave (c) dari wave [v].
Strategi teknikal MNC:
Buy on Weakness: Rp2.540–Rp2.610
Target Price: Rp2.700 dan Rp2.770
Stop Loss: di bawah Rp2.500.
Selain rekomendasi teknikal harian, MNC Sekuritas sebelumnya juga masih mempertahankan rekomendasi fundamental BUY ADRO dengan target Rp3.300 per saham dalam laporan Juli.
Namun, target fundamental tersebut memiliki horizon dan metode berbeda dari target trading harian sehingga tidak sebaiknya dicampur sebagai satu rekomendasi.
PT Bukit Uluwatu Villa Tbk atau BUVA mengalami tekanan lebih dalam.
Sahamnya terkoreksi 4,73% ke Rp705 dan masih didominasi volume jual.
MNC memperkirakan BUVA berada pada bagian wave [c] dari wave B.
Strateginya:
Buy on Weakness: Rp630–Rp700
Target Price: Rp820 dan Rp865
Stop Loss: di bawah Rp595.
Rentang beli berada di bawah harga penutupan terakhir, sehingga strategi ini secara spesifik mengandalkan kemungkinan koreksi sebelum muncul potensi rebound.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk atau DSNG memiliki struktur berbeda.
Saham DSNG justru menguat 0,68% ke Rp1.470 dan masih didominasi volume pembelian.
Penguatannya juga mampu menembus MA200, yang menjadi salah satu faktor teknikal yang dicermati analis.
MNC Sekuritas menempatkan DSNG pada bagian wave 5 dari wave (A).
Strateginya:
Trading Buy: Rp1.455–Rp1.465
Target Price: Rp1.520 dan Rp1.550
Stop Loss: di bawah Rp1.440.
DSNG menjadi satu-satunya saham dalam empat pilihan tersebut yang menggunakan strategi Trading Buy, bukan Buy on Weakness.
PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk atau MAPA ditutup naik 3,05% ke Rp675 dengan munculnya volume pembelian.
Secara Elliott Wave, MNC memperkirakan MAPA sedang berada pada bagian wave [c] dari wave A.
Strateginya:
Buy on Weakness: Rp650–Rp675
Target Price: Rp700 dan Rp720
Stop Loss: di bawah Rp640.
Dengan harga penutupan yang sudah berada di ujung atas area beli, disiplin terhadap level risiko menjadi penting apabila volatilitas IHSG berlanjut.
| Saham | Strategi | Area | Target | Stop Loss |
|---|---|---|---|---|
| ADRO | Buy on Weakness | Rp2.540–Rp2.610 | Rp2.700 / Rp2.770 | < Rp2.500 |
| BUVA | Buy on Weakness | Rp630–Rp700 | Rp820 / Rp865 | < Rp595 |
| DSNG | Trading Buy | Rp1.455–Rp1.465 | Rp1.520 / Rp1.550 | < Rp1.440 |
| MAPA | Buy on Weakness | Rp650–Rp675 | Rp700 / Rp720 | < Rp640 |
Sumber rekomendasi teknikal: MNC Sekuritas, 27 Agustus 2026.
Tidak hanya grafik teknikal yang memengaruhi perdagangan.
MNC Sekuritas mencatat sentimen risk-off domestik meningkat menjelang demonstrasi di depan DPR/MPR pada Kamis.
Investor mencermati apakah aktivitas tersebut dapat berlangsung kondusif dan tidak mengganggu stabilitas keamanan maupun aktivitas ekonomi.
Rupiah pada Rabu juga ditutup di sekitar Rp17.712 per dolar AS, menjadi variabel lain yang dipantau karena pelemahan nilai tukar dapat memengaruhi minat investor global terhadap aset Indonesia.
Ada koreksi lain terhadap materi awal.
Core PCE AS Juli sudah dirilis, bukan masih menunggu pengumuman.
MNC Sekuritas mencatat Core PCE naik 0,2% secara bulanan dan 3,3% secara tahunan, sejalan dengan konsensus. Durable Goods Orders tanpa transportasi naik 0,4% MoM, di bawah ekspektasi 0,6%.
Agenda global yang dipantau pada 27 Agustus menurut riset MNC justru mencakup:
China Industrial Profits Juli,
Consumer Confidence Jerman September, serta
Initial Jobless Claims AS untuk pekan yang berakhir 22 Agustus.
Artinya, daftar data GDP, Personal Income, Personal Spending dan Core PCE dalam brief Anda berasal dari outlook sebelumnya dan tidak lagi seluruhnya relevan sebagai “data yang ditunggu” pada Kamis pagi.
Sentimen energi memang membaik.
Harga minyak turun karena pasar melihat peluang pembicaraan Iran, Oman, dan Qatar dapat mengurangi gangguan pelayaran di Selat Hormuz.
Namun, angka terbaru berbeda dari materi awal.
Pada Kamis, Brent berada sekitar US$86,77 per barel, sedangkan WTI sekitar US$81,10 per barel.
Jadi angka sekitar US$82,5 lebih dekat dengan harga WTI pada periode sebelumnya, bukan harga Brent terbaru.
Turunnya minyak tetap dapat menjadi sentimen positif bagi inflasi global apabila berlangsung berkelanjutan, tetapi risiko geopolitik Timur Tengah belum sepenuhnya hilang.
Investor Indonesia juga masih mencermati perubahan komposisi indeks FTSE Russell yang dijadwalkan efektif pada September.
Rebalancing indeks global dapat memicu perpindahan dana pada saham-saham yang masuk atau keluar dari indeks karena investor pasif harus menyesuaikan portofolionya.
BRI Danareksa telah memasukkan hasil review FTSE sebagai salah satu sentimen penting pada perdagangan pekan ini.
Namun, efeknya berbeda untuk setiap emiten dan tidak berarti saham yang masuk indeks otomatis naik atau saham yang keluar otomatis terus turun.
Ada dua skenario utama dari riset analis.
MNC melihat area koreksi di 6.290–6.394, tetapi membuka skenario penguatan menuju 6.666.
BRI Danareksa menggunakan rentang yang lebih dekat, dengan support 6.340–6.300 dan resistance 6.455–6.550.
Kesamaan kedua analisis terletak pada satu hal:
IHSG belum sepenuhnya keluar dari risiko koreksi.
Karena itu, kenaikan sesaat tidak otomatis menandakan tren baru telah terbentuk.
Pasar perlu menunjukkan kemampuan mempertahankan area support dan menembus resistance dengan volume yang memadai.
IHSG memasuki perdagangan Kamis, 27 Agustus 2026 setelah terkoreksi 1,48% ke 6.405,69 sehari sebelumnya.
MNC Sekuritas memperkirakan indeks masih berpotensi menguji area 6.290–6.394, sementara skenario penguatan membuka peluang menuju 6.666. Empat saham yang masuk radar teknikal adalah ADRO, BUVA, DSNG, dan MAPA.
BRI Danareksa juga mengambil pandangan berhati-hati dan memproyeksikan perdagangan mixed to negative, dengan support 6.340–6.300 dan resistance 6.455–6.550.
Jadi, tema utama perdagangan hari ini bukan semata-mata mencari saham yang berpotensi naik.
Yang lebih penting adalah mengelola risiko ketika indeks masih berada dalam fase volatil dan dua sekuritas sama-sama melihat kemungkinan koreksi lanjutan.
Sumber: bisnis.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.