ByteDance Sepakati Divestasi TikTok di AS, Tetap Pegang Saham Minoritas - Ini Dampaknya

Saham News - Diposting pada 19 December 2025 Waktu baca 5 menit

ByteDance menyetujui pelepasan lebih dari 80% aset TikTok di Amerika Serikat kepada investor asal AS dan global sebagai langkah untuk mencegah pelarangan aplikasi tersebut oleh pemerintah setempat. Dalam memo internal perusahaan yang dikutip Reuters pada Jumat (19/12/2025), TikTok mengungkapkan bahwa ByteDance dan TikTok telah menandatangani perjanjian final dengan tiga pengelola investasi, yakni Oracle, Silver Lake, dan MGX, guna membentuk entitas patungan baru bernama TikTok USDS Joint Venture LLC.

 

Berdasarkan memo tersebut, Oracle, Silver Lake, dan MGX yang berbasis di Abu Dhabi akan secara bersama-sama menguasai 45% saham TikTok AS. Informasi ini mengonfirmasi laporan sejumlah media yang lebih dulu mengungkap kesepakatan tersebut pada September lalu. Dalam struktur kepemilikan, konsorsium investor baru memegang 50% saham, dengan masing-masing Oracle, Silver Lake, dan MGX memiliki porsi 15%. Sementara itu, afiliasi investor lama ByteDance menguasai 30,1%, dan ByteDance tetap mempertahankan 19,9% kepemilikan.

 

CEO TikTok Shou Zi Chew menyampaikan detail kesepakatan tersebut kepada karyawan pada Kamis (18/12/2025) waktu setempat. Transaksi ini ditargetkan selesai pada 22 Januari dan sekaligus mengakhiri upaya bertahun-tahun pemerintah AS yang menuntut ByteDance melepas bisnis TikTok di AS dengan alasan keamanan nasional. Hingga kini, ByteDance belum memberikan pernyataan resmi terkait kesepakatan tersebut.

 

Kesepakatan ini menjadi langkah penting dalam meredakan ketidakpastian masa depan TikTok di AS yang telah berlangsung sejak Agustus 2020, ketika Presiden AS saat itu, Donald Trump, pertama kali mengupayakan pelarangan aplikasi video pendek tersebut. Saat ini, TikTok digunakan secara aktif oleh lebih dari 170 juta pengguna di Amerika Serikat.

 

Rincian transaksi ini sejalan dengan rencana yang diumumkan pada September lalu, ketika Trump menunda hingga 20 Januari penerapan undang-undang yang melarang TikTok beroperasi di AS kecuali ByteDance melepaskan kepemilikan asal Tiongkok. Trump juga menyatakan bahwa kesepakatan tersebut telah memenuhi ketentuan divestasi yang ditetapkan pemerintah. Oracle menolak berkomentar, sementara Gedung Putih mengarahkan pertanyaan kepada TikTok.

 

Dalam memo internalnya, TikTok menegaskan bahwa kesepakatan ini memungkinkan lebih dari 170 juta warga Amerika tetap menggunakan platform tersebut untuk terhubung dengan dunia dan mengakses berbagai peluang tanpa batas sebagai bagian dari komunitas global yang dinamis.

Sumber: bisnis.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.