Berita Terkini
Tak Perlu Sarjana! Jadi 'Tukang Parkir' Pesawat, Segini Gaji dan Syaratnya
/index.php
Berita Terkini - Diposting pada 12 December 2025 Waktu baca 5 menit
Presiden RI Prabowo Subianto akhirnya tiba kembali di Tanah Air setelah melakukan kunjungan luar negeri ke Pakistan dan Rusia.
Bukan di Jakarta, Prabowo justru mendarat di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Jumat (12/12) dini hari WIB. Usai terbang dari Moskow bersama sejumlah menteri, ia langsung melanjutkan perjalanan menuju Kota Medan.
Di Medan, Presiden Prabowo dijadwalkan meninjau langsung sejumlah wilayah yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor.
Setelah itu, ia juga akan memimpin rapat koordinasi terkait penanganan bencana di tiga provinsi Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Menurut laporan Antara, Pesawat Garuda Indonesia-1 PK-GIG yang membawa Prabowo mendarat di Kualanamu sekitar pukul 02.00 WIB. Dalam penerbangan dari Moskow tersebut, Presiden didampingi oleh Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya.
Di apron bandara, Prabowo disambut oleh Mensesneg Prasetyo Hadi, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo, serta Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution.
Kedatangan Presiden ke Sumatra Utara kali ini merupakan kunjungan keduanya, setelah sebelumnya meninjau lokasi bencana di Tapanuli Tengah pada 1 Desember 2025.
Sejumlah daerah di Sumatera Utara, serta wilayah di Aceh dan Sumatera Barat, terdampak banjir bandang dan longsor pada 25 November 2025. Hampir seribu orang ditemukan meninggal dunia, sementara ratusan lainnya masih dinyatakan hilang.
BNPB dalam konferensi pers pada Kamis (11/12) menyampaikan bahwa hingga 11 Desember 2025 jumlah korban jiwa akibat bencana tersebut mencapai 990 orang. Rinciannya: 407 korban di Aceh, 343 di Sumatera Utara, dan 240 di Sumatera Barat.
Jumlah warga yang dilaporkan hilang mencapai 225 orang per Kamis.
BNPB juga mencatat total pengungsi di tiga provinsi tersebut sudah mencapai 884.889 jiwa.
Adapun total bantuan yang masuk ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak 28 November hingga 11 Desember 2025 berjumlah 498 ton, dengan 351,4 ton di antaranya telah tersalurkan melalui jalur darat, laut, dan udara.
Sumber: cnnindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.