Berita Terkini
Tak Perlu Sarjana! Jadi 'Tukang Parkir' Pesawat, Segini Gaji dan Syaratnya
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 01 February 2026 Waktu baca 5 menit
China resmi memiliki mesin hipergravitasi bernama CHIEF1900, sebuah fasilitas yang berhasil mencetak rekor dunia dengan kemampuan menghasilkan gaya gravitasi hingga 100 kali lebih besar dibandingkan gravitasi Bumi. Mesin ini dikembangkan oleh Shanghai Electric Nuclear Power Group dan memperoleh persetujuan pada 2021. Fasilitasnya dibangun sedalam 15 meter di bawah permukaan tanah dengan nilai investasi mencapai 2 miliar yuan.
Pengembangan proyek CHIEF1900 melibatkan kolaborasi luas antara universitas, lembaga penelitian, sektor industri, serta mitra internasional. Perangkat ini dikirim ke Universitas Zhejiang pada 22 Desember dan akan dimanfaatkan untuk mensimulasikan berbagai peristiwa berisiko tinggi, seperti kegagalan bendungan dan gempa bumi, dalam lingkungan laboratorium yang terkontrol.
Dengan kapasitas mencapai 1.900 g-ton, CHIEF1900 melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh sentrifugal milik Korps Insinyur Angkatan Darat Amerika Serikat yang berada di kisaran 1.200 g-ton. Melalui mesin ini, para ilmuwan dapat menciptakan kondisi hipergravitasi, yaitu gaya gravitasi yang jauh melebihi kondisi alami Bumi.
Hipergravitasi memungkinkan percepatan proses fisik, sehingga fenomena yang biasanya berlangsung selama bertahun-tahun bahkan ribuan tahun dapat direplikasi dalam waktu yang jauh lebih singkat. Kepala ilmuwan CHIEF sekaligus profesor Universitas Zhejiang, Chen Yunmin, menjelaskan bahwa teknologi ini memungkinkan pemampatan rentang waktu yang sangat panjang menjadi eksperimen yang dapat dikelola di laboratorium.
Dalam pengujian ketahanan bendungan, peneliti dapat membangun model struktur setinggi beberapa meter yang diberi tekanan setara dengan beban gravitasi 100 kali Bumi. Pendekatan ini memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai potensi kegagalan struktur serta membantu meningkatkan kualitas desain infrastruktur vital.
Meski demikian, pembangunan CHIEF1900 menghadapi tantangan teknis, terutama terkait panas ekstrem yang dihasilkan oleh kecepatan rotasi tinggi. Untuk mengatasinya, tim peneliti menerapkan sistem pendinginan berbasis vakum yang dilengkapi pompa vakum, pendingin gletser, serta sistem ventilasi udara guna menjaga kestabilan suhu.
CHIEF1900 tidak hanya dirancang untuk simulasi bencana. Chen menegaskan bahwa mesin ini berpotensi membuka jalan bagi pengembangan teori ilmiah yang sepenuhnya baru. Menurutnya, fasilitas ini dirancang untuk menciptakan lingkungan eksperimen dengan skala waktu mulai dari milidetik hingga puluhan ribu tahun, serta skala fisik dari tingkat atom hingga kilometer, baik dalam kondisi normal maupun ekstrem. Hal ini memberikan peluang besar untuk menemukan fenomena dan teori baru yang sebelumnya belum terungkap.
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.