CDIA Resmi Bagi Dividen Interim, Ini Jadwal Lengkap & Tanggal Pentingnya

Saham News - Diposting pada 31 December 2025 Waktu baca 5 menit

PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) berencana menyalurkan dividen interim untuk tahun buku 2025 dengan total nilai Rp167,67 miliar, atau setara Rp1,34 per lembar saham.

Rencana pembagian dividen interim tersebut didasarkan pada keputusan sirkuler yang menggantikan rapat direksi serta keputusan sirkuler sebagai pengganti rapat dewan komisaris, yang keduanya ditetapkan pada 29 Desember 2025.

 

Manajemen Chandra Daya Investasi menyampaikan bahwa perseroan telah memutuskan membagikan dividen interim tahun buku 2025 yang bersumber dari laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham induk untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2025, sebagaimana tertuang dalam keterangan tertulis pada Selasa (30/12/2025).

 

Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak menerima dividen (recording date) adalah 12 Januari 2026.

 

Cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi dijadwalkan pada 8 Januari 2026, sedangkan ex dividen jatuh pada 9 Januari 2026.

 

Sementara itu, di pasar tunai, cum dividen akan berlangsung pada 12 Januari 2026 dan ex dividen pada 13 Januari 2026.

Pembayaran dividen kepada pemegang saham direncanakan dilakukan pada 29 Januari 2026.

 

Di sisi lain, riset dari Henan Putihrai Sekuritas menyebutkan bahwa Chandra Daya Investasi (CDIA) atau CDI Group tengah melakukan ekspansi agresif sebagai penyedia infrastruktur utama, yang ditopang oleh pertumbuhan pesat di segmen logistik dengan margin tinggi.

 

CDIA saat ini berada dalam fase momentum pendapatan yang kuat, dengan pertumbuhan 42% secara tahunan menjadi US$104,8 juta sepanjang sembilan bulan pertama 2025 (9M25), meningkat dibandingkan US$73,8 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Kinerja tersebut terutama didorong oleh lonjakan signifikan pada segmen logistik yang tumbuh 1.234% secara tahunan menjadi US$24,7 juta dari sebelumnya US$1,8 juta. Dampaknya, kontribusi segmen logistik terhadap total pendapatan meningkat tajam dari 2,5% pada 9M24 menjadi 23,5% pada 9M25.

 

Seiring dengan itu, margin laba kotor CDIA naik menjadi 22,9% pada 9M25, dibandingkan 10,4% pada 9M24, mencerminkan peningkatan efisiensi operasional dan pergeseran komposisi pendapatan ke segmen bermargin lebih tinggi.

 

Analis Henan Putihrai Sekuritas, Irsyady Hanief, mencatat bahwa laba inti CDIA mencapai US$38,1 juta atau melonjak 80,5% secara tahunan. Capaian tersebut setara dengan 76,3% dari target setahun penuh dan masih sejalan dengan proyeksi.

 

Dalam rangka memperkuat bisnis logistik, CDIA meluncurkan divisi cold chain melalui PT Chandra Cold Chain (CCC), yang menyediakan fasilitas cold storage modern dengan kapasitas hingga 700 posisi palet.

 

Selain ekspansi, CDIA juga menjaga kondisi keuangan yang solid. Dengan rasio utang terhadap ekuitas (DER) yang rendah sebesar 0,26 kali, jauh di bawah batas covenant 0,75 kali, serta current ratio mencapai 13,68 kali, perseroan memiliki struktur permodalan yang kuat untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.

 

Atas dasar tersebut, Henan Putihrai Sekuritas kembali merekomendasikan beli (buy) untuk saham CDIA dengan target harga Rp2.430.

 

Target harga tersebut mencerminkan prospek positif dari ekspansi berkelanjutan CDIA sebagai penyedia infrastruktur utama, yang semakin diperkuat oleh pertumbuhan agresif di segmen logistik bermargin tinggi.

Sumber: investor.id

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.