Berita Terkini
Siap - Siap! Pemerintah Siapkan Insentif Lebaran Rp13 Triliun, Ini Rinciannya
/index.php
Edukasi - Diposting pada 07 March 2025 Waktu baca 5 menit
Trading merupakan salah satu cara populer untuk menghasilkan keuntungan dari pasar keuangan. Namun, bagi investor pemula maupun berpengalaman, memilih antara trading kripto dan saham bisa menjadi dilema. Keduanya memiliki karakteristik yang berbeda, termasuk tingkat risiko yang perlu diperhitungkan dengan matang. Lantas, manakah yang lebih berisiko antara trading kripto dan saham?
1. Volatilitas Pasar
Volatilitas adalah faktor utama yang menentukan risiko dalam trading. Pasar kripto terkenal dengan volatilitasnya yang sangat tinggi, di mana harga aset dapat naik atau turun secara drastis dalam hitungan jam, bahkan menit. Contohnya, Bitcoin pernah mengalami lonjakan harga hingga 20% dalam sehari, tetapi juga bisa anjlok dengan persentase yang sama dalam waktu singkat.
Sebaliknya, saham cenderung lebih stabil karena didukung oleh laporan keuangan, regulasi ketat, serta fundamental bisnis yang lebih jelas. Meskipun pasar saham juga mengalami fluktuasi, terutama pada saham perusahaan kecil atau teknologi, pergerakannya tidak setajam aset kripto.
Regulasi menjadi faktor pembeda lainnya. Pasar saham telah lama diatur oleh otoritas keuangan seperti Securities and Exchange Commission (SEC) di Amerika Serikat atau Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Indonesia. Investor memiliki perlindungan hukum yang lebih kuat, termasuk akses terhadap laporan keuangan dan transparansi perusahaan.
Sementara itu, pasar kripto masih dalam tahap perkembangan regulasi di banyak negara. Banyak platform pertukaran kripto tidak sepenuhnya diatur, sehingga ada risiko tinggi terkait penipuan, peretasan, atau manipulasi pasar. Beberapa bursa kripto pernah mengalami kebangkrutan akibat serangan hacker atau skandal keuangan.
Likuiditas mengacu pada seberapa mudah suatu aset bisa dibeli atau dijual tanpa menyebabkan perubahan harga yang signifikan. Pasar saham umumnya lebih likuid, terutama untuk saham perusahaan besar seperti Apple, Tesla, atau Microsoft yang memiliki volume perdagangan harian tinggi.
Di sisi lain, kripto memiliki likuiditas yang bervariasi tergantung pada jenis asetnya. Bitcoin dan Ethereum memiliki likuiditas tinggi, tetapi altcoin yang lebih kecil sering kali sulit untuk dijual tanpa menyebabkan perubahan harga yang besar.
4. Faktor Eksternal
Harga saham dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti laporan pendapatan perusahaan, kebijakan suku bunga, kondisi ekonomi global, dan keputusan manajemen. Meskipun ada ketidakpastian, pergerakan saham masih dapat diprediksi dengan analisis fundamental dan teknikal.
Sebaliknya, harga kripto lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen pasar, berita, regulasi, dan spekulasi. Sebuah tweet dari tokoh berpengaruh seperti Elon Musk bisa langsung menyebabkan lonjakan atau kejatuhan harga yang tajam.
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.