5 Holder Kripto Terkaya di Dunia 2025, Nilai Asetnya Bikin Melongo

Crypto News - Diposting pada 31 December 2025 Waktu baca 5 menit

Kepemilikan aset kripto terbesar di dunia tidak hanya dikuasai oleh institusi besar, tetapi juga oleh individu yang jejak asetnya dapat ditelusuri langsung melalui data on-chain. Berdasarkan laporan Arkham Intelligence berjudul The Richest Crypto Holders, terdapat sejumlah tokoh yang mengendalikan aset kripto senilai ratusan juta hingga puluhan miliar dolar AS.

 

Peringkat ini sepenuhnya disusun berdasarkan data on-chain, bukan perkiraan kekayaan di luar blockchain. Dengan demikian, hanya aset kripto yang benar-benar tercatat dan dapat dilacak di jaringan publik yang diperhitungkan. Berikut lima pemilik aset kripto terkaya di dunia pada 2025.

 

Satoshi Nakamoto

Satoshi Nakamoto menempati posisi teratas sebagai pemegang kripto terkaya di dunia, dengan nilai aset on-chain diperkirakan antara US$98 miliar hingga US$115 miliar. Seluruh kekayaan tersebut berasal dari Bitcoin yang ditambang pada periode 2009–2010 dan tersebar di sekitar 22.000 alamat.

 

Hingga saat ini, tidak ada satu pun Bitcoin milik Satoshi yang pernah dipindahkan. Setiap indikasi pergerakan dari alamat-alamat tersebut diyakini akan memicu gejolak besar di pasar kripto global. Mengacu pada Bloomberg Billionaires Index, nilai kekayaan ini secara teoritis menempatkan Satoshi di jajaran 20 orang terkaya di dunia.

 

Justin Sun

Justin Sun berada di posisi kedua dengan kekayaan on-chain sekitar US$1,8–US$1,9 miliar. Ia dikenal luas sebagai pendiri TRON dan figur penting di berbagai proyek kripto besar, termasuk BitTorrent.

 

Aset on-chain milik Justin Sun tersebar di sejumlah kripto utama seperti TRX, Bitcoin, stETH, dan berbagai token lainnya. Arkham mencatat bahwa jika digabungkan dengan aset off-chain, total kekayaan Sun diperkirakan jauh melampaui angka on-chain yang terverifikasi. Aktivitas dompetnya juga sering menarik perhatian publik, termasuk keterlibatannya dalam proyek World Liberty Financial yang sempat menuai kontroversi.

 

Rain Lohmus

Rain Lohmus menempati posisi ketiga dengan estimasi kekayaan on-chain sekitar US$775–US$886 juta. Ia merupakan bankir asal Estonia sekaligus salah satu investor awal Ethereum melalui penawaran ICO pada 2014.

 

Lohmus diketahui memiliki sekitar 250.000 ETH yang diperoleh dari investasi awal senilai kurang lebih US$75.000. Namun, seluruh aset tersebut tidak dapat diakses karena ia kehilangan private key dompetnya. Kekayaan ini secara teknis tetap tercatat di blockchain, tetapi sepenuhnya terkunci. Kasus Lohmus kerap dijadikan contoh ekstrem risiko penyimpanan mandiri (self-custody) dalam dunia kripto.

 

Vitalik Buterin

Vitalik Buterin berada di peringkat keempat dengan kekayaan on-chain sekitar US$750–US$870 juta. Sebagian besar asetnya berasal dari ETH yang dialokasikan sejak peluncuran Ethereum pada 2015.

 

Selain berperan sebagai salah satu pendiri Ethereum, Buterin juga dikenal sering menerima kiriman token dari berbagai proyek lain tanpa persetujuan, terutama memecoin. Meski demikian, kepemilikan ETH tetap menjadi pilar utama kekayaannya dan mencerminkan posisi Ethereum sebagai fondasi utama ekosistem Web3 global.

 

James Howells

James Howells melengkapi lima besar dengan kekayaan on-chain sekitar US$720–US$838 juta. Ia merupakan penambang Bitcoin generasi awal yang memperoleh sekitar 8.000 BTC pada 2010 menggunakan laptop pribadinya.

 

Pada 2013, Howells secara tidak sengaja membuang hard drive yang berisi private key Bitcoin tersebut. Hingga kini, perangkat tersebut diyakini terkubur di lokasi pembuangan sampah di Wales. Meski berbagai upaya pencarian telah diajukan, aset tersebut tetap tidak dapat diakses. Seperti kasus Rain Lohmus, kisah Howells menjadi pengingat nyata bahwa kepemilikan kripto sepenuhnya bergantung pada pengelolaan private key.

 

Sumber: coinvestasi.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.