Program Prioritas Serap Anggaran Rp752 Triliun hingga November 2025, Ini Rinciannya

Berita Terkini - Diposting pada 23 December 2025 Waktu baca 5 menit

Kementerian Keuangan melaporkan bahwa hingga November 2025, realisasi anggaran Program Prioritas Pemerintah Pusat telah mencapai Rp752,7 triliun. Nilai tersebut setara dengan 81,2% dari total pagu anggaran tahunan sebesar Rp927,2 triliun.

 

Berdasarkan catatan Kementerian Keuangan, dari sisi pelayanan publik, Program Makan Bergizi Gratis telah menyerap dana sebesar Rp52,9 triliun atau 74,6% dari alokasi Rp71 triliun, dengan jumlah penerima mencapai 50,7 juta orang.

 

Sementara itu, Program Cek Kesehatan Gratis, skrining tuberkulosis, serta revitalisasi 32 rumah sakit menghabiskan anggaran Rp6 triliun atau sekitar 64% dari pagu Rp9,3 triliun. Program pemeriksaan kesehatan gratis tersebut telah dimanfaatkan oleh 69,6 juta peserta, sebagaimana tercantum dalam laporan APBNKita: Kinerja dan Fakta yang dikutip pada Senin (22/12/2025).

 

Realisasi anggaran Program Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda tercatat sebesar Rp2,3 triliun atau 22% dari total anggaran Rp10,2 triliun, yang telah digunakan oleh 166 sekolah.

 

Selanjutnya, anggaran Program Prioritas Pemerintah Pusat yang difokuskan pada penguatan dan perlindungan daya beli masyarakat disalurkan melalui tujuh program. Program Keluarga Harapan terealisasi Rp28,1 triliun atau 98% dari pagu Rp28,7 triliun. Program Indonesia Pintar, termasuk KIP Kuliah dan beasiswa lainnya, telah terserap Rp25,3 triliun atau 91% dari alokasi Rp27,7 triliun.

 

Program Kartu Sembako atau Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) mencatat realisasi Rp41,7 triliun atau 95% dari pagu Rp43,9 triliun. Sementara itu, Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra) mencapai Rp25,3 triliun atau 80% dari pagu Rp31,5 triliun.

 

Program Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) terealisasi Rp44,8 triliun atau 96% dari alokasi Rp46,5 triliun. Program Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Non-PNS menyerap Rp20,7 triliun atau 93% dari pagu Rp22,2 triliun. Adapun Program Perumahan mencatat realisasi Rp33,9 triliun atau 67,4% dari total anggaran Rp50,3 triliun.

 

Untuk upaya stabilisasi harga dan produksi, Program Subsidi Non-Energi seperti subsidi KUR dan pupuk telah menggunakan anggaran Rp72,4 triliun atau 69% dari pagu Rp104,5 triliun. Program Subsidi dan Kompensasi Energi tercatat mencapai Rp345,1 triliun atau 72,6% dari alokasi Rp394,3 triliun.

 

Selain itu, Program Lumbung Pangan terealisasi Rp12,7 triliun atau 64% dari pagu Rp20 triliun, sedangkan anggaran untuk Bulog dan cadangan pangan telah terserap penuh sebesar Rp22,1 triliun.

 

Di bidang sarana dan prasarana publik serta peningkatan produktivitas, anggaran renovasi dan revitalisasi sekolah mencapai Rp16,4 triliun atau 82% dari pagu Rp20 triliun. Program bendungan, irigasi, serta operasional dan pemeliharaan infrastruktur sumber daya alam terealisasi Rp14,3 triliun atau 62% dari anggaran Rp23 triliun. Preservasi jalan dan jembatan menyerap Rp11,7 triliun atau 60,2% dari pagu Rp19,5 triliun. Terakhir, program kampung nelayan, pergaraman nasional, dan budidaya ikan bernilai salin mencapai Rp2,1 triliun atau 81% dari alokasi Rp2,6 triliun.

Sumber: bloombergtechnoz.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.