Berita Terkini
Tak Perlu Sarjana! Jadi 'Tukang Parkir' Pesawat, Segini Gaji dan Syaratnya
/index.php
Berita Terkini - Diposting pada 06 December 2025 Waktu baca 5 menit
Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa minum kopi dalam jumlah tertentu dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan, terutama bagi individu dengan gangguan psikiatri berat.
Riset yang diterbitkan di BMJ Mental Health tersebut menemukan bahwa konsumsi 3–5 cangkir kopi per hari mampu memperlambat penuaan biologis hingga setara lima tahun lebih muda.
Temuan ini berkaitan dengan telomer, bagian ujung DNA pada kromosom yang berfungsi melindungi sel dari kerusakan.
Penderita gangguan mental seperti skizofrenia, bipolar, atau depresi berat biasanya memiliki telomer lebih pendek, yang menandakan proses penuaan lebih cepat dan risiko kematian sekitar 15 tahun lebih awal dibanding populasi umum.
Dalam penelitian melibatkan 436 responden usia 18–65 tahun, para ahli menemukan bahwa mereka yang rutin minum 3–5 cangkir kopi per hari memiliki panjang telomer mirip dengan orang yang secara biologis lima tahun lebih muda.
Sebaliknya, peserta yang sama sekali tidak mengonsumsi kopi mengalami pemendekan telomer yang lebih besar.
Namun manfaat ini hanya muncul pada konsumsi sedang. Mereka yang minum lebih dari lima cangkir per hari tidak menunjukkan perpanjangan usia biologis.
“Temuan kami menunjukkan bahwa konsumsi kopi berkaitan dengan usia biologis yang lebih muda, tetapi efek tersebut hilang bila seseorang minum kopi terlalu banyak,” ujar Monica Aas, PhD, dari King’s College London, dikutip melalui Medical News Today.
Para peneliti juga memperingatkan bahwa konsumsi berlebihan bisa mengganggu kualitas tidur dan meningkatkan stres oksidatif, yang pada akhirnya mempercepat penuaan sel.
Mereka menduga bahwa khasiat kopi berasal dari kandungan antioksidan seperti asam klorogenat dan trigonelin, yang membantu menjaga DNA serta mengurangi peradangan.
“Kopi memiliki senyawa bioaktif, terutama asam klorogenat dan trigonelin, yang berfungsi sebagai antioksidan, menetralkan radikal bebas, dan mengaktifkan mekanisme pertahanan sel untuk mencegah kerusakan DNA akibat oksidasi,” jelas Michelle Routhenstein, ahli gizi yang fokus pada kesehatan jantung dan tidak terlibat dalam penelitian.
Routhenstein menambahkan bahwa manfaat kopi lebih banyak berasal dari polifenol, yaitu senyawa nabati yang terdapat di dalamnya, bukan dari kafein.
Walaupun temuan ini menjanjikan, para peneliti menegaskan bahwa studi ini bersifat observasional, sehingga belum dapat memastikan hubungan sebab-akibat. Riset lebih lanjut masih diperlukan untuk membuktikan peran kopi dalam memperlambat penuaan biologis.
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.