Berita Terkini
Tak Perlu Sarjana! Jadi 'Tukang Parkir' Pesawat, Segini Gaji dan Syaratnya
/index.php
Crypto News - Diposting pada 21 December 2025 Waktu baca 5 menit
Bank of Japan Naikkan Suku Bunga ke 0,75%, Dinamika Pendanaan Global dan Dampaknya ke Bitcoin Kembali Disorot
Kebijakan moneter global kembali memasuki fase volatil setelah Bank of Japan (BoJ) resmi menaikkan suku bunga acuannya ke level 0,75%, posisi tertinggi dalam hampir 30 tahun terakhir. Keputusan tersebut menandai berakhirnya era kebijakan ultra-longgar Jepang sekaligus memicu penyesuaian ulang pada struktur pendanaan global, dengan implikasi yang meluas ke pasar aset berisiko, termasuk Bitcoin (BTC).
Keputusan kenaikan suku bunga ini diumumkan dalam pertemuan kebijakan akhir tahun BoJ. Bank sentral Jepang menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, dari sebelumnya 0,5% menjadi 0,75%, sebagai respons atas tekanan inflasi yang bertahan dan upaya normalisasi kebijakan moneter setelah bertahun-tahun mempertahankan suku bunga sangat rendah, bahkan sempat berada di wilayah negatif.
Seorang analis pasar global menilai langkah tersebut sebagai peristiwa yang jarang terjadi. Ia menyebut kebijakan ini mencerminkan keseriusan BoJ dalam menghadapi tekanan harga domestik secara lebih tegas setelah hampir tiga dekade kebijakan moneter longgar.
Tekanan Baru pada Struktur Pendanaan Global
Selama bertahun-tahun, suku bunga rendah di Jepang menjadi fondasi strategi carry trade, di mana investor global meminjam dana dalam mata uang yen dengan biaya murah untuk kemudian dialokasikan ke aset berimbal hasil lebih tinggi di pasar global. Namun, dengan suku bunga yang kini naik ke 0,75%, strategi tersebut mulai menghadapi tekanan terhadap tingkat keuntungan.
Para ekonom memperkirakan kondisi ini dapat mendorong rebalancing portofolio global, di mana sebagian dana berpotensi ditarik dari pasar saham dan aset berisiko untuk dialihkan ke instrumen yang lebih defensif. Dampaknya tidak hanya dirasakan di pasar ekuitas dan obligasi, tetapi juga merembet ke aset digital seperti Bitcoin.
Respons Pasar Kripto: Bitcoin Bergerak Berlawanan Arah
Menariknya, alih-alih tertekan, harga Bitcoin justru sempat menunjukkan penguatan pasca pengumuman kebijakan BoJ. Data perdagangan di sesi Asia menunjukkan BTC bergerak naik hingga menembus level US$87.000, mencerminkan tingginya volatilitas pasar kripto di tengah perubahan arah kebijakan moneter global.
Meski demikian, sejumlah analis menilai respons positif tersebut belum tentu bertahan lama. Pengetatan kebijakan moneter Jepang berpotensi memperketat likuiditas global, khususnya jika penguatan yen berlanjut dan mendorong pelaku pasar mengurangi eksposur terhadap aset berisiko. Kondisi ini dapat berdampak pada permintaan Bitcoin yang selama ini turut ditopang oleh arus dana dari strategi carry trade.
Prospek dan Risiko ke Depan
Kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan juga dipandang sebagai sinyal bahwa bank sentral utama lainnya dapat mengambil langkah serupa, bergantung pada perkembangan inflasi dan pertumbuhan ekonomi di masing-masing negara. Hal tersebut menambah tantangan bagi pelaku pasar dalam membaca arah kebijakan moneter global ke depan.
Saat ini para pelaku pasar mencermati apakah Bitcoin mampu mempertahankan momentumnya di tengah lingkungan likuiditas yang semakin ketat, atau justru menghadapi tekanan lanjutan akibat perubahan arus modal global. Dinamika kebijakan bank sentral diperkirakan akan tetap menjadi faktor kunci yang memengaruhi pergerakan aset digital dalam waktu mendatang.
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.