Berita Terkini
Tak Perlu Sarjana! Jadi 'Tukang Parkir' Pesawat, Segini Gaji dan Syaratnya
/index.php
Crypto News - Diposting pada 19 December 2025 Waktu baca 5 menit
Cadangan Ethereum di Bursa Sentuh Titik Terendah, Sinyal Kuat Akumulasi Investor Besar
Pasar kripto kembali mencatat perkembangan penting menjelang akhir tahun, seiring jumlah Ethereum (ETH) yang tersimpan di bursa kripto turun ke level terendah sepanjang sejarah. Data terbaru menunjukkan bahwa hanya sekitar 8,7–8,8 persen dari total pasokan ETH yang masih berada di platform perdagangan terpusat, mencerminkan perubahan signifikan dalam perilaku investor dan meningkatnya aktivitas akumulasi jangka panjang.
Kondisi tersebut belum pernah terjadi sejak jaringan Ethereum pertama kali diluncurkan pada 2015. Penurunan tajam cadangan ETH di bursa ini mengindikasikan semakin banyak investor yang menarik asetnya dari platform perdagangan untuk disimpan, di-staking, atau dialokasikan ke berbagai aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi).
Data On-Chain Perlihatkan Pengetatan Pasokan
Berdasarkan analisis data on-chain, saldo Ethereum di bursa terpusat kini berada di kisaran 8,7–8,8 persen dari total suplai yang beredar, level terendah sejak beberapa tahun terakhir. Angka ini menandakan berkurangnya jumlah ETH yang siap diperdagangkan dalam jangka pendek, sekaligus memperkuat indikasi bahwa aset tersebut lebih banyak ditahan untuk tujuan investasi jangka panjang.
Para analis menilai penurunan ini tidak hanya dipicu oleh perpindahan aset ke dompet pribadi oleh investor ritel, tetapi juga didorong oleh penarikan ETH dalam skala besar oleh institusi dan entitas korporasi. Langkah tersebut mencerminkan strategi akumulasi yang lebih terstruktur dan berorientasi jangka panjang.
Minat Institusional terhadap Ethereum Menguat
Penurunan pasokan di bursa terjadi seiring meningkatnya ketertarikan investor institusional terhadap Ethereum sebagai aset strategis. Sejumlah lembaga keuangan dan perusahaan kini memilih menyimpan ETH melalui mekanisme self-custody, staking, atau instrumen investasi jangka panjang lainnya, alih-alih membiarkannya berada di bursa yang rawan terhadap volatilitas jangka pendek.
Perubahan ini mencerminkan transformasi dalam pola investasi kripto, dari dominasi perdagangan spekulatif harian menuju pendekatan yang lebih matang dan terukur, dengan alokasi institusional yang semakin signifikan.
Implikasi terhadap Likuiditas dan Pergerakan Harga
Cadangan ETH yang semakin menipis di bursa umumnya dipandang sebagai sinyal berkurangnya tekanan jual dalam jangka pendek. Dengan jumlah koin yang tersedia untuk diperdagangkan semakin terbatas, pasar berpotensi mengalami kondisi supply squeeze, yang dapat menjadi katalis positif bagi pergerakan harga apabila permintaan tetap terjaga atau meningkat. Meski demikian, para pelaku pasar tetap mencermati berbagai faktor lain yang memengaruhi harga Ethereum, termasuk sentimen global, aktivitas perdagangan, serta dinamika ekonomi makro. Dengan kondisi pasar yang masih fluktuatif, arah pergerakan ETH ke depan akan sangat bergantung pada keseimbangan antara pasokan yang ketat dan permintaan yang berkembang.
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.