Berita Terkini
Tak Perlu Sarjana! Jadi 'Tukang Parkir' Pesawat, Segini Gaji dan Syaratnya
/index.php
Saham News - Diposting pada 26 November 2025 Waktu baca 5 menit
Dalam lima tahun terakhir, sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan tren positif berupa peningkatan dividen yang berkesinambungan. Fenomena ini menarik minat para investor, khususnya mereka yang mencari pendapatan pasif dan stabilitas jangka panjang. Walaupun kondisi ekonomi global sering berubah-ubah, perusahaan-perusahaan tersebut tetap mampu menaikkan nilai dividen setiap tahunnya.
Konsistensi emiten dalam menjaga pertumbuhan dividen dipengaruhi oleh kombinasi faktor fundamental, strategi bisnis jangka panjang, dan pengelolaan keuangan yang disiplin.
Kinerja laba yang stabil menjadi faktor utama pendukung. Emiten yang bisa meningkatkan dividen umumnya berasal dari sektor dengan pendapatan berulang, seperti barang konsumsi, telekomunikasi, dan perbankan. Permintaan yang tidak terlalu dipengaruhi oleh kondisi ekonomi membuat laba perusahaan lebih tahan terhadap perubahan siklus.
Di sisi lain, banyak perusahaan yang tergolong dividend grower merupakan entitas dengan model bisnis matang serta posisi pasar yang kuat. Karena mereka tidak lagi membutuhkan belanja modal besar, sebagian laba dapat dialokasikan untuk pemegang saham. Kebijakan internal yang mendukung pembagian dividen juga menjadi ciri khas mereka, terutama bagi perusahaan yang ingin mempertahankan citra sebagai penyedia dividen yang stabil.
Para analis turut menyoroti pentingnya efisiensi operasional. Peningkatan kapasitas, distribusi yang lebih optimal, dan strategi digitalisasi membantu memperluas margin keuntungan, sehingga mendukung kenaikan dividen setiap tahun.
Selain itu, karakter bisnis yang tidak terlalu bergantung pada fluktuasi ekonomi turut menjaga kestabilan pembayaran dividen. Produk kebutuhan pokok, layanan telekomunikasi, hingga utilitas memiliki permintaan yang relatif konstan meskipun ekonomi melambat.
Kebijakan perusahaan dalam mempertahankan payout ratio pada level yang sehat juga memastikan keberlanjutan pembayaran dividen. Dengan membagikan dividen dalam porsi yang terukur, emiten dapat meningkatkan jumlahnya secara konsisten tanpa mengganggu kondisi keuangan.
Tren pertumbuhan dividen selama lima tahun ini menjadi indikasi positif bagi investor jangka panjang. Selain memberikan pendapatan pasif, saham-saham tersebut cenderung memiliki risiko lebih rendah karena ditopang oleh fundamental yang solid.
Berikut catatan CNBC Indonesia Research mengenai 11 saham yang mengalami pertumbuhan dividen selama lima tahun terakhir.
| KODE | Dividend Growth Rate | Dividend Growth Consistency | Average Dividend Yield | Average Payout Ratio |
|---|---|---|---|---|
| ANTM | 57.60% | 93.30% | 4.80% | 67.00% |
| BJTM | 6.90% | 79.40% | 8.60% | 57.30% |
| CTRA | 24.50% | 95.80% | 1.60% | 16.80% |
| EXCL | 39.40% | 93.10% | 2.10% | 59.20% |
| GHON | 55.20% | 87.80% | 6.70% | 76.30% |
| HEAL | 34.30% | 90.20% | 0.60% | 23.20% |
| KEEN | 24.00% | 91.10% | 1.10% | 18.70% |
| MTDL | 29.50% | 98.10% | 2.80% | 32.10% |
| MTLA | 12.30% | 94.50% | 2.20% | 19.20% |
| SMCB | 16.90% | 91.90% | 2.50% | 33.50% |
| SMSM | 18.90% | 98.10% | 6.50% | 77.80% |
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.