IHSG Hari Ini Menguat? Ini Rekomendasi Saham Terbaik Rabu, 3 Desember 2025

Saham News - Diposting pada 03 December 2025 Waktu baca 5 menit

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah (all-time high/ATH) dengan bergerak menuju level 8.617,04 pada perdagangan Selasa (2/12/2025). Penguatan indeks dipicu oleh lonjakan harga saham TPIA, ASII, serta AMMN. Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup naik 0,80% atau bertambah 68,25 poin ke posisi 8.617,04. Pada awal perdagangan, indeks komposit dibuka di level 8.577,60 dan sempat mencapai titik tertingginya di level 8.625,63. Secara keseluruhan, terdapat 369 saham yang menguat, 278 saham yang melemah, dan 159 saham tidak mengalami perubahan harga. Di sisi lain, nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp15.842 triliun. Pergerakan IHSG terdorong oleh kenaikan sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) yang melonjak 5,07% ke Rp7.775, serta saham PT Astra International Tbk. (ASII) yang naik 3,92% menjadi Rp6.625 per saham.

 

Berikutnya, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) naik 3,49% ke Rp6.675, disusul PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) yang menguat 2,39%, dan saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (BYAN) yang terangkat 1,48%. Sebaliknya, beberapa saham memberikan tekanan terhadap indeks, termasuk PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang turun 2,47% ke Rp3.560, serta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) yang terkoreksi 0,93% menjadi Rp4.270 per saham. Untuk kategori top gainers, posisi teratas ditempati PT Newport Marine Services Tbk. (BOAT) yang melonjak 34,53% ke Rp187, disusul PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk. (BBRM) yang meningkat 34,48% ke Rp117. Sementara itu, saham dengan penurunan terdalam (top losers) adalah PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk. (OPMS) yang turun 14,86% menjadi Rp136, serta PT Sarana Mitra Luas Tbk. (SMIL) yang terkoreksi 14,86% ke Rp424 per saham.

 

Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan, menyampaikan bahwa IHSG sempat ditutup naik 0,65% ke level 8.604,59 pada perdagangan sesi pertama. Secara teknikal, terbentuk histogram positif pada indikator MACD yang dibarengi dengan potensi Stochastic RSI membentuk Golden Cross di area pivot. “Oleh karena itu, kami memprediksi IHSG berpeluang bergerak di kisaran level 8.980 hingga 8.620 pada perdagangan sesi kedua kemarin,” ujar Valdy. Sebelumnya, indeks komposit juga mencatatkan ATH pada Rabu (26/11/2025) setelah menguat 0,94% ke level 8.602,13.

 

Disclaimer: berita ini tidak bermaksud mendorong pembaca untuk membeli maupun menjual saham. Seluruh keputusan investasi sepenuhnya berada pada tanggung jawab pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk keuntungan atau kerugian yang muncul dari keputusan investasi pembaca.

Sumber: bisnis.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.