Berita Terkini
Siap - Siap! Pemerintah Siapkan Insentif Lebaran Rp13 Triliun, Ini Rinciannya
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 02 January 2025 Waktu baca 5 menit
DIGIVESTASI - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa inflasi pada Desember 2024 tercatat sebesar 0,44% secara bulanan, yang mengakibatkan indeks harga konsumen (IHK) naik dari 106,33 pada November 2023 menjadi 106,80. Inflasi Indonesia pada akhir tahun 2024 pun mencapai 1,57%, baik secara tahunan maupun year to date. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismarti, menjelaskan dalam konferensi pers pada Kamis (2/1/2025), bahwa inflasi bulanan di Desember 2024 lebih tinggi dibandingkan inflasi pada November 2024 maupun Desember 2023.
Kelompok pengeluaran yang berkontribusi besar terhadap inflasi bulanan adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau, yang mengalami inflasi sebesar 1,33% dan memberikan andil 0,38%. Beberapa komoditas yang dominan mendorong inflasi di kelompok ini antara lain telur ayam ras dan cabai merah, yang masing-masing memberikan andil inflasi sebesar 0,06%. Komoditas lainnya yang turut memberikan andil inflasi termasuk ikan segar, cabai rawit, bawang merah, dan minyak goreng, dengan kontribusi inflasi masing-masing sebesar 0,03%. Selain itu, bawang putih, sawi hijau, daging ayam ras, dan beras juga memberikan andil inflasi masing-masing sebesar 0,01%.
Sebelumnya, konsensus dari ekonom yang dihimpun oleh Bloomberg memperkirakan inflasi tahunan Indonesia pada Desember 2024 sebesar 1,53%. Prediksi tertinggi datang dari ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk., Hosianna Evalita Situmorang, yang memperkirakan inflasi sebesar 1,73%. Proyeksi terendah berasal dari ekonom Citigroup Securities Indonesia, Helmi Arman, yang memperkirakan inflasi 0,35% YoY. Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk. (BNLI), Josua Pardede, yang juga turut dalam konsensus, memprediksi inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 1,67% YoY, didorong oleh inflasi musiman.
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, inflasi tahunan pada 2024 tercatat lebih rendah, turun dari 2,81% YoY. Sebaliknya, inflasi inti tahunan diperkirakan meningkat menjadi 2,29%, naik dari 1,80% pada tahun sebelumnya. Menurut Josua, kenaikan inflasi inti pada 2024 dipengaruhi oleh tren kenaikan harga emas dan depresiasi rupiah yang memengaruhi harga emas domestik. Josua juga memperkirakan inflasi pada harga yang diatur pemerintah akan sedikit menurun dari 0,82% YoY pada November menjadi 0,69%, sementara inflasi pada harga bergejolak diperkirakan akan pulih dari deflasi 0,32% menjadi inflasi 0,48% pada akhir tahun.
Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita
Sumber: bisnis.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.