Jalur Darat Rusak Parah, Pemerintah Kerahkan Suplai Pangan Lewat Udara

Berita Terkini - Diposting pada 03 December 2025 Waktu baca 5 menit

Pasca banjir bandang di sejumlah wilayah di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat. Dok: Bloomberg

Penyaluran bantuan untuk korban banjir bandang di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat saat ini masih mengalami keterbatasan. Deputi Badan Pangan Nasional, Ketut Astawa, menyoroti hambatan distribusi terutama di wilayah pesisir barat yang terisolasi akibat terputusnya akses jalur darat.

 

“Untuk wilayah Kota Sibolga dan area di sekitarnya, termasuk Tapanuli Tengah, kami tengah bersiap melakukan distribusi bantuan lewat udara bersama TNI AU. Akses dari Medan maupun dari Bandara Ferdinand Lumbantobing di Pinangsori masih sangat terbatas karena kerusakan pada jalur darat,” ujarnya pada Selasa (2/12/2025).

 

Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut turut memengaruhi suplai pangan menuju Pulau Nias.

“Situasi di Sibolga tentu harus kita waspadai karena dapat berdampak pada daerah lain seperti Nias. Karena itu, langkah intervensi yang cepat sangat diperlukan agar stabilitas pangan tetap terjaga dan masyarakat tidak menghadapi beban lebih berat di tengah bencana,” jelasnya.

 

Ketut Astawa menegaskan bahwa Bapanas bersama Kementerian Pertanian, Bulog, pemerintah daerah, serta seluruh pihak terkait segera mengirimkan beras secara bertahap begitu akses dan kondisi cuaca memungkinkan, dengan memprioritaskan area pengungsian berisiko tinggi.

 

Sebelumnya diberitakan bahwa Perum Bulog telah mendistribusikan lebih dari 287 ton Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) ke kawasan terdampak banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

 

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, merinci bahwa hingga 30 November 2025, penyaluran CPPD yang telah dilakukan mencakup Provinsi Aceh sebanyak 152.893 kilogram (kg), Sumatra Utara sebanyak 72.630 kg, dan Sumatra Barat sebanyak 61.554 kg.

 

“Dengan demikian, total beras CPPD yang telah disalurkan ke ketiga provinsi tersebut mencapai lebih dari 287 ton,” ungkap Rizal dalam keterangan pers yang dikutip pada Senin (1/12/2025).

 

Sebagai upaya memperkuat ketersediaan stok pangan demi pemerataan dan mempercepat pemulihan distribusi, Perum Bulog juga menambah persediaan beras untuk beberapa wilayah, yakni Sibolga sebanyak 1.562 ton dari Jakarta dan Medan, serta Nias sebanyak 1.650 ton dari Jakarta dan Padang.

Sumber: bloombergtechnoz.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.