Berita Terkini
Tak Perlu Sarjana! Jadi 'Tukang Parkir' Pesawat, Segini Gaji dan Syaratnya
/index.php
Investasi Digital - Diposting pada 24 December 2025 Waktu baca 5 menit
Harga Perak Cetak Rekor Baru, Kapitalisasi Pasar Dekati US$4 Triliun
Harga perak (silver) mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa dengan menembus level di atas US$71 per ons, mendorong nilai kapitalisasi pasar logam mulia tersebut mendekati US$4 triliun. Data pasar global menunjukkan lonjakan ini mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap aset safe-haven di tengah ketidakpastian ekonomi dunia, sebagaimana dilaporkan Crypto Briefing.
Kenaikan tajam harga perak menjadi salah satu sorotan utama di pasar komoditas sepanjang 2025. Berdasarkan laporan tersebut, harga logam putih ini telah melonjak lebih dari 138% sejak awal tahun (year-to-date), melampaui kinerja emas yang juga mencetak rekor historis. Dengan valuasi pasar yang mendekati raksasa teknologi global, perak kini menempati jajaran empat besar aset dengan nilai terbesar di dunia, hanya sedikit berada di bawah perusahaan seperti Apple dan Nvidia.
Faktor Makro dan Permintaan Industri Dorong Reli
Analis pasar menilai reli perak didukung oleh kombinasi sejumlah faktor makroekonomi, termasuk ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter oleh Federal Reserve Amerika Serikat, pelemahan dolar AS, serta meningkatnya ketegangan geopolitik global. Kondisi tersebut mendorong investor beralih ke aset yang dianggap lebih aman untuk menjaga nilai kekayaan.
Selain faktor makro, permintaan industri terhadap perak juga tetap solid. Sektor energi terbarukan dan industri elektronik terus menyerap pasokan logam ini, memperkuat fundamental permintaan jangka panjang dan memberikan dukungan tambahan terhadap tren kenaikan harga.
Minat Safe-Haven Menguat, Risiko Volatilitas Tetap Ada
Penguatan harga perak sejalan dengan meningkatnya kehati-hatian investor di pasar keuangan global, di tengah volatilitas pasar saham dan aset berisiko seperti kripto. Reli ini mempertegas arus modal yang mengalir ke aset lindung nilai terhadap risiko inflasi dan depresiasi mata uang.
Meski demikian, sejumlah pakar mengingatkan bahwa lonjakan harga yang ekstrem berpotensi meningkatkan volatilitas dalam jangka pendek. Investor diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan koreksi harga, meskipun prospek jangka panjang perak masih dipandang berada dalam tren bullish yang kuat.
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.