Berita Terkini
Tak Perlu Sarjana! Jadi 'Tukang Parkir' Pesawat, Segini Gaji dan Syaratnya
/index.php
Crypto News - Diposting pada 26 December 2025 Waktu baca 5 menit
Industri kripto diproyeksikan memasuki tahap perubahan struktural pada 2026. Fokusnya tidak lagi semata pada pergerakan harga aset, melainkan pada transformasi mendasar dalam cara blockchain, kecerdasan buatan, dan sistem pembayaran global saling terintegrasi. Firma modal ventura Andreessen Horowitz (a16z) dalam laporan proyeksinya mengidentifikasi sejumlah tema besar yang diperkirakan akan menjadi fondasi ekosistem kripto generasi berikutnya.
Berikut lima narasi kripto yang dinilai akan menjadi pendorong utama perubahan pada 2026.
AI Agent Menciptakan Standar Baru
a16z memperkirakan AI agent akan berkembang dari sekadar alat pendukung menjadi aktor ekonomi yang sepenuhnya mandiri. Di sektor keuangan dan teknologi, jumlah AI agent diprediksi akan melampaui populasi manusia secara signifikan.
Tantangan utama saat ini adalah AI agent belum memiliki identitas digital, izin operasional, maupun kerangka kepatuhan yang jelas. Untuk menjawab hal tersebut, a16z memproyeksikan munculnya standar baru bernama Know Your Agent (KYA). Sistem ini mengaitkan AI agent dengan pemiliknya, batas kewenangan, serta tanggung jawab hukum. Tanpa identitas kriptografis, AI agent tidak dapat bertransaksi secara aman. Dengan KYA, AI agent berpotensi melakukan pembayaran, perdagangan, dan penyelesaian nilai secara otomatis dan real time.
Sistem Pembayaran Menjadi Bagian dari Infrastruktur Internet
Seiring AI agent melakukan transaksi secara otonom, sistem pembayaran diperkirakan akan mengalami pergeseran besar. Menurut a16z, pembayaran tidak lagi berdiri sebagai fitur terpisah, melainkan terintegrasi langsung ke dalam lapisan internet.
Dalam model ini, transaksi terjadi secara instan ketika AI agent membeli data, membayar komputasi GPU, atau menyelesaikan penggunaan API. Teknologi seperti x402 memungkinkan transfer nilai tanpa izin dan tanpa perantara. Blockchain berfungsi sebagai lapisan keuangan inti internet, sementara bank, stablecoin, dan sistem settlement beroperasi di balik layar dengan visibilitas minimal bagi pengguna.
Kebangkitan Blockchain Berbasis Privasi
Narasi ketiga yang diprediksi mendominasi 2026 adalah meningkatnya peran blockchain berfokus privasi. a16z menilai privasi akan menjadi keunggulan kompetitif paling krusial, bahkan melampaui kecepatan dan kapasitas transaksi.
Saat transaksi bersifat privat, pengguna akan menghadapi biaya perpindahan yang tinggi karena migrasi jaringan berisiko mengungkap metadata sensitif. Kondisi ini menciptakan efek privacy lock-in, di mana jaringan dengan perlindungan privasi unggul berpotensi menguasai pasar secara signifikan.
Pasar Prediksi Naik Kelas Berkat Kripto dan AI
Pasar prediksi diperkirakan memasuki fase ekspansi besar pada 2026. Jika sebelumnya berfokus pada peristiwa makro seperti pemilu atau geopolitik, ke depan kontrak prediksi akan mencakup isu yang jauh lebih rinci, mulai dari kebijakan mikro hingga keputusan korporasi dan rangkaian peristiwa kompleks.
Kripto dan AI dipandang sebagai solusi utama untuk tantangan penentuan hasil. Tata kelola terdesentralisasi, oracle berbasis large language model (LLM), serta AI agent yang menganalisis sinyal global diproyeksikan menjadi komponen kunci. Kombinasi kripto sebagai lapisan verifikasi dan AI sebagai mesin analitik berpotensi menjadikan pasar prediksi alat pengambilan keputusan yang jauh lebih akurat.
Stablecoin Menjadi Pilar Sistem Pembayaran Global
Stablecoin diperkirakan menjadi salah satu narasi terkuat pada 2026, seiring lonjakan volume transaksi yang terus mencetak rekor. Dalam setahun terakhir, nilai transaksi stablecoin mencapai sekitar US$46 triliun atau lebih dari Rp730 kuadriliun, melampaui PayPal dan mendekati jaringan pembayaran besar seperti Visa dan ACH di Amerika Serikat.
Keunggulan utama stablecoin terletak pada kecepatan serta biaya transaksi yang sangat efisien. Tantangan terbesarnya kini bukan lagi pada teknologi blockchain, melainkan pada integrasi dengan sistem keuangan yang digunakan sehari-hari. Fokus inovasi pun bergeser ke pengembangan on-ramp dan off-ramp, dengan berbagai startup menghubungkan stablecoin ke QR payment, sistem pembayaran real time, kartu debit, dan dompet digital global yang saling terhubung.
Jika lapisan ini matang, stablecoin tidak lagi sekadar alat lindung nilai atau instrumen perdagangan, melainkan menjadi fondasi utama settlement di internet. Pembayaran gaji lintas negara dapat dilakukan secara instan, merchant dapat menerima dolar digital tanpa rekening bank, dan aplikasi mampu menyelesaikan transaksi global secara real time.
Sumber: coinvestasi.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.