Harga Emas Melonjak Tajam, Harga Bitcoin Masih Tertinggal

Crypto News - Diposting pada 24 December 2025 Waktu baca 5 menit

Emas Cetak Rekor Tertinggi, Bitcoin Tertinggal di Tengah Pergeseran Sentimen Risiko Global

Di tengah reli harga emas yang menembus rekor tertinggi sepanjang masa, Bitcoin (BTC) justru belum mampu mengimbangi laju kenaikan tersebut. Kondisi ini menegaskan bahwa aset kripto terbesar di dunia masih tertinggal dibanding logam mulia, yang kembali menjadi tujuan utama investor di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Perbedaan pergerakan ini mencerminkan divergensi sentimen di pasar keuangan internasional. Emas kembali diposisikan sebagai aset lindung nilai (safe-haven), sementara Bitcoin masih dipersepsikan sebagai instrumen berisiko yang sensitif terhadap perubahan sentimen pasar.

 

Harga Emas Menguat Didukung Permintaan dan Harapan Penurunan Suku Bunga

Pada perdagangan hari ini, Selasa (24/12/2025), harga emas mencatatkan rekor baru dengan menembus level di atas US$4.500 per ons. Kenaikan tersebut ditopang oleh permintaan kuat dari investor ritel maupun institusional, seiring meningkatnya ekspektasi penurunan suku bunga yang cenderung menguntungkan aset tanpa imbal hasil. Reli emas juga diperkuat oleh meningkatnya pembelian dari bank sentral serta masuknya investor baru yang mencari perlindungan terhadap tekanan inflasi dan ketidakpastian ekonomi makro global.

 

Bitcoin Masih Berkonsolidasi, Dipandang Lebih Berisiko

Di sisi lain, Bitcoin masih bergerak terbatas dalam fase konsolidasi di kisaran US$86.000 hingga US$90.000. Kinerja tersebut terlihat jauh tertinggal dibandingkan lonjakan tajam harga emas, menandakan bahwa pasar kripto belum merespons secara signifikan tren penguatan aset safe-haven.

Sejumlah pelaku pasar bahkan menilai Bitcoin saat ini lebih menyerupai aset berisiko, dengan pola pergerakan yang cenderung sejalan dengan saham teknologi, alih-alih berfungsi sebagai instrumen lindung nilai tradisional.

 

Rotasi Modal ke Aset Defensi

Analis pasar menilai kondisi ini menunjukkan adanya rotasi modal jangka pendek ke aset yang lebih defensif. Tekanan makroekonomi, termasuk ketidakpastian kebijakan fiskal serta dinamika geopolitik global, membuat emas kembali dipilih sebagai tempat berlindung nilai. Meski kerap dijuluki sebagai “emas digital”, Bitcoin belum mampu menarik arus modal yang signifikan selama fase pasar yang cenderung menghindari risiko (risk-off) ini.

 

Prospek Jangka Menengah Masih Terbuka

Kendati tertinggal dari emas dalam jangka pendek, sejumlah analis tetap melihat peluang pemulihan Bitcoin dalam horizon menengah hingga panjang. Secara historis, aset kripto kerap bergerak lebih lambat pada awal siklus sebelum akhirnya mengejar dan bahkan mengungguli aset lain ketika likuiditas meningkat dan sentimen risiko pasar kembali membaik. Dengan demikian, meskipun tekanan jangka pendek masih membayangi, prospek Bitcoin dinilai belum sepenuhnya kehilangan daya tariknya di mata investor jangka panjang.

 

Emas Cetak Rekor Tertinggi, Bitcoin Tertinggal di Tengah Pergeseran Sentimen Risiko Global

Di tengah reli harga emas yang menembus rekor tertinggi sepanjang masa, Bitcoin (BTC) justru belum mampu mengimbangi laju kenaikan tersebut. Kondisi ini menegaskan bahwa aset kripto terbesar di dunia masih tertinggal dibanding logam mulia, yang kembali menjadi tujuan utama investor di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Perbedaan pergerakan ini mencerminkan divergensi sentimen di pasar keuangan internasional. Emas kembali diposisikan sebagai aset lindung nilai (safe-haven), sementara Bitcoin masih dipersepsikan sebagai instrumen berisiko yang sensitif terhadap perubahan sentimen pasar.

 

Harga Emas Menguat Didukung Permintaan dan Harapan Penurunan Suku Bunga

Pada perdagangan hari ini, Rabu (24/12/2025), harga emas mencatatkan rekor baru dengan menembus level di atas US$4.500 per ons. Kenaikan tersebut ditopang oleh permintaan kuat dari investor ritel maupun institusional, seiring meningkatnya ekspektasi penurunan suku bunga yang cenderung menguntungkan aset tanpa imbal hasil. Reli emas juga diperkuat oleh meningkatnya pembelian dari bank sentral serta masuknya investor baru yang mencari perlindungan terhadap tekanan inflasi dan ketidakpastian ekonomi makro global.

 

Bitcoin Masih Berkonsolidasi, Dipandang Lebih Berisiko

Di sisi lain, Bitcoin masih bergerak terbatas dalam fase konsolidasi di kisaran US$86.000 hingga US$90.000. Kinerja tersebut terlihat jauh tertinggal dibandingkan lonjakan tajam harga emas, menandakan bahwa pasar kripto belum merespons secara signifikan tren penguatan aset safe-haven. Sejumlah pelaku pasar bahkan menilai Bitcoin saat ini lebih menyerupai aset berisiko, dengan pola pergerakan yang cenderung sejalan dengan saham teknologi, alih-alih berfungsi sebagai instrumen lindung nilai tradisional.

 

Rotasi Modal ke Aset Defensif

Analis pasar menilai kondisi ini menunjukkan adanya rotasi modal jangka pendek ke aset yang lebih defensif. Tekanan makroekonomi, termasuk ketidakpastian kebijakan fiskal serta dinamika geopolitik global, membuat emas kembali dipilih sebagai tempat berlindung nilai. Meski kerap dijuluki sebagai “emas digital”, Bitcoin belum mampu menarik arus modal yang signifikan selama fase pasar yang cenderung menghindari risiko (risk-off) ini.

 

Prospek Jangka Menengah Masih Terbuka

Kendati tertinggal dari emas dalam jangka pendek, sejumlah analis tetap melihat peluang pemulihan Bitcoin dalam horizon menengah hingga panjang. Secara historis, aset kripto kerap bergerak lebih lambat pada awal siklus sebelum akhirnya mengejar dan bahkan mengungguli aset lain ketika likuiditas meningkat dan sentimen risiko pasar kembali membaik. Dengan demikian, meskipun tekanan jangka pendek masih membayangi, prospek Bitcoin dinilai belum sepenuhnya kehilangan daya tariknya di mata investor jangka panjang.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.