Bitcoin Tembus US$90.000: Apakah Reli Berlanjut di Tengah Ketidakpastian Ekonomi?

Crypto News - Diposting pada 03 December 2025 Waktu baca 5 menit

Bitcoin Tembus US$90.000, Namun Analis Ingatkan Pemulihan Masih Rentan

Harga Bitcoin (BTC) kembali menanjak dan menembus level psikologis US$90.000, setelah sebelumnya terseret koreksi tajam. Meski begitu, analis menilai pasar masih bergerak hati-hati di tengah ketidakpastian makroekonomi dan arah kebijakan moneter global. 

 

Bitcoin Melonjak Lebih dari 6%, Pasar Risiko Ikut Menguat

Bitcoin mencatat kenaikan lebih dari 6% pada perdagangan pagi, membawa aset kripto terbesar ini kembali bertengger di atas US$90.000. Kenaikan tersebut turut menjadi katalis bagi penguatan pasar saham, khususnya sektor teknologi, seiring meningkatnya selera investor terhadap aset berisiko. Pelaku pasar memandang pergerakan ini sebagai peluang rebound teknikal, terutama setelah pasar kripto mengalami penyusutan likuiditas signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Momentum ini juga disebut sebagai bentuk buy-the-dip yang muncul setelah tekanan jual mereda.

 

Dukungan dari Ekspektasi Kebijakan Moneter AS

Pemulihan harga BTC diyakini turut dipengaruhi oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mulai melonggarkan kebijakan moneternya. Antisipasi penurunan suku bunga memberi harapan bahwa likuiditas akan kembali mengalir ke aset berisiko. Pasar obligasi AS juga menunjukkan tanda-tanda stabilisasi. Imbal hasil obligasi 10-tahun mulai turun, yang menurut para analis dapat mengindikasikan meredanya tekanan inflasi dan ketatnya likuiditas global  kondisi yang biasanya menguntungkan bagi aset seperti Bitcoin. 
 

Selain itu, data pasar tenaga kerja AS terbaru mencatat perlambatan pertumbuhan, memberikan peluang lebih besar bagi The Fed untuk memangkas suku bunga. Prospek kebijakan tersebut sering dianggap sebagai angin segar bagi aset digital. 
 

Sentimen Masih Berhati-Hati: Risiko Makro Belum Sepenuhnya Reda
 

Meski Bitcoin menunjukkan pemulihan yang solid, sejumlah analis mengingatkan bahwa reli ini belum menunjukkan tanda-tanda penguatan fundamental yang kuat. Beberapa faktor risiko yang masih membayangi antara lain:

 

Likuiditas dan Volume Perdagangan Masih Tipis

Pasar kripto masih menghadapi kondisi likuiditas yang lemah. Volume perdagangan yang rendah membuat harga lebih mudah berfluktuasi tajam, termasuk risiko terjadinya flash crash

 

Data Ekonomi AS Bisa Mengubah Arah Pasar

Investor kini menanti sejumlah rilis data ekonomi penting dalam beberapa hari ke depan, seperti angka inflasi, laporan tenaga kerja, dan pernyataan terbaru The Fed. Data tersebut berpotensi memicu volatilitas pasar. 

 

Teknikal Bitcoin Belum Kuat

Dari sisi teknikal, Bitcoin masih menghadapi area resistensi utama. Para analis menyebut zona US$93.900 – US$97.100 sebagai level yang harus ditembus untuk memastikan pemulihan yang lebih stabil dalam jangka menengah. 

 

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.