Berita Terkini
Tak Perlu Sarjana! Jadi 'Tukang Parkir' Pesawat, Segini Gaji dan Syaratnya
/index.php
Crypto News - Diposting pada 24 December 2025 Waktu baca 5 menit
Harga Bitcoin telah meningkat hampir dua kali lipat sejak awal 2024, dengan lonjakan tajam sekitar 45 persen yang terjadi hanya dalam dua minggu setelah pemilihan presiden Amerika Serikat. Penguatan signifikan ini semakin menegaskan posisi Bitcoin dalam fenomena yang dikenal sebagai “Trump Trade”, di mana sikap pro-kripto dari presiden terpilih mendorong optimisme investor terhadap aset digital.
Seiring meningkatnya aktivitas on-chain Bitcoin, sejumlah pertanyaan penting pun mengemuka, seperti apakah Bitcoin mampu bertahan di atas level US$100.000 dan bagaimana prospeknya dalam lima tahun mendatang. Berikut rangkuman analisis teknikal dan proyeksi harga jangka panjang Bitcoin berdasarkan laporan Cryptopolitan, Selasa (23/12/2025).
Pergerakan harga BTC menunjukkan tekanan bullish yang kuat dengan harga bertahan di atas US$88.000.
Resistensi: US$89.352
Support: US$84.023
Analisis per 20 Desember 2025 mengindikasikan berkurangnya volatilitas bearish seiring kenaikan harga mendekati US$89.000. Saat ini, Bitcoin bergerak dalam fase konsolidasi di dalam saluran tren naik.
Pada grafik harian, tekanan beli terlihat dominan di area resistensi terdekat. Volume perdagangan hingga Senin (22/12/2025) sedikit menurun menjadi US$683 juta, menandakan berkurangnya aktivitas transaksi. BTC tercatat diperdagangkan di level US$89.159, naik lebih dari 1,2 persen dalam satu hari.
Indikator RSI-14 berada di level 44 dan terus menguat, memberi sinyal bahwa potensi kelanjutan tren bullish masih terbuka. Sementara itu, grafik empat jam menunjukkan posisi bull tetap solid dengan harga bertahan di atas EMA, disertai sinyal MACD positif yang memperkuat keyakinan investor posisi long.
Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas resistensi US$89.352, BTC berpeluang melanjutkan reli menuju US$93.920. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan momentum dapat mendorong harga turun menembus support US$84.023 dan berlanjut ke area US$80.217.
Kenaikan harga Bitcoin ke depan diperkirakan didorong oleh meningkatnya permintaan institusional melalui ETF Bitcoin Spot, kebijakan penurunan suku bunga AS, serta efek siklus Halving Bitcoin.
Pada Desember 2025, meskipun terdapat potensi tekanan turun hingga US$84.000, Bitcoin diperkirakan mengalami akumulasi terbatas dengan harga rata-rata sekitar US$95.000 dan potensi puncak mencapai US$105.000.
Sepanjang 2025, yang secara historis merupakan tahun penting pasca-halving, sentimen pasar diproyeksikan tetap bullish. Analis Cryptopolitan memperkirakan harga maksimum mencapai US$110.000, minimum US$68.000, dan rata-rata di sekitar US$100.000.
Untuk periode 2026 hingga 2031, pertumbuhan harga diprediksi melambat setelah lonjakan 2025, namun arus ETF dan produk keuangan baru diyakini mampu menjaga tren positif dan mencetak rekor harga baru. Proyeksi harga rata-rata meningkat bertahap hingga berpotensi menembus US$300.000 pada 2031.
Beberapa analis mengajukan proyeksi yang jauh lebih agresif. CoinCodex memperkirakan Bitcoin dapat mencapai US$158.827 pada 2025 berdasarkan siklus Halving. Sementara itu, Cathie Wood dari Ark Invest memprediksi Bitcoin berpotensi menyentuh US$600.000 pada 2030, bahkan hingga US$1,5 juta dalam skenario bullish pasca persetujuan ETF.
Lonjakan permintaan institusional melalui ETF menjadikan Bitcoin semakin menarik sebagai instrumen investasi. Namun, volatilitas yang tinggi dan rekam jejak yang relatif singkat membuat aset ini tetap berisiko. Para ahli menekankan pentingnya menyesuaikan keputusan investasi dengan profil risiko, kondisi keuangan, dan tujuan jangka panjang, serta memahami risiko sistemik yang melekat pada aset kripto.
Kenaikan harga Bitcoin belakangan ini tidak hanya dipengaruhi faktor internal kripto, tetapi juga dinamika makroekonomi dan politik AS. Selain siklus Halving empat tahunan, persetujuan ETF Bitcoin Spot serta sentimen politik yang lebih ramah kripto—khususnya dari Presiden terpilih Donald Trump—telah mendorong optimisme pasar. Fenomena Trump Trade mencerminkan ekspektasi bahwa kebijakan AS ke depan akan lebih mendukung industri kripto, sehingga meningkatkan daya tarik Bitcoin sebagai aset jangka panjang dan memicu spekulasi harga yang agresif.
Sumber: investor.id
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.