Berita Terkini
Tak Perlu Sarjana! Jadi 'Tukang Parkir' Pesawat, Segini Gaji dan Syaratnya
/index.php
Saham News - Diposting pada 06 December 2025 Waktu baca 5 menit
Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan bahwa terdapat 8 perusahaan beraset besar yang sedang berada dalam pipeline penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO). Delapan perusahaan tersebut nantinya akan menyusul deretan emiten baru yang sudah lebih dulu tercatat di Bursa sepanjang tahun ini, termasuk PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) dan PT Raharja Energi Cepu Tbk. (RATU).
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menyampaikan bahwa hingga 5 Desember 2025 telah ada 24 perusahaan yang melakukan pencatatan saham dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp15,21 triliun. “Saat ini terdapat 13 perusahaan yang berada dalam pipeline pencatatan saham BEI,” ujar Nyoman dalam keterangan tertulis, Jumat (5/12/2025).
Secara rinci, terdapat 2 perusahaan dalam pipeline IPO yang berasal dari kategori aset kecil atau aset di bawah Rp50 miliar. Sementara itu, 3 perusahaan masuk kategori aset menengah dengan nilai Rp50 miliar hingga Rp250 miliar. Selain itu, ada 8 perusahaan beraset besar atau lebih dari Rp250 miliar yang sedang bersiap IPO di BEI.
Dari sisi sektor, jumlah terbanyak berasal dari sektor keuangan yaitu sebanyak 5 perusahaan. Sisanya terdiri dari 2 perusahaan sektor basic materials dan 2 perusahaan sektor transportasi dan logistik.
Perusahaan-perusahaan dalam pipeline IPO tersebut akan menyusul emiten yang telah melantai selama 2025, termasuk CDIA, RATU, PT Indokripto Koin Semesta Tbk. (COIN), serta PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS).
Selain itu, dua calon emiten, yaitu PT Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO) dan PT Super Bank Indonesia Tbk. (SUPA), juga sedang dalam proses menuju IPO. RLCO telah menentukan harga penawaran sebesar Rp168 per saham, dengan masa penawaran pada 2–4 Desember dan distribusi saham dilakukan pada hari ini, Jumat (5/12/2025).
Perusahaan konsumer nonsiklikal tersebut menerbitkan 625 juta saham bernominal Rp50 per lembar, dengan target perolehan dana sebesar Rp105 miliar.
Sementara itu, SUPA telah menjalankan proses book building pada 25 November hingga 1 Desember 2025 dengan rentang harga awal Rp525–Rp695. IPO mereka dijadwalkan berlangsung pada 10–15 Desember. Dengan kisaran harga tersebut, bank digital itu berpotensi meraih dana antara Rp2,31 triliun hingga Rp3,06 triliun dari IPO.
Minat Investor
Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi, mengatakan minat pasar terhadap saham IPO masih kuat. Faktor yang akan memengaruhi permintaan antara lain pergerakan BI Rate, kondisi IHSG, serta rekam jejak IPO sebelumnya. “Jika kondisi makro stabil dan likuiditas pasar tetap terjaga, IPO di akhir tahun ini kemungkinan masih akan diminati,” jelas Wafi.
Sementara itu, Head of Research & Chief Economist Mirae Asset, Rully Arya Wisnubroto, menilai bahwa fenomena kenaikan harga saham IPO tahun ini menunjukkan investor mulai memperhatikan kekuatan grup konglomerasi di balik calon emiten.
Beberapa saham IPO tahun ini memang berada dalam naungan grup besar, seperti CDIA yang terkait dengan konglomerasi Prajogo Pangestu, dan RATU yang berada di bawah kendali taipan Happy Hapsoro.
“Jadi investor kembali melihat siapa pemiliknya, karena biasanya dari situ terlihat grup yang mampu menjaga harga saham. Lihat siapa yang berada di belakang perusahaan IPO,” kata Rully.
Disclaimer: Informasi ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan membeli atau menjual saham. Setiap keputusan investasi merupakan tanggung jawab pembaca sepenuhnya. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Sumber: bisnis.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.