Peluang Emas Indonesia di Perang Dagang Trump 2.0

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 07 March 2025 Waktu baca 5 menit

illustrasi

Dinamika Geoekonomi Global Berubah, Indonesia Perlu Strategi Baru

Perubahan besar tengah terjadi dalam lanskap geoekonomi global dengan kembalinya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat. Kebijakan perdagangannya yang lebih protektif membawa dampak luas, termasuk pemberlakuan tarif impor yang agresif. Beberapa tarif sudah diterapkan, sementara lainnya masih dalam tahap perencanaan.

Trump menetapkan tarif dasar sebesar 10% bagi negara-negara tanpa Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA), sedangkan tarif 25%-60% diberlakukan untuk sektor strategis seperti semikonduktor, baja, dan otomotif. Kanada, Meksiko, dan China menjadi negara yang paling terdampak, dengan tarif impor tertinggi sejak Perang Dunia II.

Kebijakan ini memaksa banyak negara menghadapi dilema: membalas dengan tarif serupa yang dapat meningkatkan ketegangan ekonomi global atau menegosiasikan kesepakatan perdagangan baru yang mungkin mengorbankan keunggulan komparatif mereka. Bahkan negara yang tidak terkena tarif secara langsung tetap akan merasakan dampaknya melalui gangguan rantai pasok global.

Di tengah tantangan ini, terdapat peluang bagi Indonesia untuk menyesuaikan strategi perdagangan dan investasi guna mengisi celah yang ditinggalkan negara lain. Jika langkah ini diambil dengan cepat, Indonesia dapat memperkuat posisinya sebagai pusat industri ekspor baru dalam rantai pasok global, menggantikan peran yang sebelumnya dipegang China dan Meksiko.

Strategi Makroekonomi untuk Mengoptimalkan Peluang

Sebelum membahas strategi Indonesia dalam menghadapi perubahan perdagangan global ini, penting untuk memahami prinsip dasar makroekonomi: keseimbangan antara tabungan, investasi, ekspor, dan impor (S-I = X-M).

Meningkatkan ekspor tanpa memperhitungkan investasi dan permintaan domestik dapat menyebabkan ketidakseimbangan ekonomi. Oleh karena itu, selain membuka peluang perdagangan, Indonesia juga harus mengarahkan investasi ke sektor-sektor berpotensi tinggi guna memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Untuk memanfaatkan momentum ini, Indonesia perlu mengoptimalkan tiga strategi utama: (i) perjanjian perdagangan yang efektif untuk menurunkan hambatan ekspor, (ii) eksekusi investasi yang cermat melalui Danantara Indonesia, serta (iii) kebijakan fiskal dan moneter yang mampu merangsang permintaan domestik. Dengan pendekatan yang terkoordinasi, Indonesia dapat mempercepat upaya keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle-income trap).

Meningkatkan Keunggulan Komparatif di Sektor Terdampak Tarif

Produk-produk seperti logam olahan, mesin industri, peralatan listrik, dan tekstil menjadi komoditas yang terdampak tarif AS. Sektor-sektor ini juga tengah berkembang di Indonesia, seperti proyek pembangunan smelter alumina oleh PT Aneka Tambang Tbk. (ANTAM).

Meski secara teori Indonesia memiliki potensi untuk mengisi celah ini, persaingan ketat dari Thailand dan Vietnam menjadi tantangan utama. Thailand telah menawarkan insentif pajak serta infrastruktur ekonomi yang menarik investor besar, sementara Vietnam berhasil mengamankan kontrak bernilai miliaran dolar dengan AS, khususnya di sektor semikonduktor dan manufaktur teknologi tinggi.

Kendati demikian, kebijakan tarif Trump dapat mengubah peta perdagangan global, membuka peluang bagi Indonesia untuk menegosiasikan perjanjian dagang yang lebih menguntungkan serta memperluas akses pasar ke kawasan Asia, Afrika, dan Uni Eropa.

Kebijakan dan Investasi untuk Memperkuat Daya Saing Indonesia

Indonesia perlu memperkuat integrasi ekonomi regional melalui ASEAN dan RCEP serta mempertimbangkan masuk ke perjanjian dagang global seperti CPTPP. Bergabungnya Indonesia dalam BRICS juga membuka kesempatan untuk meningkatkan akses pasar internasional.

Danantara Indonesia, dengan mandat pengelolaan dana lebih dari US$ 900 miliar, memiliki peran strategis dalam menarik investasi di sektor ekspor unggulan. Namun, keberhasilan ini bergantung pada tata kelola yang transparan guna menghindari potensi korupsi seperti yang terjadi pada beberapa sovereign wealth fund di negara lain.

Kesimpulan: Momentum untuk Transformasi Ekonomi

Keselarasan kebijakan antara Danantara Indonesia, Kementerian Keuangan, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Investasi menjadi kunci sukses dalam menghadapi dinamika perdagangan global yang berubah. Dengan strategi yang tepat, Indonesia dapat mempercepat transformasi ekonominya, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing industri nasional di tengah perubahan peta perdagangan dunia.

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.