Grayscale Prediksi Bitcoin Cetak ATH Baru di 2026, Siklus 4 Tahunan Mulai Usang?

Crypto News - Diposting pada 03 December 2025 Waktu baca 5 menit

Grayscale Research memprediksi bahwa Bitcoin berpeluang mencetak harga tertinggi baru pada 2026, sekaligus menampik kekhawatiran bahwa pasar tengah memasuki penurunan jangka panjang.

 

Dalam laporan yang dipublikasikan pada Senin (2/12/2025), Grayscale menyatakan bahwa Bitcoin kemungkinan sudah tidak lagi bergerak mengikuti pola siklus empat tahunan—pandangan umum yang menyebut harga BTC biasanya mencapai puncak dan kemudian anjlok setiap empat tahun mengikuti jadwal halving.

 

“Walaupun situasi pasar masih dipenuhi ketidakpastian, kami melihat bahwa teori siklus empat tahun sudah tidak relevan, dan Bitcoin memiliki peluang untuk menorehkan rekor harga baru pada tahun mendatang,” tulis analis Grayscale.

 

Sejak awal Oktober, Bitcoin memang mengalami tekanan besar dan sempat turun hingga 32% pada November. Pada Senin, harga BTC menyentuh US$84.000 sebelum kembali naik ke sekitar US$86.900 pada Selasa dini hari waktu AS.

 

Grayscale menekankan bahwa investor jangka panjang secara historis tetap memperoleh keuntungan positif meskipun menghadapi periode koreksi yang berat.

 

Penurunan sebesar 25% atau lebih dianggap sebagai hal yang umum dalam kondisi pasar bullish dan tidak selalu menjadi tanda awal tren bearish berkepanjangan.

 

Siklus Empat Tahunan Bitcoin Dinilai Sudah Tidak Berlaku

Grayscale juga menjelaskan beberapa alasan mengapa pergerakan Bitcoin kali ini berbeda dari siklus sebelumnya.

 

Pertama, pasar tidak memperlihatkan pola kenaikan ekstrem berbentuk parabola yang biasanya muncul sebelum koreksi besar. Struktur pasar kini lebih didominasi oleh aliran dana institusional melalui Exchange-Traded Product (ETP) dan cadangan aset digital, bukan oleh aktivitas investor ritel di bursa spot seperti pada masa lalu.

 

Dari sisi makroekonomi, kondisi global juga dinilai tetap mendukung. Grayscale menilai potensi penurunan suku bunga serta dorongan bipartisan terhadap regulasi aset kripto di Amerika Serikat dapat menjadi pendorong positif tambahan.

 

Optimisme serupa juga disampaikan CEO BitMine, Tom Lee, yang menilai ada ketidakselarasan antara fundamental pasar dan pergerakan harga saat ini.

 

“Harga kripto terus merosot, sedangkan fundamentalnya—mulai dari jumlah dompet, aktivitas on-chain, biaya transaksi, hingga kemajuan tokenisasi—justru semakin kuat. Risiko dibanding potensi imbal hasil terlihat sangat menarik untuk Bitcoin dan Ethereum,” tulis Lee di X pada Senin (1/12/2025).

 

Dalam wawancara bersama CNBC, Lee menambahkan bahwa ia tetap optimistis dan meyakini Bitcoin dapat kembali mencetak rekor harga tertingginya paling cepat pada Januari tahun depan.

 

Hingga artikel ini dibuat, Bitcoin diperdagangkan di level sekitar US$87.000, naik sekitar 1% dalam 24 jam terakhir setelah sempat jatuh ke angka US$84.000 sehari sebelumnya, berdasarkan data CoinMarketCap.

Sumber: coinvestasi.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.