Ketidakpastian Geopolitik Mendorong Lonjakan Volatilitas di Pasar Aset Berisiko Global

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 23 December 2025 Waktu baca 5 menit

Dinamika geopolitik global kembali menekan stabilitas pasar keuangan internasional, memicu fluktuasi yang semakin tajam pada berbagai kelas aset berisiko, mulai dari saham hingga kripto dan komoditas. Serangkaian ketegangan politik dan kebijakan lintas negara memperkuat kecenderungan risk-off, di mana investor memilih mengurangi eksposur risiko dan mengalihkan dana ke instrumen yang dianggap lebih aman.

Dalam beberapa bulan terakhir, eskalasi konflik di sejumlah kawasan, termasuk Timur Tengah, serta meningkatnya tekanan kebijakan perdagangan global, telah memperbesar ketidakpastian di pasar. Kondisi ini secara historis mendorong arus dana keluar dari aset berisiko dan meningkatkan permintaan terhadap instrumen safe-haven seperti emas dan obligasi pemerintah negara maju.

Laporan Bank Sentral Eropa (ECB) menegaskan bahwa meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan kebijakan global berpotensi memicu lonjakan volatilitas di pasar keuangan. Investor dipaksa menyesuaikan kembali proyeksi pertumbuhan ekonomi dan risiko global secara bersamaan, sehingga memperlebar pergerakan harga aset.

Sejalan dengan itu, International Monetary Fund (IMF) mencatat bahwa risiko geopolitik memiliki dampak signifikan terhadap volatilitas harga aset, dengan efek yang umumnya lebih besar dan bertahan lebih lama dibandingkan ketidakpastian yang bersumber dari faktor domestik.

 

Tekanan Menyebar ke Berbagai Kelas Aset

Peningkatan volatilitas tidak hanya terjadi di pasar saham, tetapi juga merambat ke pasar kripto dan komoditas. Dalam fase ketidakpastian global, Bitcoin dan aset digital utama kerap menunjukkan pergerakan harga yang lebih ekstrem, sementara altcoin cenderung menghadapi tekanan jual yang lebih dalam. Pola ini mencerminkan kecenderungan investor untuk mempertahankan likuiditas tinggi dan mencari perlindungan nilai.

Sementara itu, pasar saham global juga merasakan tekanan serupa. Meningkatnya sensitivitas investor terhadap isu geopolitik yang berpotensi memengaruhi pertumbuhan ekonomi dan arus modal internasional menyebabkan fluktuasi harga yang lebih lebar dalam waktu relatif singkat.

 

Perilaku Investor di Tengah Ketidakpastian

Analis pasar menggambarkan situasi ini sebagai fase flight-to-quality, di mana investor mengalihkan modal dari aset berisiko menuju instrumen yang dinilai lebih stabil, seperti emas, obligasi pemerintah negara maju, serta mata uang tertentu seperti yen Jepang dan franc Swiss. Strategi ini mencerminkan respons psikologis pelaku pasar dalam menghadapi meningkatnya risiko, dengan menempatkan stabilitas di atas potensi imbal hasil yang tinggi.

Pendekatan tersebut menjadi semakin relevan di tengah kondisi global saat ini, ketika konflik regional, ketegangan perdagangan, dan perubahan arah kebijakan moneter bank sentral utama menciptakan guncangan berulang di pasar keuangan.

 

Arah Pasar ke Depan

Sejumlah ekonom memperkirakan ketidakpastian geopolitik akan tetap menjadi faktor kunci yang membentuk arah pasar global sepanjang 2026, terutama jika konflik dan dinamika perdagangan internasional belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Dalam situasi tersebut, volatilitas pada aset berisiko seperti saham dan kripto diperkirakan tetap tinggi, sementara minat terhadap aset safe-haven berpotensi terus menguat.

 

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.