Modal Rp200 Ribu Jadi Rp5 Juta, Berakhir Boncos Rp800 Juta - Kok Bisa?

Berita Terkini - Diposting pada 01 February 2026 Waktu baca 5 menit

Foto: Acara Judi Pasti Rugi: Perjalanna Lintas Nusantara Berantas Judi Online, di Jakarta, Kamis (29/1/2026). (CNBC Indonesia/Novina Putri)

Judi online terus menjadi ancaman serius bagi masyarakat Indonesia dan menjangkau seluruh lapisan usia, termasuk pelajar. Erwin, seorang mantan penjudi, mengaku mulai terlibat perjudian sejak masih duduk di bangku SMA pada 2017. Saat itu, jenis perjudian yang ia kenal masih berupa taruhan olahraga dan togel, belum seperti platform skor digital saat ini.

 

Perkenalannya dengan judi bermula ketika seorang teman meminjam uang untuk keperluan deposit. Rasa ingin tahu membuat Erwin ikut tertarik dan akhirnya sepakat menanggung deposit bersama. Kesepakatannya sederhana: jika menang, hasilnya dibagi dua. Dari modal Rp200 ribu, keduanya berhasil meraup hingga Rp5 juta.

 

“Iya, dan sialnya seperti kebanyakan orang, deposit pertama itu justru menang. Kami berdua menang. Saya masih ingat, dari 200 ribu bisa jadi 5 juta,” ujar pria asal Sumbawa Barat itu dalam acara Judi Pasti Rugi: Perjalanan Lintas Nusantara Berantas Judi Online di Jakarta, Kamis (29/1/2026).

 

Kemenangan awal tersebut membuatnya percaya uang bisa diperoleh dengan mudah. Namun, hal itu justru menyeretnya semakin dalam ke dunia judi online selama delapan tahun. Selama periode itu, Erwin terus mencari cara mendapatkan uang, termasuk berbohong kepada orang tua dengan alasan kebutuhan sekolah, bahkan saat kuliah yang dibiayai beasiswa.

 

“Bahkan untuk handphone dan sepeda motor, itu hal yang biasa saya jual,” ungkapnya.

 

Studi yang seharusnya bisa diselesaikan dalam 3,5 tahun akhirnya molor akibat kecanduan judi. Ketika bekerja di sektor pertambangan dengan penghasilan besar, kebiasaan berjudi justru semakin parah.

 

“Kalau dihitung-hitung, selama delapan tahun, dua tahun terakhir saja saya bisa menghabiskan sekitar Rp800 juta, padahal usia saya waktu itu baru 24 tahun,” kata Erwin.

 

Ia mengaku telah mencoba berhenti sejak dua hingga tiga tahun lalu, namun keinginan untuk menang dan menutup kerugian sebelumnya membuatnya sulit lepas. Baru sekitar satu setengah tahun lalu, Erwin benar-benar berhenti dan menerima untuk tidak lagi mengejar kemenangan.

 

“Solusi buat teman-teman di luar sana yang mau berhenti itu sebenarnya ikhlas. Dua sampai tiga tahun terakhir itu berat karena masih ada ambisi mengembalikan kekalahan,” tuturnya.

 

Pada kesempatan yang sama, Senior Brand Manager GoPay, Irwan Ari Wibowo, mengatakan kampanye Judi Pasti Rugi mengungkap banyak kisah kelam terkait judi online, termasuk pesan-pesan yang masuk melalui media sosial.

 

Salah satu cerita menyebutkan seseorang nyaris mengakhiri hidupnya setelah kehilangan seluruh harta dan ditinggalkan keluarganya. “Banyak sekali titik terendah, dan sayangnya mereka baru sadar ketika semuanya sudah hilang,” ujar Irwan.

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.