Berita Terkini
Tak Perlu Sarjana! Jadi 'Tukang Parkir' Pesawat, Segini Gaji dan Syaratnya
/index.php
Edukasi - Diposting pada 21 December 2025 Waktu baca 5 menit
Memahami Short Squeeze dan Long Squeeze di Tengah Volatilitas Pasar
Volatilitas tinggi di pasar keuangan global kembali menyoroti fenomena short squeeze dan long squeeze, khususnya pada aset berisiko seperti kripto dan saham spekulatif. Kedua dinamika pasar ini kerap muncul saat pergerakan harga berlangsung ekstrem, dipengaruhi bukan hanya oleh faktor teknikal, tetapi juga oleh psikologi kolektif serta respons emosional para pelaku pasar. Short squeeze terjadi ketika harga suatu aset melonjak tajam dalam waktu singkat, sehingga memaksa trader yang mengambil posisi jual (short) untuk menutup posisi mereka dengan membeli kembali aset tersebut. Pembelian secara paksa ini justru memperbesar tekanan beli di pasar, mendorong harga naik lebih cepat dan menciptakan efek spiral kenaikan yang agresif.
Menurut Investopedia, short squeeze muncul saat lonjakan harga memberikan tekanan signifikan pada posisi short, memicu aksi beli berantai yang pada akhirnya mendorong harga ke level yang lebih tinggi dari perkiraan awal. Sebaliknya, long squeeze terjadi ketika harga aset turun tajam dan memicu likuidasi massal terhadap posisi beli (long), terutama yang menggunakan leverage tinggi. Kekhawatiran akan kerugian yang semakin besar membuat trader bergegas menjual aset mereka, sehingga tekanan jual semakin dalam dan mempercepat penurunan harga.
Peran Psikologi Pasar dan Leverage
Para analis menilai bahwa short squeeze dan long squeeze sangat erat kaitannya dengan dinamika psikologis pasar, terutama emosi keserakahan dan ketakutan. Ketika mayoritas pelaku pasar mengambil posisi yang sama, kondisi tersebut menciptakan ketidakseimbangan yang membuat pasar rentan terhadap pergerakan ekstrem.
Binance Academy menjelaskan bahwa penggunaan leverage yang tinggi memperbesar dampak psikologis dan risiko sistemik di pasar. Saat harga bergerak berlawanan dengan posisi mayoritas, likuidasi dapat terjadi secara berantai dan mempercepat volatilitas dalam waktu singkat.
Karakteristik pasar kripto yang beroperasi tanpa henti selama 24 jam semakin memperbesar potensi terjadinya squeeze. Lonjakan volume transaksi, perubahan sentimen makroekonomi, hingga rilis berita mendadak sering kali menjadi pemicu utama pergerakan cepat tersebut. Dalam kondisi ini, baik trader ritel maupun institusional dituntut lebih waspada terhadap kepadatan posisi atau crowded trades.
Dampak dan Strategi bagi Trader
Bagi pelaku pasar, memahami mekanisme dan psikologi di balik short squeeze maupun long squeeze menjadi elemen penting dalam manajemen risiko. Sejumlah indikator seperti funding rate yang ekstrem, peningkatan tajam open interest, serta pergerakan harga yang tidak selaras dengan sentimen mayoritas kerap menjadi sinyal awal potensi squeeze.
Para pengamat pasar menekankan pentingnya disiplin dalam penggunaan stop-loss serta pengelolaan leverage yang bijak. Tanpa manajemen risiko yang memadai, trader berisiko terjebak dalam pusaran likuidasi massal yang dipicu oleh reaksi emosional dan pergerakan harga yang ekstrem.
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.