Pasar Saham Bergejolak, Rupiah Tertekan Hari Ini - Ini Penyebabnya

Saham News - Diposting pada 01 February 2026 Waktu baca 5 menit

Gejolak di pasar keuangan domestik masih berlanjut setelah keputusan Morgan Stanley Composite Index (MSCI) untuk menangguhkan rebalancing indeks saham Indonesia, yang hingga kini terus menekan pergerakan nilai tukar rupiah.

 

Pada perdagangan Jumat (30/1/2026), rupiah dibuka melemah di pasar spot seiring tekanan yang meluas di mayoritas mata uang Asia. Nilai tukar rupiah tercatat turun 0,29% ke level Rp16.795 per dolar AS, mencerminkan kehati-hatian investor di tengah meningkatnya risiko dari dalam negeri.

 

Tekanan terhadap rupiah datang dari dua arah sekaligus, seiring pelemahan regional dan sentimen domestik yang belum sepenuhnya mereda. Pasar masih mencermati dampak lanjutan kebijakan MSCI yang memperpanjang ketidakpastian arus modal asing, khususnya dari investor pasif yang bergantung pada indeks global sebagai acuan investasi.

 

Keraguan terhadap aspek kelayakan investasi, likuiditas, serta struktur pasar saham nasional turut mengikis kepercayaan investor. Dari sisi domestik, perhatian pasar tertuju pada dinamika kebijakan dan tata kelola lembaga ekonomi, termasuk pergantian Deputi Gubernur Bank Indonesia yang dinilai memiliki kedekatan dengan Presiden.

 

Meski perubahan tersebut tidak secara resmi mengubah kerangka kebijakan moneter, langkah ini memicu kekhawatiran mengenai independensi bank sentral dan konsistensi kebijakan ke depan—isu sensitif bagi investor global di tengah kondisi pasar yang rapuh.

 

Di saat yang sama, otoritas bursa meningkatkan pengawasan menyusul lonjakan volatilitas dan tekanan jual di pasar saham dalam dua hari terakhir. Setelah belum meredanya sentimen terkait Bank Indonesia, tekanan pasar bertambah dengan pengunduran diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rahman, pada Jumat pagi.

 

Dalam pernyataannya di Jakarta, Iman menyebut pengunduran dirinya sebagai bentuk tanggung jawab atas kondisi pasar yang terjadi dalam dua hari terakhir.

 

Dengan kombinasi faktor eksternal dan domestik tersebut, potensi penguatan rupiah diperkirakan masih terbatas. Arah pergerakan mata uang akan sangat bergantung pada stabilitas arus modal, sinyal kebijakan otoritas moneter, serta langkah konkret regulator pasar untuk menekan volatilitas.

 

Setelah pengumuman MSCI, Goldman Sachs Group Inc. turut menurunkan rekomendasi saham Indonesia menjadi underweight. Bank investasi tersebut memperingatkan bahwa kekhawatiran MSCI terkait aspek investability berpotensi memicu arus keluar dana lebih dari US$13 miliar apabila Indonesia diturunkan statusnya ke kategori frontier market.

 

Dalam skenario ekstrem, Goldman memperkirakan perubahan status dari emerging market dapat memaksa dana pasif berbasis MSCI melepas aset hingga US$7,8 miliar. Risiko tambahan arus keluar sekitar US$5,6 miliar juga berpotensi terjadi jika FTSE Russell meninjau ulang metodologi dan status free float saham Indonesia.

 

Goldman menilai posisi manajer investasi aktif regional yang masih overweight di Indonesia justru meningkatkan risiko koreksi. Potensi penurunan peringkat, tekanan pasar yang berlanjut, serta kemungkinan penurunan likuiditas dapat mendorong investor long-only melakukan penyesuaian portofolio, sekaligus membuka peluang masuknya arus spekulatif dari hedge fund.

 

Tekanan pasar semakin diperkuat setelah UBS Group AG memangkas rekomendasi saham Indonesia menjadi netral dari sebelumnya overweight. UBS menilai kekhawatiran MSCI terkait investability dan risiko reklasifikasi ke frontier market akan terus membebani pasar hingga terdapat kepastian arah kebijakan regulator serta hasil evaluasi lanjutan dari MSCI.

Sumber: bloombergtechnoz.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.