Berita Terkini
Tak Perlu Sarjana! Jadi 'Tukang Parkir' Pesawat, Segini Gaji dan Syaratnya
/index.php
Saham News - Diposting pada 01 February 2026 Waktu baca 5 menit
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai masih berpotensi mengalami tekanan koreksi pada perdagangan hari ini, Jumat (30/1/2026). Sejumlah saham seperti HRUM, ISAT, dan TLKM masuk dalam daftar unggulan MNC Sekuritas untuk hari ini. Mengacu pada data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG pada perdagangan Kamis (29/1/2026) ditutup melemah 1,06% ke level 8.232,20. Sepanjang sesi perdagangan, indeks bergerak pada kisaran 7.481,99 hingga 8.296,94. Tercatat 227 saham menguat, 544 saham melemah, dan 187 saham bergerak stagnan.
Di kelompok saham berkapitalisasi besar, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) mencatatkan penguatan tertinggi dengan lonjakan 18,59% ke Rp1.850 per saham. Kenaikan juga dialami PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang naik 5,29% ke Rp3.780, serta PT Astra International Tbk. (ASII) yang menguat 4,86% ke Rp6.475. Selain itu, PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) naik 4,52% ke Rp8.675, PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) menguat 3,78% ke Rp1.235, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) bertambah 2,14% ke Rp7.150 per saham.
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menjelaskan bahwa secara teknikal IHSG saat ini berada pada fase wave (b) dari wave [x] dalam wave 4 pada label hitam. Kondisi tersebut membuka peluang bagi indeks untuk melanjutkan koreksi menuju area 7.889–8.104. Hal ini sejalan dengan penurunan IHSG sebesar 1,06% pada perdagangan sebelumnya yang disertai dengan tingginya volume penjualan. Data BEI juga mencatat aksi jual bersih investor asing yang mencapai Rp4,63 triliun. Herditya menyampaikan bahwa area penguatan IHSG selanjutnya diperkirakan berada di rentang 8.323–8.527, sebagaimana tercantum dalam riset hariannya yang dikutip Jumat (30/1/2026).
Meski demikian, beberapa saham unggulan diperkirakan masih berpeluang mencatatkan penguatan. Saham PT Harum Energy Tbk. (HRUM), meskipun terkoreksi 3,60% ke Rp1.070 dan masih berada di bawah tekanan jual pada perdagangan sebelumnya, dinilai tengah berada pada fase wave [iv] dari wave C. Saham ini direkomendasikan untuk strategi buy on weakness pada kisaran Rp1.035–Rp1.055, dengan target harga Rp1.130 dan Rp1.175, serta batas stop loss di bawah Rp1.000 per saham.
Rekomendasi buy on weakness juga diberikan kepada PT Indosat Tbk. (ISAT) dengan target harga Rp2.300 dan Rp2.370. Pada perdagangan sebelumnya, ISAT menguat 1,82% ke Rp2.240 seiring meningkatnya volume pembelian, dengan stop loss direkomendasikan di bawah Rp1.950 per saham. Selain itu, PT Sanurhasta Mitra Tbk. (MINA) direkomendasikan sebagai speculative buy dengan target harga Rp414 dan Rp462 serta stop loss di bawah Rp336. Saham MINA tercatat turun 5,08% ke Rp374, namun disertai munculnya volume beli dan diperkirakan berada pada fase wave [iv] dari wave C. Terakhir, saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) juga direkomendasikan buy on weakness dengan target harga Rp3.550 dan Rp3.650, serta stop loss di bawah Rp3.250 per saham.
Perlu dicatat, informasi ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham, dan seluruh keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.
Sumber: bisnis.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.